RADAR BANYUWANGI – Mikel Oyarzabal kembali membuktikan dirinya sebagai pemain besar untuk Timnas Spanyol. Penyerang Real Sociedad itu menjadi pembuka kemenangan La Roja saat menundukkan Prancis 2-0 pada semifinal Piala Dunia FIFA 2026, Rabu (15/7) dini hari WIB, sekaligus mengukir sederet rekor bersejarah yang menempatkannya sejajar dengan para legenda sepak bola Spanyol.
Gol melalui titik penalti pada menit ke-22 bukan sekadar membuka jalan kemenangan Spanyol menuju final. Lesakan tersebut juga menjadi gol kelima Oyarzabal sepanjang Piala Dunia 2026, menyamai rekor Emilio Butragueño pada edisi 1986 dan David Villa pada Piala Dunia 2010 sebagai pemain Spanyol dengan koleksi gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.
Tambahan satu gol itu membuat nama Oyarzabal semakin kokoh dalam sejarah Tim Matador.
Secara keseluruhan, striker berusia 29 tahun tersebut kini telah mengoleksi 30 gol bersama Timnas Spanyol.
Menariknya, sebanyak 24 gol di antaranya lahir sejak ditangani pelatih Luis de la Fuente, yang berhasil mengoptimalkan ketajaman sang penyerang dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan torehan tersebut, Oyarzabal resmi melewati koleksi gol Fernando Hierro dan naik ke posisi keenam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Spanyol.
Di atasnya kini hanya tersisa lima nama besar, yakni David Silva (35 gol), Álvaro Morata (37), Fernando Torres (38), Raúl González (44), serta sang pemegang rekor David Villa dengan 59 gol.
Raja Laga Knockout
Produktivitas Oyarzabal tidak hanya terlihat di fase grup.
Gol ke gawang Prancis menjadi gol kesembilannya pada fase gugur bersama Timnas Spanyol, mempertegas reputasinya sebagai spesialis pertandingan knockout.
Musim internasional 2025/2026 juga menjadi periode paling produktif sepanjang kariernya.
Total 14 gol yang dicetak untuk Spanyol dalam satu musim berhasil memecahkan rekor David Villa yang sebelumnya membukukan 13 gol pada musim 2008/2009.
Rahasia Penalti Oyarzabal
Usai pertandingan, Oyarzabal mengungkap rahasia di balik ketenangannya saat mengeksekusi penalti yang gagal dibendung kiper Prancis, Mike Maignan.
Menurutnya, keberhasilan itu bukan muncul secara spontan, melainkan hasil dari persiapan mental yang dilakukan jauh sebelum pertandingan dimulai.
"Semua tentang membayangkan penalti itu sebelumnya, membayangkan situasi yang akan dihadapi, dan memiliki rutinitas ketika momen itu benar-benar datang," ujar Oyarzabal.
Meski berhasil menyamai rekor David Villa, Oyarzabal menegaskan pencapaian individu bukan prioritas utamanya.
Baginya, kemenangan tim jauh lebih penting daripada sekadar mencetak gol.
"Kalau saya harus membantu tim tanpa mencetak gol pun, saya akan tetap sama bahagianya. Ketika mendapat tanggung jawab itu, Anda hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk tim," katanya.
Spanyol Kini Berani Bermimpi
Kemenangan atas Prancis memastikan Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 dan tinggal selangkah lagi mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya setelah sukses pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Keberhasilan mencapai partai puncak membuat optimisme membuncah di ruang ganti La Roja.
Oyarzabal menyebut seluruh pemain kini memiliki hak untuk bermimpi membawa Spanyol kembali menjadi penguasa dunia.
"Kami telah mendapatkan hak untuk bermimpi, untuk memikirkan gelar juara. Semoga dalam lima hari ke depan kami bisa memberikan sentuhan akhir yang sempurna," ujarnya.
Dengan performa yang terus menanjak, produktivitas Oyarzabal, serta filosofi permainan yang konsisten di bawah Luis de la Fuente, Spanyol kini datang ke final sebagai salah satu kandidat terkuat untuk kembali mengukir sejarah dengan meraih bintang kedua di ajang Piala Dunia. (*)
Editor : Ali Sodiqin