Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kontroversi Wasit Final Piala Dunia 2026! FIFA Tunjuk Slavko Vincic untuk Laga Spanyol vs Argentina, Rekam Jejaknya Dipertanyakan

Niklaas Andries • Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:49 WIB
KONTRIVERSI: Penunjukkan Slavko Vincic pimpin laga final Piala Dunia 2026 menuai reaksi dari berbagai kalangan
KONTRIVERSI: Penunjukkan Slavko Vincic pimpin laga final Piala Dunia 2026 menuai reaksi dari berbagai kalangan

RADARBANYUWANGI.ID – FIFA resmi menunjuk wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, untuk memimpin laga puncak Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (waktu setempat). Namun, alih-alih hanya menuai pujian, keputusan tersebut justru memunculkan gelombang perdebatan di kalangan pecinta sepak bola.

Bagi Vincic, penugasan tersebut merupakan puncak kariernya sebagai pengadil lapangan. Air matanya bahkan pecah saat FIFA mengumumkan namanya sebagai wasit final turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Namun, di balik momen emosional itu, rekam jejak pria berusia 46 tahun tersebut kembali menjadi sorotan. Mulai dari sejumlah keputusan kontroversial di kompetisi elite Eropa hingga kasus hukum yang sempat menyeret namanya pada 2020.

Tangis Haru Slavko Vincic Usai Dipilih FIFA

FIFA mengonfirmasi bahwa Slavko Vincic akan memimpin duel akbar Spanyol kontra Argentina. Ia akan dibantu dua hakim garis senegaranya, Tomaz Klancnik dan Andraz Kovacic.

Sementara itu, posisi wasit keempat dipercayakan kepada Adham Malhadmeh asal Yordania, sedangkan Mohammad Alkalaf bertugas sebagai asisten VAR.

Vincic mengaku sempat tidak percaya ketika mengetahui dirinya dipercaya memimpin partai final.

"Awalnya saya terkejut, lalu sangat bahagia. Saya bahkan gemetar. Memimpin final Piala Dunia adalah kehormatan luar biasa dan impian setiap wasit. Saya sangat bangga kepada diri sendiri, tim saya, dan negara saya. Kami akan memberikan yang terbaik," ujarnya.

Ucapan tersebut menggambarkan betapa besar arti penunjukan itu bagi kariernya. Namun, euforia tersebut tidak berlangsung lama karena kritik segera bermunculan.

Keputusan Kontroversial Selama Piala Dunia 2026 Kembali Disorot

Secara teknis, Vincic termasuk salah satu wasit paling berpengalaman di Eropa. Selama Piala Dunia 2026, ia telah memimpin tiga pertandingan.

Pertama adalah laga Brasil kontra Maroko yang berakhir imbang 1-1. Dalam pertandingan tersebut, keputusan Vincic menjadi bahan perdebatan setelah tekel keras Achraf Hakimi terhadap pergelangan kaki Vinicius Junior tidak berujung kartu. Situasi itu semakin dipertanyakan karena VAR juga tidak merekomendasikan peninjauan ulang.

Laga kedua mempertemukan Yordania melawan Aljazair di fase grup yang berlangsung relatif tanpa kontroversi berarti.

Sementara pada babak 16 besar antara Meksiko dan Ekuador, Vincic mengeluarkan tujuh kartu kuning serta satu kartu merah kepada Piero Hincapie.

Bek Ekuador itu diusir keluar lapangan setelah menutupi mulutnya ketika berdebat sengit dengan Santiago Gimenez. Keputusan tersebut justru dinilai sesuai dengan regulasi terbaru FIFA yang melarang tindakan yang dianggap menghambat transparansi komunikasi di lapangan.

Berpengalaman di Final Liga Europa dan Liga Champions

Dari sisi pengalaman, FIFA sebenarnya memiliki alasan kuat menunjuk Vincic. Ia pernah dipercaya memimpin final Liga Europa 2022 antara Eintracht Frankfurt melawan Glasgow Rangers.

Dua tahun kemudian, ia juga menjadi wasit final Liga Champions 2024 ketika Real Madrid menghadapi Borussia Dortmund. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Vincic bukan sosok asing dalam pertandingan bertekanan tinggi.

Namun, pengalaman saja rupanya belum cukup membungkam kritik. Serangkaian Keputusan di Liga Champions Jadi Sorotan Beberapa bulan terakhir justru menjadi periode yang tidak mudah bagi Vincic.

Salah satu insiden paling banyak dibahas terjadi saat laga perempat final Liga Champions antara Bayern Munchen dan Real Madrid.

Kala itu, ia sempat memberikan kartu kuning kedua kepada Eduardo Camavinga, tetapi kemudian menyadari bahwa dirinya lupa telah memberikan kartu pertama kepada gelandang Prancis tersebut hanya beberapa menit sebelumnya. Kekeliruan itu menuai kritik karena dianggap mencerminkan hilangnya konsentrasi pada pertandingan berintensitas tinggi.

Barcelona juga pernah merasa dirugikan oleh kepemimpinannya dalam fase grup Liga Champions 2022 melawan Inter Milan.

Saat itu terdapat dua insiden handball yang menjadi perdebatan. Pertama, bola mengenai tangan Denzel Dumfries di kotak penalti tetapi tidak dianggap pelanggaran.

Insiden kedua terjadi ketika bola mengenai tangan Ansu Fati secara tidak sengaja sebelum Pedri mencetak gol. Setelah ditinjau VAR, gol tersebut akhirnya dianulir.

Keputusan-keputusan tersebut hingga kini masih sering dijadikan contoh ketika membahas konsistensi kepemimpinan Vincic.

Kasus Hukum Tahun 2020 Kembali Diungkit

Di luar lapangan, masa lalu Vincic juga kembali menjadi bahan pembicaraan. Pada 2020, ia sempat diamankan aparat kepolisian Bosnia dan Herzegovina dalam sebuah penggerebekan yang merupakan bagian dari operasi pemberantasan narkotika dan prostitusi.

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap puluhan orang yang diduga terkait jaringan kriminal. Sejumlah media internasional saat itu melaporkan bahwa aparat menyita paket kokain, senjata api, rompi antipeluru, serta uang tunai dalam berbagai mata uang.

Nama Vincic ikut terseret karena berada di lokasi ketika penggerebekan berlangsung. Namun, ia membantah seluruh dugaan keterlibatan tersebut.

Menurut pengakuannya, ia hanya menghadiri makan siang dalam rangka pertemuan bisnis dan sama sekali tidak mengetahui aktivitas ilegal yang sedang diselidiki polisi.

"Saya menerima undangan makan siang dan itu menjadi kesalahan terbesar dalam hidup saya. Saya benar-benar menyesal," ujar Vincic kala itu.

Ia menegaskan bahwa dirinya berada di Bosnia untuk urusan bisnis dan kebetulan berada di lokasi saat aparat melakukan operasi.

Polisi kemudian hanya memeriksanya sebagai saksi sebelum membebaskannya karena tidak ditemukan bukti keterlibatan dalam kasus tersebut. Federasi Sepak Bola Slovenia juga memberikan dukungan penuh kepada Vincic dan menilai peristiwa itu hanyalah sebuah kebetulan yang tidak berkaitan dengan profesinya.

Final Piala Dunia Akan Menjadi Ujian Terbesar

Terlepas dari seluruh kontroversi yang mengiringinya, FIFA tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Slavko Vincic untuk memimpin pertandingan paling bergengsi di sepak bola dunia.

Keputusan itu sekaligus menjadi pertaruhan besar bagi badan sepak bola dunia. Final antara Spanyol dan Argentina diprediksi berlangsung dengan tensi tinggi, dipenuhi pemain kelas dunia, serta berpotensi menghadirkan momen-momen krusial yang membutuhkan ketegasan dan konsistensi wasit.

Bagi Vincic, laga di MetLife Stadium bukan hanya kesempatan mengukir sejarah sebagai pengadil final Piala Dunia, tetapi juga momentum untuk membungkam semua keraguan yang selama ini mengiringi perjalanan kariernya.

Jika mampu memimpin pertandingan tanpa kontroversi, final ini dapat menjadi penegasan bahwa pengalaman dan kualitasnya memang layak berada di panggung terbesar sepak bola dunia. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Final Piala Dunia 2026 slanko vincic spanyol vs argentina piala dunia 2026 FIFA