RADARBANYUWANGI.ID - Langkah bersejarah akan dijalani Zeleznicar Pancevo saat menjamu Braga pada leg pertama putaran kedua kualifikasi UEFA Conference League di Stadion SC Mladost, Rabu (23/7) waktu setempat. Bagi klub asal Serbia tersebut, ini menjadi penampilan pertama mereka di kompetisi antarklub Eropa sejak didirikan.
Namun, momen bersejarah itu langsung menghadirkan tantangan berat. Di seberang lapangan telah menanti Braga, salah satu kekuatan tradisional Portugal yang memiliki pengalaman panjang di kompetisi Eropa dan datang dengan status unggulan.
Bagi Zeleznicar, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket menuju babak berikutnya, melainkan juga kesempatan membuktikan bahwa perkembangan mereka dalam beberapa musim terakhir bukan kebetulan.
Perjalanan Cepat Zeleznicar Menuju Panggung Eropa
Kisah Zeleznicar Pancevo layak disebut sebagai salah satu cerita sukses sepak bola Serbia. Klub tersebut baru promosi ke Serbian SuperLiga pada 2023, tetapi mampu berkembang dengan sangat cepat.
Dalam tiga musim terakhir, mereka terus menunjukkan peningkatan performa. Setelah finis di posisi ke-14 pada musim pertama, mereka naik ke peringkat ke-10, sebelum akhirnya mengejutkan banyak pihak dengan mengakhiri musim lalu di posisi keempat. Hasil itu mengantarkan mereka ke panggung UEFA Conference League untuk pertama kalinya.
Perkembangan tersebut tidak lepas dari sentuhan pelatih Radomir Kokovic, yang mengambil alih tim pada Maret 2025. Di bawah arahannya, Zeleznicar mencatatkan 23 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 15 kekalahan dari 50 pertandingan di semua kompetisi.
Kepercayaan diri tuan rumah juga sedang tinggi setelah membuka musim liga domestik dengan kemenangan 2-1 atas Radnicki Nis. Nikola Jovanovic dan Nikola Djurcic menjadi pencetak gol yang membawa tim mengamankan tiga poin pertama musim ini.
Braga Datang dengan Modal Pengalaman dan Persiapan Matang
Di sisi lain, Braga kembali berburu prestasi di kompetisi Eropa. Klub Portugal tersebut bukan wajah baru di pentas UEFA dan memiliki pengalaman yang jauh lebih matang dibandingkan lawannya.
Conference League musim ini menjadi partisipasi kedua Braga setelah sebelumnya tampil pada edisi 2022-2023 dan berhasil mencapai babak playoff fase gugur.
Musim lalu, mereka bahkan tampil impresif di Liga Europa dengan melaju hingga semifinal sebelum disingkirkan Freiburg melalui agregat tipis 3-4.
Kini Braga berada di bawah komando pelatih Carlos Vicens, mantan staf kepelatihan Pep Guardiola di Manchester City. Sejak dipercaya menangani tim pada Juli 2025, Vicens telah membawa Braga meraih 34 kemenangan, 15 hasil seri, dan 12 kekalahan di seluruh kompetisi.
Meski laga ini menjadi pertandingan resmi pertama Braga musim 2026-2027, performa mereka selama pramusim cukup meyakinkan. Mereka mencatat kemenangan atas Sao Joao de Ver, Buxton, dan Stoke City, serta bermain imbang melawan Celta Vigo.
Rangkaian hasil tersebut menjadi indikasi bahwa kondisi fisik maupun organisasi permainan Braga sudah cukup siap menghadapi tantangan kompetitif.
Kabar Tim
Zeleznicar diperkirakan tidak akan melakukan banyak perubahan setelah kemenangan atas Radnicki Nis.
Sumaila Wasiu diprediksi tetap menjadi ujung tombak serangan dengan dukungan Nikola Jovanovic dan Simao Pedro dari kedua sisi sayap. Di lini tengah, Janko Jevremovic, Clement Lhernault, dan Kristian Sekularac diperkirakan kembali menjadi motor permainan.
Sementara itu, Braga akan mengandalkan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda.
Ricardo Horta dan Victor Gomez diproyeksikan mengisi sektor sayap, sedangkan Sergio Barcia, Vitor Carvalho, dan Bright Arrey-Mbi membentuk trio bek. Pengalaman Joao Moutinho di lini tengah akan menjadi faktor penting dengan dukungan Gorby serta Demir Ege Tiknaz.
Perkiraan Susunan Pemain
Zeleznicar Pancevo (4-3-3):
Popovic; Tegeltija, Milikic, Vidojevic, Djuicic; Jevremovic, Lhernault, Sekularac; Jovanovic, Wasiu, Pedro.
Braga (3-5-2): Hornicek; Barcia, Carvalho, Arrey-Mbi; Victor Gomez, Gorby, Demir Ege Tiknaz, Joao Moutinho, Ricardo Horta; Gabri Martinez Silva, Victor.
Prediksi Skor: Zeleznicar Pancevo 0-2 Braga
Secara kualitas individu maupun pengalaman internasional, Braga berada beberapa tingkat di atas Zeleznicar Pancevo. Tuan rumah memang memiliki momentum positif setelah kemenangan di liga domestik serta semangat tinggi menjalani debut Eropa. Namun, menghadapi tim yang terbiasa tampil di kompetisi UEFA jelas merupakan ujian yang berbeda.
Braga memiliki kedalaman skuad lebih baik, kualitas teknis yang lebih tinggi, serta pemain-pemain yang sudah terbiasa menghadapi tekanan laga Eropa. Selain itu, keberadaan Joao Moutinho di lini tengah diperkirakan mampu mengontrol tempo permainan sekaligus membantu tim mengatasi atmosfer laga tandang.
Jika mampu mempertahankan performa seperti saat pramusim, Braga berpeluang besar mencuri kemenangan pada leg pertama dan membawa modal berharga menuju pertandingan kandang.
Braga diprediksi mampu mengendalikan jalannya pertandingan berkat pengalaman, kualitas skuad, dan organisasi permainan yang lebih matang. Sementara Zeleznicar kemungkinan akan lebih banyak bertahan sambil mencoba memanfaatkan serangan balik dalam laga debut mereka di kompetisi Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi