RADARBANYUWANGI.ID - Bursa transfer Premier League kembali diguncang rekor fantastis. Setelah kepindahan Elliot Anderson ke Manchester City memecahkan rekor transfer pemain Inggris, kini giliran Morgan Rogers yang mencatat sejarah baru.
Gelandang serang tim nasional Inggris itu dikabarkan akan bergabung dengan Chelsea dari Aston Villa dengan nilai transfer mencapai 137 juta euro atau sekitar Rp 2,6 triliun. Nilai tersebut menjadikannya pemain Inggris termahal dalam sejarah Premier League.
Pemain berusia 23 tahun itu dijadwalkan menjalani tes medis di pusat latihan Chelsea di Cobham pada Senin waktu setempat. Setelah seluruh proses administrasi rampung, pengumuman resmi diperkirakan segera dilakukan.
Transfer Rogers menjadi salah satu kejutan terbesar musim panas ini. Sebab, Chelsea berhasil mengalahkan Arsenal, yang sebelumnya telah mengajukan tawaran sekitar 90 juta euro.
Pilih Chelsea Meski Tanpa Kompetisi Eropa
Keputusan Rogers bergabung dengan Chelsea memunculkan banyak pertanyaan. Berbeda dengan Arsenal dan Aston Villa yang tampil di Liga Champions musim depan, Chelsea justru tidak akan bermain di kompetisi Eropa. Faktor finansial diyakini menjadi salah satu alasan utama. Namun, bukan itu saja.
Prospek mendapatkan peran sentral di lini tengah juga menjadi pertimbangan penting. Di Arsenal, persaingan sangat ketat karena sudah dihuni pemain-pemain elite seperti Declan Rice dan Martin Ødegaard.
Sebaliknya, Chelsea diperkirakan akan kehilangan dua pilar penting. Cole Palmer disebut berpeluang kembali ke Manchester City, sementara Enzo Fernandez juga santer dikabarkan akan hengkang. Situasi tersebut membuka ruang besar bagi Rogers untuk langsung menjadi pemain inti.
Yang tak kalah menentukan adalah kehadiran Xabi Alonso. Pelatih asal Spanyol itu disebut menjadi sosok yang meyakinkan manajemen Chelsea agar berani mengeluarkan dana fantastis demi mendatangkan Rogers.
Chelsea Kembali Manfaatkan Celah Aturan Financial Fair Play
Nilai transfer yang sangat besar memunculkan kembali pertanyaan mengenai kepatuhan Chelsea terhadap aturan Financial Fair Play (FFP).
The Blues diketahui masih berada dalam pengawasan ketat setelah sebelumnya mendapat sanksi akibat pelanggaran regulasi keuangan. Namun, Chelsea kembali menggunakan strategi yang sudah beberapa kali diterapkan dalam beberapa tahun terakhir.
Kontrak Rogers akan berdurasi enam tahun, bahkan memiliki opsi diperpanjang menjadi tujuh tahun. Skema kontrak jangka panjang tersebut memungkinkan biaya transfer diamortisasi dalam periode lebih lama sehingga beban keuangan tahunan menjadi lebih ringan. Selain itu, Chelsea juga akan memperoleh pemasukan besar dari sejumlah penjualan pemain.
Bek kiri Marc Cucurella dikabarkan menuju Real Madrid, sedangkan Andrey Santos hampir pasti bergabung dengan Manchester United. Nilai gabungan kedua transfer itu diperkirakan melampaui 110 juta euro.
Chelsea juga masih berpotensi mendapatkan tambahan dana apabila transfer Cole Palmer maupun Enzo Fernandez benar-benar terealisasi.
Rogers Datang dengan Rekam Jejak Mengesankan
Chelsea bukan sekadar membeli pemain muda potensial. Musim lalu Rogers tampil luar biasa bersama Aston Villa dengan mencatatkan 14 gol dan 12 assist di seluruh kompetisi.
Penampilan impresifnya membawa Villa menjuarai Liga Europa, termasuk kemenangan telak 3-0 pada partai final. Rogers bahkan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Europa berkat konsistensinya sepanjang musim.
Kemampuannya bermain sebagai gelandang serang maupun penyerang sayap menjadikan Rogers sebagai salah satu pemain paling fleksibel di Inggris saat ini.
Pada Piala Dunia, banyak pihak memperkirakan Rogers akan menjadi starter. Namun, pelatih Inggris Thomas Tuchel lebih sering mempercayakan posisi tersebut kepada Jude Bellingham.
Meski demikian, fakta bahwa Rogers mampu menjadi pesaing serius Bellingham menunjukkan kualitasnya sudah berada di level tertinggi.
Aston Villa Kehilangan Dua Pilar Sekaligus
Kepergian Rogers menjadi pukulan berat bagi Aston Villa. Sebelumnya, Villa juga telah melepas Youri Tielemans ke Manchester United. Kehilangan dua motor permainan sekaligus memaksa pelatih Unai Emery melakukan perombakan besar pada skuadnya.
Situasi semakin rumit karena gelandang bertahan Amadou Onana dipastikan absen hingga paruh pertama musim akibat cedera lutut serius yang dialaminya saat Piala Dunia. Sebagai langkah awal, Villa telah merekrut Joao Gomes dari Wolverhampton Wanderers.
Tak berhenti di situ, mereka juga mendatangkan gelandang Swiss Johan Manzambi dari Freiburg dengan nilai transfer yang bisa mencapai 68 juta euro atau sekitar Rp 1,29 triliun. Angka tersebut menjadi rekor pembelian termahal dalam sejarah Aston Villa.
Villa juga berhasil mengalahkan Newcastle United dalam perebutan tanda tangan Manzambi.
Unai Emery meyakini kecerdasan taktik dan fleksibilitas Manzambi membuatnya mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Tielemans maupun Rogers.
Chelsea Bertaruh Besar, Villa Memulai Era Baru
Transfer Morgan Rogers kembali memperlihatkan pola belanja agresif Chelsea. Klub asal London itu tak ragu menginvestasikan dana luar biasa besar kepada pemain yang diyakini dapat menjadi fondasi tim dalam jangka panjang.
Strategi kontrak berdurasi sangat panjang memang membantu menekan dampak finansial dalam laporan keuangan, tetapi tetap menyimpan risiko besar apabila performa pemain tidak berkembang sesuai ekspektasi.
Di sisi lain, Aston Villa memasuki fase transisi penting. Keberhasilan Emery menjaga Villa tetap kompetitif akan sangat bergantung pada seberapa cepat pemain-pemain baru seperti Johan Manzambi mampu beradaptasi dan menggantikan kontribusi Rogers serta Tielemans.
Jika Rogers mampu memenuhi ekspektasi di Stamford Bridge, Chelsea bukan hanya memecahkan rekor transfer, tetapi juga berpotensi mendapatkan salah satu motor permainan utama tim nasional Inggris untuk satu dekade ke depan. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi