RADAR BANYUWANGI– Nasib buruk Leicester City justru membuka jalan baru bagi karier Ben Nelson. Ketika The Foxes harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari Championship ke League One, bek muda berusia 22 tahun itu mulai menjadi perhatian sejumlah klub.
Nelson disebut masuk radar Manchester United dan West Ham United. Tak hanya klub Inggris, dua klub dari luar negeri, Torino dan Borussia Mönchengladbach, juga dikabarkan tertarik mengamankan jasa pemain yang masih terikat kontrak dengan Leicester City tersebut.
Situasi ini membuat masa depan Nelson menjadi salah satu hal yang menarik untuk dinantikan pada bursa transfer musim panas 2026.
Lantas, siapa sebenarnya Ben Nelson?
Benjamin Nelson merupakan bek tengah kelahiran Inggris yang tumbuh melalui akademi Leicester City. Lahir pada 18 Maret 2004, Nelson kini berusia 22 tahun dan mulai menunjukkan perkembangan sebagai salah satu pemain muda potensial yang dimiliki klub asal Midlands tersebut.
Dengan tinggi badan sekitar 1,90 meter lebih, Nelson memiliki postur ideal sebagai seorang bek tengah. Ia juga memiliki keunggulan lain yang membuat profilnya menarik, yakni kemampuan bermain sebagai bek tengah berkaki kiri.
Dalam sepak bola modern, bek tengah berkaki kiri memiliki nilai tersendiri. Kemampuan tersebut memungkinkan seorang pemain bertahan membuka serangan dari sisi kiri sekaligus memberikan variasi dalam membangun permainan dari lini belakang.
Nelson bukan lagi sekadar pemain akademi. Ia telah merasakan atmosfer kompetisi senior dan mendapatkan menit bermain yang cukup signifikan bersama Leicester City.
Pada musim 2025/2026, data FBref mencatat Nelson tampil dalam 24 pertandingan Championship dengan total 1.910 menit bermain. Ia juga mencatat satu gol dan satu assist.
Catatan tersebut menjadi gambaran bagaimana peran Nelson mulai berkembang. Pada usia yang masih relatif muda untuk seorang bek tengah, pengalaman bermain di kompetisi senior menjadi modal penting untuk perkembangan kariernya.
Namun, situasi Leicester City kini membuat masa depannya kembali menjadi tanda tanya.
The Foxes harus menerima kenyataan terdegradasi dari Championship. Kondisi tersebut berpotensi memicu eksodus pemain, termasuk para pemain muda yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.
Nelson menjadi salah satu nama yang kemudian dikaitkan dengan kepindahan dari King Power Stadium.
Laporan yang beredar menyebut Manchester United dan West Ham United menjadi dua klub Premier League yang menunjukkan ketertarikan. Sementara itu, Torino dan Borussia Mönchengladbach disebut telah melakukan pendekatan kepada Leicester.
Bahkan, Leicester dikabarkan telah menolak tawaran dari kedua klub tersebut.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa Leicester masih melihat Nelson sebagai aset berharga. Klub disebut mematok harga sekitar £10 juta, atau jika dikonversikan dengan kurs sekitar Rp20.000 per pound, mencapai kurang lebih Rp200 miliar.
Nilai tersebut tentu masih berupa angka yang dilaporkan dan dapat berubah tergantung negosiasi serta struktur transfer.
Di sisi lain, Nelson disebut masih memiliki kontrak bersama Leicester City hingga 30 Juni 2027. Artinya, klub berada dalam posisi cukup kuat untuk menentukan masa depan pemainnya.
Namun, degradasi ke League One bisa menjadi faktor yang memengaruhi keputusan sang pemain.
Bagi Nelson, pindah ke klub dengan level kompetisi lebih tinggi dapat menjadi kesempatan untuk mempercepat perkembangan karier. Sebaliknya, bertahan di Leicester bisa memberikan peluang bermain reguler dan menjadi bagian penting dari upaya klub untuk kembali ke Championship.
Pilihan tersebut bukan keputusan sederhana.
Di usianya yang baru 22 tahun, Nelson membutuhkan menit bermain secara konsisten untuk berkembang. Namun, pada saat bersamaan, ketertarikan dari klub-klub dengan ambisi lebih besar bisa menjadi peluang yang sulit dilewatkan.
Apalagi, profil bek tengah muda berkaki kiri masih menjadi komoditas menarik di sepak bola Eropa.
Karier Nelson juga mendapatkan dukungan dari pengalamannya bersama tim nasional kelompok umur Inggris. Ia tercatat pernah memperkuat Inggris U-20 dan masuk dalam lingkungan tim Inggris U-21.
Pengalaman di level internasional tersebut semakin memperkuat status Nelson sebagai salah satu bek muda Inggris yang layak dipantau.
Kini, pertanyaan besarnya bukan lagi apakah Ben Nelson memiliki potensi, melainkan di mana ia akan melanjutkan perjalanan kariernya.
Apakah tetap menjadi bagian dari proyek kebangkitan Leicester City di League One?
Atau justru mengambil kesempatan baru dengan bergabung bersama klub Premier League seperti Manchester United atau West Ham?
Untuk saat ini, belum ada kesepakatan transfer resmi yang diumumkan. Namun, dengan usia yang masih muda, pengalaman Championship, postur ideal, serta kemampuan bermain sebagai bek tengah kaki kiri, Ben Nelson telah memiliki modal untuk menjadi salah satu nama yang menarik perhatian pada bursa transfer musim panas 2026.
Dan jika Leicester benar-benar membuka pintu negosiasi, persaingan mendapatkan bek muda tersebut berpotensi menjadi salah satu cerita transfer yang patut ditunggu. (*)
Editor : Ali Sodiqin