RADARBANYUWANGI.ID - Perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 memang kerap disebut sebagai pertandingan yang tak diinginkan setiap tim. Namun, ketika peluit pertama dibunyikan, laga ini tetap menjadi pertaruhan gengsi dan penutup perjalanan di turnamen terbesar dunia.
Prancis dan Inggris kembali dipertemukan dalam duel perebutan posisi ketiga yang digelar Sabtu (19/7). Kedua tim datang dengan luka yang sama-sama belum sembuh setelah gagal melangkah ke final.
Les Bleus harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-2 di semifinal. Sementara itu, Inggris menyerah 1-2 dari juara bertahan Argentina setelah sempat unggul lebih dulu. Kini, medali perunggu menjadi target realistis yang masih bisa diraih dua raksasa Eropa tersebut.
Laga Terakhir Didier Deschamps Bersama Prancis
Pertandingan ini juga menjadi momen emosional bagi Didier Deschamps. Pelatih berusia 57 tahun itu akan menutup kiprahnya bersama tim nasional Prancis dalam laga yang sebenarnya tak pernah ia harapkan.
Sebelum semifinal, Deschamps bahkan secara terbuka menyebut Spanyol sebagai favorit juara. Prediksi itu terbukti benar ketika La Roja kembali menunjukkan kualitas permainan kolektif yang membuat Prancis tak berkutik.
Gol penalti Mikel Oyarzabal dan penyelesaian apik Pedro Porro mengantar Spanyol melaju ke final menghadapi Argentina.
Yang paling mengkhawatirkan bagi Prancis bukan hanya kekalahan, melainkan buruknya produktivitas lini depan. Dipimpin Kylian Mbappe, Les Bleus hanya mampu mencatat Expected Goals (xG) sebesar 0,31, menandakan minimnya peluang berbahaya sepanjang pertandingan.
Tak lama setelah laga berakhir, Mbappe bahkan mengkritik pendekatan taktik yang diterapkan Deschamps, memperlihatkan adanya ketidakpuasan di dalam skuad.
Meski demikian, warisan Deschamps tetap luar biasa. Ia membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 dan kembali mencapai final pada edisi 2022.
Kini, target terakhirnya adalah mempersembahkan medali perunggu ketiga sepanjang sejarah Prancis. Sebelumnya, Prancis berhasil menjadi juara ketiga pada edisi 1958 dan 1986, sementara pada 1982 mereka harus puas finis di posisi keempat.
Inggris Kembali Terpeleset di Momen Krusial
Di kubu Inggris, kritik deras mengarah kepada Thomas Tuchel setelah kekalahan dari Argentina.
The Three Lions sebenarnya memulai laga dengan sangat baik. Anthony Gordon membawa Inggris unggul lebih dulu setelah memanfaatkan kelemahan pertahanan sayap Argentina. Namun setelah unggul, Inggris memilih bermain lebih defensif dan membiarkan Argentina menguasai permainan.
Strategi itu justru menjadi bumerang.
Lionel Messi tampil sebagai pembeda dengan menyumbang dua assist yang masing-masing diselesaikan Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez untuk membalikkan keadaan.
Kekalahan tersebut kembali memperpanjang kutukan Inggris di Piala Dunia. Mereka kini tercatat selalu kalah dalam tujuh pertandingan fase gugur Piala Dunia saat menghadapi tim penghuni 10 besar ranking FIFA.
Lebih menyakitkan lagi, Inggris menjadi satu-satunya negara yang dua kali gagal lolos ke final Piala Dunia setelah lebih dahulu unggul di semifinal pada abad ke-21. Sebelumnya mereka mengalami nasib serupa saat dikalahkan Kroasia pada Piala Dunia 2018.
Keputusan Federasi Sepak Bola Inggris (FA) memperpanjang kontrak Thomas Tuchel pun mulai dipertanyakan publik.
Meski demikian, kemenangan atas Prancis tetap akan memberi Inggris pencapaian terbaik kedua mereka dalam sejarah Piala Dunia, mengingat dua penampilan sebelumnya di laga perebutan tempat ketiga selalu berakhir dengan kekalahan, yakni dari Italia (1990) dan Belgia (2018).
Rekor Pertemuan Masih Memihak Prancis
Statistik juga tidak berpihak kepada Inggris. The Three Lions hanya mampu meraih satu kemenangan dalam sembilan pertemuan terakhir melawan Prancis.
Pertemuan paling dikenang tentu terjadi pada perempat final Piala Dunia 2022 ketika Prancis menyingkirkan Inggris dalam perjalanan menuju final. Modal psikologis tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi Les Bleus.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Prancis hampir dipastikan kehilangan William Saliba. Bek Arsenal itu mengalami kambuhnya cedera punggung saat menghadapi Spanyol dan ditarik keluar pada babak pertama.
Hingga kini belum ada pembaruan resmi mengenai kondisinya, tetapi peluang tampil sangat kecil. Maxence Lacroix diperkirakan akan menggantikan posisinya di jantung pertahanan.
Didier Deschamps sebelumnya mengungkapkan bahwa Lacroix dipilih karena Ibrahima Konate dinilai belum berada dalam performa terbaik serta kurang nyaman bermain sebagai bek tengah sisi kiri.
Sementara itu, penjaga gawang cadangan Brice Samba sempat mengalami masalah saat latihan, tetapi Mike Maignan dipastikan tetap menjadi pilihan utama.
Di kubu Inggris, Reece James juga dipastikan absen setelah mengalami cedera otot saat semifinal melawan Argentina. Jarell Quansah telah selesai menjalani hukuman dua pertandingan dan menjadi opsi di lini belakang, meski Djed Spence diperkirakan akan mengisi posisi bek kanan.
Jordan Henderson masih menepi akibat cedera pergelangan tangan. Selain itu, Jude Bellingham juga berada dalam sorotan setelah terekam kamera menepuk bagian belakang kepala Valentin Barco ketika perayaan kemenangan Argentina. Insiden tersebut berpotensi mendapat tinjauan disipliner.
Prediksi Susunan Pemain
Prancis (4-2-3-1): Maignan; Kounde, Konate, Lacroix, Theo Hernandez; Kone, Zaire-Emery; Cherki, Olise, Doue; Mbappe.
Inggris (4-2-3-1): Pickford; Spence, Konsa, Guehi, O'Reilly; Rice, Anderson; Rogers, Bellingham, Gordon; Kane.
Prediksi akhir: Prancis 2-1 Inggris
Secara kualitas individu, kedua tim relatif berimbang. Namun dari sisi organisasi permainan dan pengalaman, Prancis sedikit lebih unggul.
Spanyol memang berhasil menemukan formula untuk meredam lini serang Les Bleus, tetapi Inggris belum menunjukkan kualitas bertahan sebaik La Roja. Sepanjang fase gugur Piala Dunia 2026, Inggris bahkan belum sekali pun mencatatkan clean sheet.
Selain itu, Prancis memiliki waktu pemulihan satu hari lebih banyak dibanding Inggris, keuntungan yang bisa menjadi faktor penting dalam laga perebutan tempat ketiga.
Dengan pengalaman Didier Deschamps serta motivasi menutup era kepelatihannya dengan kemenangan, Les Bleus diprediksi mampu mengamankan medali perunggu. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi