Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jude Bellingham Balas Kritik Thomas Tuchel, Inggris Siap Tantang Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

Niklaas Andries • Senin, 13 Juli 2026 | 05:40 WIB
SIAP MENTAL: Jude Bellingham siap pimpin Inggris menghadapi Argentina di semifinal Piala Dunia 2026
SIAP MENTAL: Jude Bellingham siap pimpin Inggris menghadapi Argentina di semifinal Piala Dunia 2026

RADARBANYUWANGI.ID – Jude Bellingham kembali menjadi penyelamat Inggris. Namun, setelah membawa The Three Lions melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026, gelandang Real Madrid itu justru melontarkan respons yang cukup tajam kepada pelatih Thomas Tuchel.

Bellingham tidak sepenuhnya sepakat dengan kritik yang dilontarkan Tuchel seusai kemenangan dramatis Inggris 2-1 atas Norwegia pada babak perempat final di Miami. Menurutnya, sang pelatih mungkin belum benar-benar memahami beratnya bermain dalam suhu ekstrem melawan lawan berkualitas tinggi.

Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya dinamika menarik di ruang ganti Inggris. Meski demikian, Bellingham menegaskan seluruh pemain tetap memiliki satu tujuan yang sama, yakni membawa negaranya melaju hingga partai puncak.

Bellingham Jadi Penentu Kemenangan Inggris

Inggris sempat dikejutkan gol cepat Andreas Schjelderup yang membawa Norwegia unggul lebih dahulu.

The Three Lions tampil kurang meyakinkan sepanjang babak pertama. Permainan mereka lambat, sulit membangun serangan, dan beberapa kali berada di bawah tekanan skuad Norwegia yang diperkuat Erling Haaland, Martin Odegaard, Antonio Nusa, hingga Alexander Sorloth. Bellingham kemudian mengubah jalannya pertandingan.

Gelandang berusia 23 tahun itu mencetak gol penyeimbang sebelum akhirnya memastikan kemenangan Inggris pada babak tambahan waktu. Gol kedua lahir setelah kiper Norwegia Orjan Nyland gagal mengantisipasi tembakan jarak jauh Morgan Rogers sehingga bola muntah langsung disambar Bellingham.

Brace tersebut memastikan Inggris menang 2-1 sekaligus mengamankan tiket ke semifinal.

Thomas Tuchel Justru Melontarkan Kritik

Alih-alih memuji perjuangan anak asuhnya, Thomas Tuchel memilih menyoroti kualitas permainan Inggris.

Pelatih asal Jerman itu menilai timnya tampil ceroboh, kurang rapi dalam penguasaan bola, dan tidak menunjukkan kualitas teknis yang semestinya dimiliki skuad bertabur bintang. Komentar tersebut memicu respons dari Bellingham.

Menurut sang gelandang, kondisi pertandingan jauh lebih sulit dibandingkan yang terlihat dari luar lapangan.

Jude Bellingham: Mungkin Tuchel Tidak Tahu Rasanya Bermain di Kondisi Itu

Saat ditanya mengenai komentar sang pelatih, Bellingham memberikan jawaban yang diplomatis tetapi bernada menyindir.

"Mungkin itu standar yang dia inginkan, atau mungkin dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain dalam kondisi seperti itu."

Bellingham mengingatkan bahwa Inggris menghadapi salah satu lawan terkuat di turnamen.

"Melawan Erling Haaland, Martin Odegaard, Antonio Nusa, dan Alexander Sorloth bukanlah pertandingan yang mudah."

Ia juga menegaskan skuad Inggris telah berusaha membangun atmosfer positif menjelang semifinal.

"Kami harus mempertahankan suasana positif itu. Saya sangat bangga dengan seluruh pemain."

Menurut Bellingham, kemenangan tidak selalu harus diraih melalui permainan indah.

"Anda tidak akan memenangkan setiap pertandingan hanya dengan mengalirkan bola dan membuat seribu operan. Kadang Anda harus menang dengan cara yang sulit, dan kami kembali melakukannya malam ini."

Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Besar

Pertandingan di Miami berlangsung dalam suhu yang terasa melebihi 40 derajat Celsius akibat kombinasi panas dan tingkat kelembapan yang sangat tinggi.

Kondisi tersebut membuat intensitas pertandingan menurun, terutama selama 30 menit pertama. Kedua tim memilih menghemat energi dibanding terus melakukan tekanan tinggi.

Sebelum laga dimulai bahkan sempat muncul kekhawatiran pertandingan akan ditunda karena ancaman petir dan cuaca ekstrem. Namun, duel akhirnya tetap berlangsung sesuai jadwal. Faktor cuaca menjadi salah satu alasan mengapa performa Inggris tidak seatraktif biasanya.

Analisis ini memperkuat argumen Bellingham bahwa pertandingan tidak bisa dinilai hanya dari statistik penguasaan bola atau kualitas operan.

Tantangan Berikutnya: Argentina

Inggris kini akan menghadapi juara bertahan Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026. Argentina memastikan tempat di empat besar setelah mengalahkan Swiss dengan skor 3-1 dalam laga perempat final yang juga berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu.

Pertandingan semifinal dijadwalkan berlangsung di Atlanta. Berbeda dengan laga melawan Norwegia di Miami, cuaca diperkirakan sedikit lebih bersahabat dengan suhu sekitar 30 derajat Celsius.

Meski prakiraan cuaca menunjukkan potensi badai petir, pertandingan diyakini tidak akan mengalami penundaan karena stadion Mercedes-Benz Stadium memiliki atap tertutup.

Mental Juara Inggris Sedang Diuji

Kemenangan atas Norwegia menunjukkan bahwa Inggris masih memiliki satu modal penting untuk bersaing menjadi juara dunia, yakni karakter.

Permainan mereka memang belum sepenuhnya meyakinkan. Namun, tim-tim besar kerap memenangkan pertandingan ketika tampil di bawah performa terbaik.

Bellingham kembali menjadi simbol mentalitas tersebut. Ia tidak hanya tampil sebagai pencetak gol, tetapi juga menjadi pemimpin di lapangan yang berani membela rekan-rekannya saat mendapat kritik.

Kini tantangan sesungguhnya menanti. Menghadapi Argentina yang berstatus juara bertahan akan menjadi ujian terbesar Inggris sejauh ini.

Jika The Three Lions mampu mengulangi semangat juang seperti saat menyingkirkan Norwegia sambil meningkatkan kualitas permainan, peluang mereka mencapai final Piala Dunia 2026 tetap terbuka lebar. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#semifinal piala dunia 2026 #inggris vs argentina #piala dunia 2026 #thomas tuchel #Jude Bellingham