Manchester United Belum Selesai Belanja, Fabrizio Romano Bocorkan Target Gelandang Baru Michael Carrick

Niklaas Andries • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 07:21 WIB
BELUM SELESAI: Michael Carrick disebut masih berburu pemain untuk mengisi lini tengah Manchester United
BELUM SELESAI: Michael Carrick disebut masih berburu pemain untuk mengisi lini tengah Manchester United

RADARBANYUWANGI.ID - Manchester United dipastikan belum menutup aktivitas mereka di bursa transfer musim panas. Meski sudah mengamankan dua gelandang anyar, Youri Tielemans dan Andrey Santos, Setan Merah masih memburu satu pemain lagi untuk menyempurnakan lini tengah. Kebutuhan tersebut semakin mendesak setelah kepergian Casemiro serta cedera lutut serius yang dialami Manuel Ugarte.

Pakar transfer Eropa Fabrizio Romano mengungkapkan bahwa manajemen Manchester United kini tengah mencari gelandang bertahan dengan karakter komplet, sesuai kebutuhan pelatih Michael Carrick menjelang penutupan jendela transfer.

Fabrizio Romano: Manchester United Cari Gelandang Bertahan Berkarakter Fisik

Dalam tayangan terbaru di kanal YouTube miliknya, Fabrizio Romano memastikan Manchester United tidak lagi mengejar gelandang Atalanta, Ederson. Nama pemain asal Brasil itu telah dicoret dari daftar buruan sehingga negosiasi tidak akan dilanjutkan.

Sebaliknya, United kini fokus memantau sejumlah opsi lain yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan taktik Carrick.

Romano menjelaskan bahwa prioritas Setan Merah adalah merekrut gelandang ketiga yang mampu memberikan keseimbangan di lini tengah.

"Sekarang yang terpenting adalah memilih gelandang ketiga. Sosok yang defensif, kuat secara fisik, mampu memutus alur permainan lawan sekaligus menembus lini. Manchester United sedang menjajaki berbagai peluang di pasar transfer," ujar Romano.

Pernyataan tersebut memperjelas arah proyek pembangunan ulang lini tengah Manchester United. Setelah mendatangkan Tielemans sebagai kreator permainan dan Andrey Santos sebagai investasi jangka panjang, Carrick masih membutuhkan sosok spesialis penghancur serangan lawan.

Cedera Ugarte dan Kepergian Casemiro Ubah Prioritas

Perombakan sektor tengah Manchester United tidak terlepas dari perubahan komposisi skuad musim ini. Casemiro telah meninggalkan Old Trafford, sementara Manuel Ugarte harus menepi akibat cedera lutut serius. Situasi tersebut membuat stok gelandang bertahan berpengalaman menjadi sangat terbatas.

Di sisi lain, perkembangan Kobbie Mainoo memang terus menunjukkan tren positif. Namun, pemain muda Inggris itu dinilai lebih efektif jika ditempatkan sebagai gelandang box-to-box ketimbang menjadi jangkar tunggal. Kondisi itulah yang membuat Manchester United belum menghentikan aktivitas transfer mereka.

Manu Kone Muncul sebagai Kandidat Terkuat

Meski Romano tidak menyebut nama secara spesifik, sejumlah laporan menyebut gelandang AS Roma, Manu Kone, menjadi salah satu kandidat paling realistis.

Pemain asal Prancis itu memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan Carrick. Ia agresif dalam bertahan, kuat saat duel, memiliki mobilitas tinggi, serta mampu membawa bola keluar dari tekanan.

Dengan nilai transfer sekitar £50 juta atau sekitar Rp1,1 triliun, Kone dinilai menjadi opsi yang lebih masuk akal dibanding beberapa target elite lainnya.

Aurelien Tchouameni Masih Jadi Mimpi Besar

Selain Kone, nama Aurelien Tchouameni juga masih dikaitkan dengan Manchester United. Gelandang Real Madrid tersebut disebut sebagai target impian Setan Merah pada bursa transfer musim panas ini.

Apabila Los Blancos benar-benar bersedia melepasnya di kisaran £77 juta atau sekitar Rp1,7 triliun, United berpeluang mendapatkan salah satu gelandang bertahan terbaik di Eropa.

Namun, peluang transfer tersebut tetap tergolong rumit. Selain harus mencapai kesepakatan dengan Real Madrid, Manchester United juga harus meyakinkan sang pemain untuk meninggalkan Santiago Bernabeu.

Carrick Bangun Fondasi Baru Manchester United

Langkah Manchester United menunjukkan bahwa Michael Carrick ingin membangun lini tengah dengan keseimbangan yang lebih modern.

Youri Tielemans menawarkan kreativitas dan distribusi bola dari lini kedua. Andrey Santos memberikan prospek jangka panjang berkat kemampuan menyerang dari lini tengah. Sementara Kobbie Mainoo terus berkembang menjadi pemain serbabisa.

Namun, satu kepingan puzzle masih belum tersedia, yakni gelandang bertahan elite yang mampu memenangkan duel, memutus serangan lawan, serta memberikan perlindungan maksimal kepada lini belakang.

Karakter seperti itu menjadi fondasi penting dalam sistem permainan Carrick yang mengandalkan penguasaan bola sekaligus transisi cepat. Tanpa kehadiran ball winner berkualitas, keseimbangan permainan United berpotensi terganggu ketika menghadapi lawan-lawan dengan intensitas tinggi.

Karena itu, perekrutan satu gelandang bertahan sebelum bursa transfer ditutup diperkirakan menjadi prioritas terakhir Manchester United. Siapa pun pemain yang akhirnya dipilih, keputusan tersebut akan sangat menentukan kualitas lini tengah Setan Merah untuk mengarungi musim baru. (*)

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
transfer manchester united manchester united michael carrick fabrizio romano