RADARBANYUWANGI.ID - Atmosfer panas sudah terasa bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan pada laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol. Duel yang akan berlangsung di Dallas, Selasa (15/7) waktu setempat, kini dibumbui perang urat saraf setelah bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, melontarkan komentar bernada provokatif.
Yamal tampil percaya diri usai membawa La Roja menyingkirkan Belgia di babak perempat final. Pemain berusia 19 tahun itu mengingatkan bahwa Spanyol selalu unggul dalam dua pertemuan terakhir melawan Prancis.
"Kami mengalahkan Prancis dalam dua pertemuan terakhir. Jika ada yang harus takut, itu adalah Prancis kepada kami. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi, tetapi kami tidak takut," ujar Yamal.
Ucapan tersebut langsung memantik respons dari kubu Les Bleus. Bek anyar Real Madrid, Ibrahima Konate, menegaskan bahwa timnya tidak akan terpancing perang komentar menjelang pertandingan paling penting di turnamen ini.
Konate: Prancis Tidak Takut kepada Siapa Pun
Konate mengaku para pemain Prancis tidak terlalu memperhatikan komentar yang datang dari kubu lawan. Menurutnya, fokus utama tim asuhan Didier Deschamps adalah mempersiapkan pertandingan sebaik mungkin.
"Sejujurnya kami tidak terlalu mendengar apa yang mereka katakan. Kami tidak perlu takut kepada siapa pun. Kami harus tetap rendah hati dan tidak terjebak dalam provokasi, apalagi di fase seperti ini," tegas Konate.
Mantan bek Liverpool itu juga mempersilakan Yamal menyampaikan apa pun yang diinginkannya.
"Dia bebas mengatakan apa saja. Kami hanya akan mempersiapkan diri sebaik mungkin, lalu setelah pertandingan selesai kita akan melihat siapa yang menjadi pemenang," tambahnya.
Nada serupa disampaikan bek Crystal Palace, Maxence Lacroix. Ia mengakui kualitas Spanyol, tetapi memastikan Prancis juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi.
"Saya tidak akan mengatakan kami takut. Kami tahu kualitas yang kami miliki. Kami juga sadar Spanyol memiliki skuad yang sangat kuat dan menjalani turnamen dengan luar biasa. Kami selalu bermain untuk menang dan itulah tujuan kami," ujar Lacroix.
Misi Prancis Menuju Final Ketiga Beruntun
Laga melawan Spanyol bukan sekadar perebutan tiket final. Les Bleus juga mengincar catatan bersejarah dengan mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah tampil pada edisi 2018 dan 2022.
Didier Deschamps kembali berhasil membawa Prancis menjadi salah satu tim paling konsisten di panggung dunia. Namun, tantangan kali ini tidak mudah karena mereka harus menghadapi tim yang menjadi salah satu lawan paling merepotkan dalam beberapa tahun terakhir.
Spanyol Punya Rekor Positif atas Les Bleus
Secara psikologis, Spanyol memang datang dengan modal yang lebih baik. Dalam dua pertemuan terakhir, La Roja selalu mampu mengalahkan Prancis.
Di UEFA Nations League, tim asuhan Luis de la Fuente mencatat kemenangan dramatis 5-4 atas Les Bleus dalam salah satu penampilan terbaik mereka sejak sang pelatih menangani tim nasional.
Sementara pada semifinal Euro 2024, Prancis sempat unggul lebih dahulu melalui Randal Kolo Muani. Namun Spanyol bangkit lewat gol spektakuler Lamine Yamal dan Dani Olmo untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1 sebelum akhirnya keluar sebagai juara Eropa setelah mengalahkan Inggris di partai final.
Rekor itulah yang membuat pernyataan Yamal terasa semakin tajam. Meski demikian, kubu Prancis menolak menganggap sejarah sebagai faktor penentu hasil pertandingan.
Adu Mental Sama Pentingnya dengan Adu Taktik
Semifinal ini diperkirakan bukan hanya menghadirkan pertarungan kualitas individu dan strategi dua pelatih elite, tetapi juga menjadi perang mental sejak sebelum laga dimulai. Komentar Yamal bisa dipandang sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan diri sekaligus memberikan tekanan kepada lawan.
Namun, respons tenang dari Konate menunjukkan Prancis memilih menjawabnya di atas lapangan, bukan melalui perang kata-kata. Sikap tersebut mencerminkan pengalaman Les Bleus yang dalam dua edisi Piala Dunia terakhir selalu mampu melaju hingga partai puncak.
Pemenang laga Prancis kontra Spanyol akan melaju ke final Piala Dunia 2026 dan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara Inggris melawan Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, pada 19 Juli mendatang. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi