RADARBANYUWANGI.ID – Final Piala Dunia 2026 bukan hanya akan menyajikan duel dua raksasa sepak bola dunia, Spanyol melawan Argentina. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, FIFA menghadirkan half-time show resmi di partai puncak Piala Dunia, lengkap dengan deretan bintang musik kelas dunia yang dipastikan tampil di New York New Jersey Stadium, Minggu (20/7) dini hari WIB.
Terinspirasi dari kemegahan Super Bowl di Amerika Serikat, FIFA menggabungkan sepak bola, hiburan, dan aksi sosial dalam sebuah pertunjukan spektakuler yang akan menjadi penutup turnamen terbesar sepanjang sejarah.
Selama 39 hari penyelenggaraan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Piala Dunia 2026 telah menghadirkan berbagai kejutan. Kini, panggung terakhir akan semakin megah dengan penampilan para ikon musik dunia sebelum dan saat jeda pertandingan.
Selain duel yang mempertemukan Lionel Messi bersama Argentina menghadapi sensasi muda Spanyol Lamine Yamal, perhatian dunia dipastikan juga tertuju pada pesta hiburan yang belum pernah ada sebelumnya di ajang Piala Dunia.
Final Piala Dunia 2026 Digelar 20 Juli WIB
Laga final dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, yang selama turnamen menggunakan nama resmi New York New Jersey Stadium sesuai kebijakan sponsor FIFA.
Spanyol memastikan tiket final setelah menaklukkan Prancis 2-0 pada semifinal. Sementara Argentina bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Inggris 2-1.
Upacara penutupan akan dimulai sekitar 90 menit sebelum kick-off, sehingga diperkirakan berlangsung mulai pukul 05.30 WIB, sedangkan pertandingan dimulai pukul 07.00 WIB.
Fakta Final Piala Dunia 2026
Tanggal: Minggu, 20 Juli 2026 WIB
Kick-off: 07.00 WIB
Stadion: New York New Jersey Stadium (MetLife Stadium), East Rutherford
Final: Spanyol vs Argentina
Upacara penutupan dimulai sekitar 90 menit sebelum pertandingan
Half-time show berlangsung sekitar 11 menit atau lebih sesuai produksi akhir
Tom Cruise hingga Robbie Williams Meriahkan Upacara Penutupan Sebelum pertandingan dimulai, FIFA telah menyiapkan seremoni penutupan yang dipimpin oleh Post Malone.
Aktor Hollywood Tom Cruise dan kreator konten fenomenal IShowSpeed dijadwalkan ikut tampil. Mereka akan bergabung bersama penyanyi Inggris Robbie Williams, diva Italia Laura Pausini, serta mantan personel Pussycat Dolls Nicole Scherzinger.
Penyanyi pemenang Grammy Jennifer Hudson dipercaya membawakan lagu kebangsaan sebelum kick-off.
FIFA belum mengungkap secara rinci konsep penampilan masing-masing artis. Namun, pemegang tiket diminta datang lebih awal karena penonton juga akan dilibatkan dalam jalannya pertunjukan. Madonna, Shakira, BTS, dan Justin Bieber Pimpin Half-Time Show Perdana
Momen paling bersejarah datang saat jeda pertandingan.
Untuk pertama kalinya, FIFA menggelar half-time show resmi Final Piala Dunia, dengan Madonna, Shakira, BTS, dan Justin Bieber sebagai penampil utama. Justin Bieber menjadi nama terakhir yang diumumkan sehingga melengkapi jajaran superstar dunia tersebut.
Mereka akan ditemani Burna Boy, Gustavo Dudamel, PS22 Chorus, Coldplay.
Vokalis Coldplay, Chris Martin, dipercaya sebagai kurator keseluruhan pertunjukan. Tidak hanya itu, karakter legendaris Kermit the Frog, Miss Piggy, serta tokoh-tokoh dari Sesame Street juga akan menjadi bagian dari pertunjukan.
Karena adanya pembangunan dan pembongkaran panggung, banyak pihak memperkirakan durasi jeda pertandingan akan lebih panjang dibandingkan jeda normal selama 15 menit.
Pertunjukan musik diperkirakan berlangsung sekitar 11 hingga 20 menit, bergantung pada produksi akhir yang masih dirampungkan FIFA.
Bukan Sekadar Hiburan, FIFA Usung Misi Pendidikan Dunia
Keputusan menghadirkan half-time show bukan semata untuk hiburan. Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut langkah tersebut sebagai tonggak sejarah baru bagi Piala Dunia.
Pertunjukan ini menjadi bagian dari program FIFA Global Citizen Education Fund, yang menargetkan penggalangan dana sebesar 100 juta dolar AS guna memperluas akses pendidikan sekaligus program sepak bola bagi anak-anak di seluruh dunia.
FIFA juga menyumbangkan 1 dolar AS dari setiap tiket yang terjual selama 104 pertandingan Piala Dunia 2026. Menjelang final, lebih dari 50 juta dolar AS telah berhasil dikumpulkan.
Penyanyi Burna Boy mengaku bangga dapat mewakili Afrika dalam half-time show perdana tersebut karena pertunjukan ini memiliki misi kemanusiaan yang nyata.
Berbeda dengan final Liga Champions yang selama ini hanya menghadirkan konser sebelum pertandingan, FIFA sengaja mengadopsi konsep Super Bowl NFL, menjadikan hiburan saat jeda sebagai daya tarik utama. Puluhan Ribu Suporter Ikut Merayakan di Central Park
Atmosfer final tidak hanya terasa di stadion.
Sekitar 50 ribu penggemar diperkirakan memadati Great Lawn, Central Park, New York, untuk mengikuti acara nonton bareng gratis melalui layar raksasa yang juga menampilkan upacara penutupan dan half-time show.
Di Amerika Serikat, pertandingan disiarkan oleh FOX untuk siaran berbahasa Inggris serta Telemundo untuk siaran berbahasa Spanyol. Layanan streaming juga tersedia melalui FOX One, FOX Sports App, Peacock, dan aplikasi Telemundo.
Half-time show perdana ini menandai perubahan besar strategi FIFA dalam mengemas Piala Dunia sebagai produk hiburan global. Jika sebelumnya sepak bola menjadi satu-satunya pusat perhatian, kini FIFA mengikuti jejak NFL dengan menghadirkan pengalaman yang lebih luas, memadukan olahraga, musik, budaya populer, dan aksi filantropi.
Langkah tersebut diperkirakan akan meningkatkan nilai komersial Piala Dunia, memperluas jangkauan penonton lintas generasi, sekaligus membuka babak baru dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Sementara itu, duel Spanyol kontra Argentina tetap menjadi magnet utama, terlebih dengan potensi pertemuan dua generasi bintang, Lionel Messi dan Lamine Yamal, yang semakin mempertegas final ini sebagai salah satu laga paling dinantikan dalam sejarah sepak bola modern. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi