Pep Guardiola Dijagokan Tangani Timnas Inggris, Peluang ke Italia Memudar usai Negosiasi Mandek

Niklaas Andries • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 07:46 WIB
SPEKULASI: Pep Guardiola juga difavoritkan melatih timnas Inggris ditengah kabar ketertarikan timnas Italia
SPEKULASI: Pep Guardiola juga difavoritkan melatih timnas Inggris ditengah kabar ketertarikan timnas Italia

RADARBANYUWANGI.ID - Pep Guardiola kembali menjadi salah satu nama terpanas di bursa pelatih tim nasional. Setelah peluangnya menangani Italia dikabarkan semakin mengecil, mantan pelatih Manchester City itu kini disebut lebih berpeluang menukangi Timnas Inggris.

Spekulasi mengenai masa depan Guardiola terus berkembang sejak ia mengakhiri kebersamaan selama satu dekade bersama Manchester City pada akhir musim lalu. Selama periode emas tersebut, pelatih asal Spanyol itu membangun salah satu dinasti paling dominan dalam sejarah sepak bola Inggris.

Di bawah arahannya, City meraih enam gelar Premier League, satu trofi Liga Champions, tiga Piala FA, dan lima Piala Liga Inggris. Rekam jejak itulah yang membuat hampir setiap tim nasional elite Eropa tertarik menggunakan jasanya.

Negosiasi dengan Italia Berjalan Buntu

Beberapa waktu lalu, media-media Italia melaporkan bahwa Guardiola sempat menggelar pembicaraan dengan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) terkait posisi pelatih tim nasional yang sedang kosong.

Namun, laporan terbaru dari Gazzetta dello Sport menyebut peluang tersebut kini semakin tipis. Delegasi FIGC yang dipimpin Paolo Maldini dan Leonardo dikabarkan pulang dari Barcelona dengan rasa pesimistis setelah bertemu langsung dengan Guardiola.

Situasi itu membuka kembali spekulasi mengenai negara mana yang akan menjadi pelabuhan berikutnya bagi salah satu pelatih paling sukses di era modern tersebut.

Gaizka Mendieta: Inggris Lebih Cocok untuk Guardiola

Mantan rekan setim Guardiola di Timnas Spanyol, Gaizka Mendieta, menilai Inggris justru menjadi destinasi paling realistis. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Mendieta mengatakan dirinya tidak melihat Guardiola akan menangani Timnas Spanyol.

"Saya justru bisa membayangkan Pep melatih Inggris atau Brasil," ujar Mendieta.

Menurutnya, Italia bukan pilihan ideal karena karakter sepak bolanya berbeda dengan filosofi Guardiola.

"Memang sempat ada pembicaraan mengenai Italia, tetapi saya tidak melihat itu akan terjadi karena struktur sepak bola mereka. Saya juga rasa Pep tidak ingin kembali ke rivalitas lama, termasuk menghadapi Jose Mourinho," katanya.

Mendieta juga menepis kemungkinan Guardiola kembali ke Barcelona sebagai pelatih kepala.

"Kalaupun kembali ke Barcelona, kemungkinan dalam peran yang berbeda. Bukan sebagai pelatih," tambahnya.

Guardiola Dinilai Masih Haus Gelar Bergengsi

Lebih jauh, Mendieta meyakini Guardiola masih memiliki ambisi besar untuk meraih trofi level internasional seperti Piala Dunia atau Piala Eropa.

Karena itu, ia menilai Guardiola tidak tertarik menghabiskan energinya mengurus aspek administratif yang menjadi bagian dari federasi sepak bola.

"Pep berada pada fase kehidupan ketika ia ingin memenangkan turnamen besar seperti Piala Dunia atau Euro. Itu membuat pilihannya tidak banyak," jelas Mendieta.

Selain Inggris dan Brasil, ia menyebut Jerman sebagai alternatif yang mungkin, meski fokus publik tetap mengarah pada peluang Guardiola membawa sebuah negara menjadi juara dunia.

Inggris Pernah Hampir Mendapatkan Guardiola

Peluang Guardiola menangani The Three Lions sebenarnya bukan isu baru. Ada laporan sebelumnya mengungkap bahwa Federasi Sepak Bola Inggris (FA) sempat menjadikan Guardiola sebagai kandidat utama pengganti Gareth Southgate setelah Euro 2024.

Bahkan, disebutkan telah ada kesepakatan secara lisan sebelum Guardiola akhirnya memutuskan bertahan di Manchester City kala itu. Posisi tersebut kemudian diisi Thomas Tuchel.

Pelatih asal Jerman itu berhasil membawa Inggris finis di peringkat ketiga Piala Dunia 2026 dan telah menyatakan keinginannya untuk tetap menangani The Three Lions hingga Euro 2028.

Masa Depan Tuchel Berpotensi Kembali Disorot

Meski Tuchel masih terikat kontrak dan menunjukkan performa yang cukup positif, kemunculan Guardiola di pasar pelatih membuat situasi kembali berubah.

Dengan peluang Guardiola ke Italia yang semakin kecil dan ketertarikan lamanya terhadap proyek Timnas Inggris, FA berpotensi kembali mempertimbangkan nama pelatih berusia 55 tahun tersebut apabila terjadi perubahan arah kebijakan dalam beberapa tahun ke depan.

Dari sisi strategi, Guardiola dinilai sebagai sosok yang mampu membawa evolusi permainan Inggris. Generasi emas yang dimiliki The Three Lions saat ini dinilai cocok dengan filosofi penguasaan bola dan permainan menyerang yang selama ini menjadi identitas Guardiola.

Meski belum ada keputusan resmi, dinamika ini dipastikan akan menjadi salah satu cerita terbesar menjelang siklus Piala Eropa berikutnya. Jika Italia benar-benar keluar dari persaingan, Inggris bisa menjadi kandidat terdepan untuk mendapatkan tanda tangan salah satu pelatih terbaik sepanjang sejarah sepak bola. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
timnas italia thomas tuchel manchester city Timnas Inggris pep guardiola