Ibrahima Konate Dikritik Usai Tampil Buruk di Piala Dunia 2026, Jose Mourinho Hadapi Tantangan Besar di Real Madrid

Niklaas Andries • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 07:15 WIB
SOROTAN: Penampilan Ibrahima Konate bersama timnas Prancis dapat sorotan
SOROTAN: Penampilan Ibrahima Konate bersama timnas Prancis dapat sorotan

RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 berakhir dengan cara yang sulit bagi Ibrahima Konate. Bek baru Real Madrid itu justru menuai kritik tajam setelah tampil buruk saat dipercaya menjadi starter untuk pertama kalinya bersama Timnas Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris. Penampilannya bahkan memunculkan kekhawatiran di media Spanyol menjelang musim baru bersama Los Blancos.

Performa Ibrahima Konate menjadi salah satu sorotan utama setelah Prancis menyerah 4-6 dari Inggris pada laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026. Bek berusia 27 tahun tersebut ditarik keluar saat turun minum setelah Les Bleus tertinggal telak 0-4 pada babak pertama.

Itu merupakan penampilan perdana Konate sebagai starter sepanjang turnamen. Namun, kesempatan tersebut justru berubah menjadi mimpi buruk. Pelatih Didier Deschamps memilih menggantinya pada awal babak kedua menyusul buruknya koordinasi lini belakang Prancis.

Kekalahan tersebut sekaligus menutup kiprah Konate di Piala Dunia dengan catatan yang jauh dari harapan. Minimnya menit bermain sepanjang turnamen ditambah penampilan mengecewakan pada kesempatan pertamanya membuat media Spanyol mulai mempertanyakan kesiapan sang bek untuk memperkuat Real Madrid musim depan.

Media Catalunya Beri Kritik Pedas

Media-media yang berbasis di Catalunya menjadi yang paling keras mengkritik performa mantan bek Liverpool tersebut. Harian Sport menilai Konate gagal memberikan kesan positif. Mereka menyoroti sikap pasifnya dalam beberapa gol yang dicetak Inggris serta mempertanyakan apakah kualitasnya sudah cukup untuk menjadi andalan Real Madrid dalam waktu dekat.

Sementara itu, Mundo Deportivo memberikan penilaian yang sedikit lebih moderat. Meski demikian, media tersebut tetap menyebut debut Konate sebagai starter berlangsung gagal karena minimnya pengaruh dalam duel-duel penting di lini pertahanan.

Nada serupa juga disampaikan L'Esportiu. Mereka menilai Inggris mampu membobol gawang Prancis dengan sangat mudah, salah satunya karena buruknya penampilan Konate sebagai bek tengah.

Media Madrid Masih Memberikan Kesempatan

Berbeda dengan media Catalunya, media yang berbasis di Madrid cenderung lebih berhati-hati dalam memberikan penilaian. AS mengingatkan bahwa Konate menjalani "Piala Dunia yang nyaris tanpa peran" karena sangat minim mendapatkan kesempatan bermain sebelum laga melawan Inggris. Karena itu, mereka menilai tidak adil apabila kualitas sang pemain dihakimi hanya berdasarkan satu babak yang buruk.

Sementara itu, Marca lebih memilih menyoroti kelebihan fisik dan potensi besar yang dimiliki bek internasional Prancis tersebut. Media itu menilai penilaian sebenarnya baru bisa dilakukan setelah Konate menjalani pramusim bersama Real Madrid di bawah arahan pelatih anyar Jose Mourinho. Meski tidak mendapat pujian, media-media Madrid juga tidak memberikan kritik sekeras media Catalunya.

Nilai Rendah Warnai Debut Konate

Dalam penilaian pemain, baik AS maupun Marca tidak memasukkan nama Konate sebagai pemain yang layak mendapat apresiasi, berbeda dengan Kylian Mbappe maupun Michael Olise yang tampil lebih menonjol. Sementara itu, El Desmarque memberikan nilai sangat rendah, yakni 2 dari 10.

Media tersebut menilai Konate meninggalkan kesan yang sangat buruk menjelang kepindahannya ke Real Madrid. Penampilannya disebut mencerminkan rapuhnya pertahanan Prancis sepanjang babak pertama saat dihujani empat gol Inggris.

Tantangan Awal Jose Mourinho di Real Madrid

Bagi Jose Mourinho, kondisi Konate menjadi salah satu pekerjaan rumah pertama sebelum kompetisi dimulai. Bek yang direkrut untuk memperkuat lini belakang Los Blancos kini datang dengan kepercayaan diri yang sedang menurun setelah menjalani Piala Dunia yang mengecewakan.

Namun, pengalaman Konate di level elite Eropa menunjukkan bahwa satu pertandingan buruk belum cukup untuk menghapus kualitasnya. Bersama Liverpool, ia dikenal sebagai bek dengan kemampuan duel udara yang kuat, kecepatan tinggi, dan agresivitas dalam bertahan.

Tantangan terbesar Mourinho adalah mengembalikan stabilitas mental sekaligus performa terbaik Konate selama masa pramusim. Jika mampu bangkit dengan cepat, kritik tajam media Spanyol bisa berubah menjadi kepercayaan ketika kompetisi resmi dimulai.

Sebaliknya, apabila kesalahan serupa kembali terulang, sorotan terhadap bek timnas Prancis itu dipastikan akan semakin besar mengingat ekspektasi tinggi yang selalu menyertai setiap pemain Real Madrid. (*)

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
piala dunia 2026 Ibrahima Konate timnas prancis real madrid jose mourinho