RADARBANYUWANGI.ID - Liverpool memasuki babak baru. Pelatih anyar Andoni Iraola mengakui The Reds masih jauh dari kata sempurna untuk menghadapi musim 2026-2027. Karena itu, ia mendesak manajemen segera menambah amunisi baru sebelum kompetisi dimulai.
Dalam konferensi pers perdananya sejak resmi ditunjuk sebagai pelatih Liverpool bulan lalu, juru taktik asal Spanyol berusia 44 tahun tersebut secara terbuka menyatakan bahwa skuadnya masih membutuhkan sejumlah pemain baru. Ia memastikan manajemen klub tengah bekerja keras menyelesaikan target-target transfer pada musim panas ini.
"Kami memang sudah mendatangkan dua pemain, tetapi kami masih membutuhkan lebih banyak lagi. Kami semua mengetahui hal itu," ujar Iraola.
Liverpool sejauh ini baru meresmikan kedatangan bek Jeremy Jacquet serta penyerang muda Víctor Munoz. Namun, keduanya dinilai belum cukup untuk mengisi sejumlah posisi yang kehilangan kedalaman skuad.
Apalagi, Liverpool kini memasuki masa transisi besar setelah ditinggalkan tiga pemain senior yang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung tim, yakni Mohamed Salah, Andy Robertson, dan Ibrahima Konate.
Kepergian tiga pemain tersebut membuat Iraola harus membangun ulang fondasi tim dalam waktu relatif singkat.
Meski berharap seluruh pemain baru sudah bergabung sejak awal pramusim, Iraola memahami proses transfer tidak selalu berjalan sesuai keinginan pelatih.
"Sebagai pelatih tentu saya ingin semua pemain sudah berada di sini sejak hari pertama latihan pramusim. Namun sepak bola tidak bekerja seperti itu. Saya tahu klub sedang bekerja sangat keras untuk menyelesaikan transfer-transfer tersebut dan saya juga berusaha membantu prosesnya," katanya.
Tantangan Lebih Besar di Anfield
Iraola datang ke Anfield setelah menjalani tiga musim yang sukses bersama Bournemouth. Musim lalu ia bahkan membawa klub tersebut finis di posisi keenam klasemen Liga Inggris, pencapaian terbaik sepanjang sejarah Bournemouth di kasta tertinggi.
Namun, menangani Liverpool menghadirkan tantangan yang jauh berbeda.
Menurut Iraola, ia memahami besarnya ekspektasi publik terhadap seorang pelatih Liverpool. Setiap ucapan maupun keputusan akan menjadi sorotan besar.
"Saya ingin percaya bahwa saya memahami arti menjadi pelatih Liverpool. Tetapi mungkin saya baru benar-benar mengerti setelah menjalani berbagai pengalaman di sini. Saya siap menghadapi semuanya," ujarnya.
Ia juga menyadari setiap langkahnya akan terus diawasi publik. Meski demikian, Iraola tidak ingin kehilangan jati dirinya.
"Saya tahu ini klub yang sangat besar. Apa pun yang saya katakan akan mendapatkan perhatian luar biasa. Saya harus berhati-hati terhadap kesalahan. Tetapi saya juga tidak ingin hidup terlalu tertutup. Saya ingin tetap menjalani kehidupan secara normal, mengenal kota Liverpool, mengunjungi berbagai tempat, dan menikmati pengalaman sebagai pelatih Liverpool," tuturnya.
Ingin Liverpool Kembali Dekat dengan Suporter
Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, Iraola ingin membangun kembali hubungan emosional antara tim dan para pendukung Liverpool.
Baginya, identitas Liverpool selalu lahir dari koneksi kuat antara pemain, klub, dan suporter yang memenuhi Anfield.
"Saya ingin memberikan tim yang membuat suporter bangga. Sepak bola, khususnya Liverpool, selalu tentang koneksi antara tim dan pendukungnya," ucap Iraola.
Ia mengaku pernah merasakan sendiri atmosfer luar biasa Anfield ketika masih melatih Bournemouth, termasuk saat menyaksikan gol Federico Chiesa ke gawang timnya pada laga pembuka musim lalu.
Atmosfer stadion tersebut menjadi salah satu alasan dirinya sangat antusias menangani Liverpool.
"Saya ingin merasakan suasana seperti itu setiap kali kami bermain di Anfield. Tetapi semuanya harus dimulai dari performa kami di lapangan."
Menurut Iraola, Liverpool harus tampil dengan identitas yang jelas, yakni bermain penuh kerja keras, intensitas tinggi, agresif, serta menyerang secara vertikal agar para suporter kembali merasa memiliki tim yang mereka banggakan.
Liverpool Masih Belum Selesai Belanja
Pernyataan Iraola menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas Liverpool di bursa transfer musim panas belum akan berhenti. Kehilangan figur sekaliber Mohamed Salah, Andy Robertson, dan Ibrahima Konaté bukan sekadar mengurangi kualitas teknis, tetapi juga menghilangkan pengalaman, kepemimpinan, serta karakter juara di ruang ganti.
Dua rekrutan awal, Jérémy Jacquet dan Víctor Munoz, lebih diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang ketimbang solusi instan. Karena itu, Liverpool hampir pasti masih akan mengejar beberapa pemain yang siap langsung menjadi starter, terutama di sektor pertahanan, sayap, dan lini depan.
Bagi Iraola, keberhasilan musim pertamanya bukan hanya ditentukan oleh taktik agresif yang menjadi ciri khasnya, melainkan juga kecepatan manajemen menghadirkan pemain-pemain yang sesuai dengan filosofi permainan tersebut. Bursa transfer beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu seberapa kompetitif Liverpool dalam persaingan gelar Premier League musim mendatang. (*)
Editor : Niklaas Andries