RADARBANYUWANGI.ID - Duka menyelimuti sepak bola Afrika Selatan. Gelandang tim nasional Jayden Adams ditemukan meninggal dunia di sebuah properti di Cape Town pada Sabtu (12/7).
Polisi masih menyelidiki penyebab kematian pemain berusia 25 tahun tersebut yang baru dua pekan lalu mengantar Afrika Selatan mencetak sejarah lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Dunia sepak bola kembali berduka. Gelandang tim nasional Afrika Selatan, Jayden Adams, ditemukan meninggal dunia di sebuah properti di kawasan Schotsche Kloof, Cape Town, Sabtu (12/7) sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Kepolisian Afrika Selatan memastikan telah membuka penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian pemain berusia 25 tahun tersebut. Hingga kini, otoritas belum mengumumkan hasil pemeriksaan maupun penyebab pasti meninggalnya Adams.
Dalam pernyataan resminya kepada Associated Press, Kepolisian Cape Town menyebut telah mendaftarkan kasus penyelidikan setelah penemuan jasad seorang pria berusia 25 tahun.
"Polisi Cape Town Central membuka penyelidikan setelah ditemukannya jasad seorang pria berusia 25 tahun pada Sabtu. Keadaan yang melatarbelakangi insiden ini masih dalam proses penyelidikan," demikian bunyi pernyataan kepolisian.
Polisi menjelaskan jasad Adams ditemukan di sebuah properti di kawasan Schotsche Kloof, Cape Town. Namun, mereka belum memberikan rincian lebih lanjut terkait kondisi lokasi maupun dugaan penyebab kematian.
Kabar tersebut mengejutkan publik karena Adams baru saja tampil impresif bersama Afrika Selatan di Piala Dunia. Hanya dua pekan sebelum meninggal, ia membantu negaranya mencatat pencapaian bersejarah dengan lolos ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Keluarga Menunggu Hasil Autopsi
Ayah Jayden Adams, Juanito Adams, mengungkapkan bahwa keluarga masih menunggu hasil autopsi sebelum mengambil keputusan mengenai prosesi pemakaman.
Ia mengaku seluruh anggota keluarga masih terpukul atas kepergian mendadak sang putra.
"Seperti yang semua orang ketahui, ini adalah kematian yang datang begitu tiba-tiba. Keluarga masih berusaha menerima kenyataan ini," ujarnya kepada stasiun televisi eNCA.
Juanito menambahkan kehilangan tersebut akan menjadi luka yang sulit disembuhkan.
"Melanjutkan hidup tidak akan mudah. Banyak orang berkata semuanya akan terasa lebih ringan seiring waktu, tetapi sebenarnya tidak. Kami hanya belajar hidup dengan kehilangan itu," katanya.
Baru Mengukir Sejarah di Piala Dunia
Jayden Adams menjadi salah satu sosok penting dalam perjalanan Afrika Selatan di Piala Dunia edisi kali ini. Ia tampil sebagai starter dalam seluruh laga fase grup dan membantu timnya melaju ke babak 32 besar.
Pencapaian tersebut menjadi sejarah baru bagi Afrika Selatan karena untuk pertama kalinya mereka berhasil menembus fase gugur turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia itu.
Namun, Adams tidak tampil ketika Afrika Selatan harus mengakhiri perjalanan mereka setelah kalah tipis 0-1 dari Kanada pada babak 32 besar yang berlangsung 28 Juni lalu.
Menteri Olahraga Minta Publik Tidak Berspekulasi
Menteri Olahraga Afrika Selatan, Gayton McKenzie, turut menyampaikan belasungkawa sekaligus meminta masyarakat dan media tidak membuat spekulasi mengenai penyebab kematian Adams.
McKenzie juga mengenang dedikasi luar biasa sang pemain. Menurutnya, Adams tetap membela negaranya saat menghadapi Republik Ceko di fase grup meski baru menerima kabar duka bahwa neneknya meninggal dunia beberapa jam sebelumnya.
Ia menilai keteguhan mental Adams menjadi bukti profesionalisme dan kecintaannya terhadap tim nasional. Pemerintah berharap proses investigasi dapat berjalan tanpa tekanan opini publik sehingga penyebab kematian dapat diungkap berdasarkan fakta.
Penghormatan di Piala Dunia
Kepergian Jayden Adams langsung mendapat penghormatan dari komunitas sepak bola internasional.
Sebelum pertandingan perempat final Piala Dunia antara Inggris melawan Norwegia serta Argentina kontra Swiss pada Sabtu, seluruh pemain, ofisial, dan penonton mengheningkan cipta untuk mengenang jasa gelandang muda tersebut.
Tribut itu menjadi simbol penghormatan terakhir bagi pemain yang dalam waktu singkat berhasil menginspirasi Afrika Selatan melalui pencapaian terbaik mereka di pentas Piala Dunia.
Meninggalnya Jayden Adams menjadi pukulan telak bagi sepak bola Afrika Selatan. Di usia yang masih 25 tahun, ia tengah memasuki fase emas karier dan diproyeksikan menjadi salah satu wajah baru sepak bola Afrika dalam beberapa tahun mendatang.
Situasi ini juga mengingatkan pentingnya menghormati proses hukum. Hingga hasil autopsi dan investigasi resmi diumumkan, berbagai spekulasi mengenai penyebab kematian berpotensi memperkeruh suasana dan menambah beban keluarga yang tengah berduka.
Di sisi lain, penghormatan yang diberikan FIFA dan peserta Piala Dunia menunjukkan bahwa kontribusi Adams telah melampaui statistik di lapangan. Ia dikenang sebagai pemain yang berjuang penuh dedikasi, bahkan saat menghadapi cobaan pribadi yang berat. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi