Maldini dan Leonardo Ungkap Sudah Hubungi Ancelotti, Guardiola Jadi Target Timnas Italia, Uang Bukan Masalah

Niklaas Andries • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 06:48 WIB
UTUSAN FIGC: Leonardo dan Paolo Maldini jalankan peran untuk membujuk Pep Guardiola demi timnas Italia
UTUSAN FIGC: Leonardo dan Paolo Maldini jalankan peran untuk membujuk Pep Guardiola demi timnas Italia

RADARBANYUWANGI.ID - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mulai menyusun fondasi baru untuk mengembalikan kejayaan Gli Azzurri. Direktur Teknik Paolo Maldini dan penasihat teknis Leonardo mengungkapkan bahwa mereka telah berdiskusi dengan sejumlah pelatih elite dunia, termasuk Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti.

Menariknya, Maldini menegaskan bahwa faktor finansial sama sekali bukan hambatan bagi Guardiola apabila bersedia menangani Timnas Italia.

Proses pencarian pelatih kepala (CT) baru Timnas Italia masih berlangsung. Namun, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memastikan mereka tidak ingin tergesa-gesa mengambil keputusan demi mengejar sosok yang benar-benar sesuai dengan proyek jangka panjang.

Dalam pertemuan bersejarah di kantor Lega Serie A, Milan, Presiden FIGC Giovanni Malagò hadir bersama Direktur Teknik Paolo Maldini dan penasihat teknis Leonardo untuk memaparkan arah baru sepak bola Italia.

Maldini mengakui jabatan barunya membawa tanggung jawab yang sangat besar. Meski demikian, mantan kapten AC Milan itu menganggap panggilan dari negaranya sebagai sebuah kehormatan yang sulit ditolak.

"Saya merasakan tanggung jawab dan tekanan yang besar. Ini adalah proyek yang sangat ambisius. Ketika Italia memanggil, sangat sulit mengatakan tidak," ujar Maldini.

Ia mengaku pada awalnya belum mengetahui seluruh tantangan yang harus dihadapi. Namun, semangat seluruh elemen federasi untuk melakukan pembaruan membuatnya yakin menerima tugas tersebut.

Menurut Maldini, salah satu alasan utama menerima jabatan tersebut adalah komitmen FIGC membangun sistem baru, bukan sekadar mencari pelatih kepala.

Guardiola dan Ancelotti Masuk Daftar Kandidat

Maldini untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa FIGC memang telah menjalin komunikasi dengan Pep Guardiola. Bahkan, Carlo Ancelotti juga telah diajak berdiskusi.

Namun, ia belum bersedia mengungkapkan perkembangan negosiasi.

"Target kami memang pelatih-pelatih terbaik di dunia. Kami sudah berbicara dengan Guardiola dan juga Ancelotti. Tetapi semuanya masih harus melihat ketersediaan mereka," jelas Maldini.

Ia menambahkan, federasi sebenarnya berharap dapat menunjuk pelatih baru dalam pekan ini. Namun apabila kandidat utama belum memberikan keputusan, FIGC siap menunggu.

"Idealnya memang menunjuk pelatih minggu ini. Tetapi akan lebih baik menunggu sosok yang benar-benar kami inginkan. Ada rasa mendesak, tetapi kami juga tidak ingin terburu-buru."

Leonardo: Italia Harus Memiliki Identitas Baru

Leonardo menegaskan proyek yang sedang dibangun bukan hanya mencari seorang pelatih kepala. Menurut mantan direktur AC Milan dan Paris Saint-Germain tersebut, Italia membutuhkan revolusi dalam metodologi pembinaan sepak bola.

"Kami ingin membangun sebuah gagasan besar. Saya dan Paolo telah berbagi mimpi selama bertahun-tahun. Kini mimpi itu menjadi kenyataan."

Ia menjelaskan bahwa hubungan eratnya dengan Maldini menjadi modal penting untuk menyatukan seluruh komponen sepak bola Italia.

Leonardo menilai Italia membutuhkan energi positif agar mampu keluar dari masa sulit yang dialami dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami ingin menciptakan sebuah gerakan yang melibatkan semua pihak. Tanpa itu, kami tidak akan bisa keluar dari situasi ini."

Ia juga mengungkapkan bahwa posisi direktur teknik yang kini diemban Maldini merupakan jabatan baru yang akan menghubungkan berbagai sektor sepak bola Italia yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.

Fokus pada Metodologi, Bukan Sekadar Nama Besar

Leonardo menegaskan identitas pelatih baru nantinya harus selaras dengan filosofi sepak bola yang sedang disusun FIGC. Bagi mereka, sosok pelatih bukan hanya bertugas memenangkan pertandingan, tetapi juga menerapkan metodologi latihan yang dapat diterapkan hingga seluruh jenjang pembinaan.

"Ada banyak tipe pelatih. Yang kami cari adalah keselarasan cara berpikir. Direktorat teknik akan menentukan arah dan metodologi yang diterapkan hingga ke seluruh sistem."

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa FIGC ingin membangun fondasi jangka panjang, bukan hanya mengejar hasil instan di level tim nasional senior.

Malago: Proyek Enam Tahun untuk Mengejar Ketertinggalan

Presiden FIGC Giovanni Malagò menyebut pembentukan tim yang dipimpin Maldini dan Leonardo merupakan langkah awal proyek besar selama enam tahun ke depan.

Menurutnya, Italia harus mengejar ketertinggalan dari negara-negara elite Eropa yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang jauh lebih cepat.

"Kami ingin menutup kesenjangan dengan tim nasional lain yang sudah sangat terlihat."

Malagò juga mengungkapkan dedikasi Maldini dan Leonardo sejak awal proses negosiasi.

Ia menegaskan keduanya sama sekali tidak pernah menjadikan uang sebagai pembahasan utama.

"Mereka tidak pernah meminta bonus ataupun penghargaan apa pun. Mereka adalah sosok-sosok yang terbiasa menjadi pemenang."

Presiden Lega Serie A Dukung Penuh Proyek Baru FIGC

Presiden Lega Serie A Ezio Simonelli menyambut baik arah baru yang dibangun FIGC. Menurutnya, kehadiran Maldini dan Leonardo menjadi bukti keseriusan federasi membangun kembali kejayaan sepak bola Italia.

Ia juga meminta publik bersabar karena hingga kini belum ada keputusan mengenai pelatih kepala baru Timnas Italia.

Guardiola Disebut Tak Memikirkan Gaji

Usai meninggalkan kantor Lega Serie A, Maldini kembali mendapat pertanyaan mengenai kabar bahwa Pep Guardiola meminta gaji sebesar 20 juta euro untuk menjadi pelatih Timnas Italia.

Maldini langsung membantah isu tersebut.

"Untuk Pep, aspek ekonomi sama sekali tidak relevan."

Pernyataan itu semakin memperkuat indikasi bahwa apabila Guardiola benar-benar tertarik menangani Gli Azzurri, keputusan tersebut akan lebih ditentukan oleh faktor proyek olahraga dibanding persoalan nilai kontrak.

Pernyataan Maldini dan Leonardo menunjukkan perubahan besar dalam arah pembangunan sepak bola Italia. Fokus FIGC tidak lagi sebatas mencari pelatih berprofil tinggi, melainkan membangun sistem pembinaan yang terintegrasi dari tim nasional hingga level akar rumput.

Masuknya nama Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti memperlihatkan ambisi besar FIGC untuk mengembalikan Italia sebagai kekuatan utama sepak bola dunia.

Namun, yang lebih menarik adalah penekanan bahwa filosofi permainan, metodologi latihan, dan pembangunan jangka panjang menjadi prioritas utama dibanding sekadar reputasi pelatih. Jika proyek ini berjalan konsisten, Italia berpeluang membangun kembali identitas yang sempat memudar dalam beberapa tahun terakhir. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
FIGC paolo maldini timnas italia carlo ancelotti pep guardiola