RADARBANYUWANGI.ID – Masa depan Alejandro Garnacho di Chelsea tampaknya berada di ujung tanduk. Dalam konferensi pers perdananya sebagai pelatih Chelsea, Xabi Alonso secara terbuka mengakui bahwa winger timnas Argentina itu berpeluang meninggalkan Stamford Bridge pada bursa transfer musim panas.
Pernyataan Alonso menjadi sinyal paling jelas bahwa Garnacho tidak masuk dalam rencana utama sang pelatih untuk menghadapi musim 2026-2027. Padahal, pemain berusia 22 tahun tersebut baru semusim berseragam The Blues.
Chelsea dikabarkan siap melepas Garnacho secara permanen apabila ada klub yang bersedia memenuhi nilai transfer yang mereka tetapkan.
Xabi Alonso Akui Ada Ketertarikan dari Klub Lain
Dalam konferensi pers yang digelar Senin (13/7), Alonso untuk pertama kalinya berbicara kepada media Inggris sejak resmi ditunjuk sebagai pelatih Chelsea pada akhir Mei lalu.
Ketika ditanya mengenai masa depan Garnacho, mantan pelatih Bayer Leverkusen itu tidak menampik adanya komunikasi terkait transfer sang pemain.
"Kami sudah berbicara dengan direktur olahraga. Memang ada ketertarikan dari klub lain terhadap dirinya. Mari kita lihat bagaimana perkembangannya," ujar Alonso.
"Saya berharap semuanya bisa berakhir dengan cara terbaik bagi semua pihak."
Pernyataan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa Garnacho tidak akan menjadi bagian penting dalam proyek baru Chelsea di bawah kepemimpinan Alonso.
AS Roma Jadi Peminat Terdepan
Sejauh ini, AS Roma menjadi klub yang paling serius dikaitkan dengan Garnacho. Klub Serie A tersebut membutuhkan tambahan kekuatan di sektor sayap dan melihat Garnacho sebagai sosok yang masih memiliki potensi besar untuk berkembang.
Namun, negosiasi diperkirakan tidak akan mudah. Chelsea hanya bersedia melepas pemain asal Argentina itu melalui skema transfer permanen. Manajemen The Blues disebut memasang harga minimal £34 juta atau sekitar Rp748 miliar.
Nilai tersebut menjadi tantangan bagi Roma yang dikenal cukup berhati-hati dalam mengeluarkan dana besar di bursa transfer.
Performa Garnacho Belum Memenuhi Ekspektasi
Selama musim 2025-2026, Garnacho gagal menunjukkan performa yang konsisten. Dari total 33 penampilan di Premier League dan Liga Champions, mantan pemain Manchester United itu hanya mampu mencetak dua gol serta menyumbangkan empat assist.
Catatan tersebut dinilai belum sebanding dengan ekspektasi tinggi saat Chelsea merekrutnya. Persaingan ketat di lini depan juga membuat menit bermain Garnacho semakin terbatas.
Sulit Masuk Skema Xabi Alonso
Selain performanya yang belum maksimal, faktor taktik menjadi alasan lain mengapa masa depan Garnacho semakin tidak menentu.
Alonso dikenal lebih fleksibel dalam menyusun formasi dan tidak selalu mengandalkan winger murni dalam sistem permainannya.
Bahkan, laporan dari internal klub menyebut Garnacho tidak dilibatkan dalam sesi latihan awal pramusim bersama Alonso. Kondisi itu memperkuat indikasi bahwa dirinya tidak lagi masuk dalam proyeksi skuad utama.
Di sisi lain, Chelsea juga memiliki sejumlah pemain yang berada di atas Garnacho dalam urutan pilihan untuk mengisi sektor serang.
Chelsea Kemungkinan Harus Berkompromi
Meski memasang banderol tinggi, Chelsea diperkirakan tetap harus realistis apabila ingin segera menyelesaikan transfer tersebut.
Sepanjang sejarahnya, AS Roma hanya beberapa kali mengeluarkan dana lebih dari £35 juta untuk mendatangkan seorang pemain.
Karena itu, skema kompromi seperti pembayaran secara bertahap atau diawali dengan masa peminjaman yang disertai kewajiban membeli bisa menjadi solusi terbaik bagi kedua klub.
Bagi Chelsea, melepas Garnacho juga dapat membuka ruang dalam skuad sekaligus menambah dana untuk mendukung proyek pembangunan tim era Xabi Alonso. Sementara bagi Garnacho, kepindahan ke Serie A berpotensi menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali kariernya setelah musim debut yang tidak berjalan sesuai harapan di Stamford Bridge. (*)
Editor : Niklaas Andries