Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Viral Foto Messi Memandikan Bayi Lamine Yamal, Kini Takdir Mempertemukan Keduanya di Final Piala Dunia 2026

Ali Sodiqin • Kamis, 16 Juli 2026 | 08:07 WIB
Foto Lionel Messi bersama bayi Lamine Yamal dipotret fotografer Joan Monfort pada September 2007 untuk kalender amal kembali menjadi viral. (Foto: Joan Monfort /AP)
Foto Lionel Messi bersama bayi Lamine Yamal dipotret fotografer Joan Monfort pada September 2007 untuk kalender amal kembali menjadi viral. (Foto: Joan Monfort /AP)

RADAR BANYUWANGI – Sepak bola kembali menghadirkan kisah yang sulit dipercaya. Hampir dua dekade setelah Lionel Messi menggendong dan memandikan seorang bayi dalam sesi foto amal Barcelona dan UNICEF, bayi itu kini tumbuh menjadi Lamine Yamal, bintang muda Spanyol yang akan menjadi lawan sang legenda di final Piala Dunia FIFA 2026.

Final yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina pada Senin (20/7) dini hari WIB bukan sekadar duel memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia. Laga itu juga menghadirkan pertemuan simbolis antara dua generasi sepak bola: Messi yang memburu mahkota dunia berikutnya dan Yamal yang mengincar gelar Piala Dunia pertamanya.

Foto yang kembali viral beberapa hari terakhir seolah menjadi pengingat bagaimana takdir bisa mempertemukan dua pemain dari era berbeda dalam panggung terbesar sepak bola dunia.

Berawal dari Kalender Amal Barcelona dan UNICEF

Foto ikonik tersebut diambil pada September 2007 dalam kegiatan sosial yang digelar Barcelona bersama UNICEF untuk kalender amal tahunan.

Saat itu, Messi yang masih berusia 20 tahun dipasangkan secara acak dengan keluarga seorang bayi asal Mataró, Spanyol. Bayi tersebut adalah Lamine Yamal yang baru berusia beberapa bulan.

Fotografer Joan Monfort, yang mengabadikan momen tersebut, mengaku tidak pernah membayangkan foto sederhana itu akan memiliki makna sejarah hampir 19 tahun kemudian.

Menurut Monfort, keluarga Yamal memperoleh kesempatan mengikuti sesi pemotretan setelah memenangkan undian yang diselenggarakan UNICEF di kawasan Roca Fonda.

Kala itu, Messi bahkan terlihat canggung ketika diminta menggendong dan memandikan bayi Yamal di sebuah bak plastik.

"Messi sangat pendiam dan pemalu. Awalnya dia bahkan tidak tahu bagaimana cara menggendong bayi itu," kenang Monfort.

Ayah Yamal Unggah Foto, Langsung Viral

Momen tersebut kembali menjadi perbincangan dunia setelah ayah Lamine Yamal, Mounir Nasraoui, mengunggah foto lama itu ke media sosial.

Unggahan tersebut disertai kalimat yang menarik perhatian publik, yakni "awal mula dari dua legenda."

Dalam hitungan jam, foto itu menyebar ke berbagai platform media sosial dan menjadi bahan pembicaraan penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Banyak yang mengaitkan foto tersebut dengan perjalanan karier keduanya.

Messi kemudian menjelma menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah, sedangkan Yamal kini dianggap sebagai talenta paling bersinar dari generasi baru sepak bola dunia.

Yamal: Messi Idola Saya, Tapi Saya Ingin Menang

Menjelang final Piala Dunia 2026, Lamine Yamal kembali ditanya mengenai foto yang viral tersebut.

Pemain berusia 19 tahun itu mengaku sama sekali tidak mengingat momen tersebut karena masih bayi ketika sesi pemotretan berlangsung.

"Saat berfoto bersama Messi, tentu saya tidak menyadarinya. Ayah saya yang menyimpan foto itu," ujar Yamal.

Meski mengidolakan Messi sejak kecil, Yamal menegaskan dirinya tidak ingin terus dibandingkan dengan kapten Argentina tersebut.

Menurutnya, membandingkan diri dengan pemain yang dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah justru tidak memberikan manfaat bagi perkembangan kariernya.

"Membandingkan diri dengan pemain terbaik dalam sejarah tidak akan membantu saya," katanya.

Menjelang partai puncak, Yamal juga memastikan rasa hormat kepada Messi tidak akan mengurangi ambisinya membawa Spanyol menjadi juara dunia.

Ia mengaku siap mengesampingkan hubungan emosional dengan idolanya demi mengangkat trofi Piala Dunia.

Dari La Masia ke Panggung Dunia

Kisah Messi dan Yamal memiliki banyak kesamaan.

Keduanya merupakan lulusan akademi La Masia, tempat Barcelona melahirkan banyak pemain kelas dunia.

Messi memulai perjalanan menuju status legenda dari akademi tersebut sebelum membawa Barcelona meraih berbagai gelar bergengsi.

Kini, Yamal mengikuti jejak serupa.

Meski usianya masih sangat muda, ia telah menjadi pilar utama Spanyol dan tampil impresif sepanjang Piala Dunia 2026.

Kecepatan, kreativitas, dan keberaniannya membuat banyak pihak menyebut Yamal sebagai wajah baru sepak bola dunia.

Final yang Sarat Makna

Pertandingan Spanyol kontra Argentina diprediksi bukan hanya menyajikan duel taktik antara dua tim terbaik di turnamen.

Laga tersebut juga menjadi simbol estafet generasi.

Di satu sisi berdiri Lionel Messi, legenda hidup yang telah memenangkan hampir seluruh gelar sepak bola.

Di sisi lain hadir Lamine Yamal, pemain muda yang sedang memulai babak baru dalam kariernya dan berpeluang menciptakan sejarah bersama Spanyol.

Apa pun hasil akhir pertandingan nanti, final Piala Dunia 2026 sudah menghadirkan sebuah cerita yang sulit ditandingi: seorang bayi yang pernah dimandikan Lionel Messi kini berdiri di hadapan idolanya sebagai rival dalam perebutan trofi paling bergengsi di dunia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Final Piala Dunia Messi Yamal piala dunia 2026 Lionel Messi lamine yamal