Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Inter Milan Digugat Mantan Pemilik, Oaktree Terancam Gugatan Rp 8,5 Triliun

Niklaas Andries • Senin, 13 Juli 2026 | 15:43 WIB
GUGATAN: Inter Milan masuki masalah pelik terutama soal kepemilan raksasa Italia itu (Inter Milan)
GUGATAN: Inter Milan masuki masalah pelik terutama soal kepemilan raksasa Italia itu (Inter Milan)

RADARBANYUWANGI.ID – Polemik kepemilikan Inter Milan belum benar-benar berakhir. Mantan pemilik klub, Steven Zhang, resmi membawa sengketa dengan perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Oaktree Capital, ke jalur hukum dalam perkara yang nilainya diperkirakan dapat mencapai 450 juta euro atau sekitar Rp 8,5 triliun.

Gugatan tersebut menjadi salah satu kasus hukum terbesar yang pernah membayangi raksasa Serie A itu. Perselisihan bukan lagi mengenai siapa yang menguasai klub berjuluk Nerazzurri, melainkan menyangkut berapa sebenarnya nilai Inter Milan saat Oaktree mengambil alih kepemilikan.

Persoalan bermula pada 2021 ketika Steven Zhang memperoleh pinjaman dari Oaktree Capital. Pinjaman tersebut menggunakan saham Inter Milan sebagai jaminan.

Namun, ketika utang itu jatuh tempo pada April 2024, Zhang gagal melunasi kewajibannya. Sesuai perjanjian, Oaktree kemudian mengambil alih saham yang dijadikan agunan dan secara otomatis menjadi pemilik baru Inter Milan.

Meski kehilangan kendali atas klub, Zhang kini menilai proses tersebut belum sepenuhnya adil.

Menurut laporan sejumlah media Italia, mantan presiden Inter itu berpendapat bahwa nilai pasar Inter Milan saat pengambilalihan jauh lebih tinggi dibandingkan total utang yang harus dibayarkan kepada Oaktree.

Atas dasar itu, Zhang meminta kompensasi atas selisih antara nilai utang dan valuasi sebenarnya dari klub.

Dengan kata lain, ia meyakini masih memiliki hak ekonomi atas kelebihan nilai aset yang berpindah tangan ketika Oaktree mengambil alih Inter Milan. Kasus ini diperkirakan akan memasuki tahap pembuktian yang cukup kompleks.

Majelis akan menunjuk panel ahli independen untuk menghitung nilai bersih aset Inter Milan pada saat pengambilalihan berlangsung.

Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar penting bagi pengadilan dalam menentukan apakah Oaktree memang memperoleh keuntungan yang melebihi nilai utang yang dijaminkan.

Apabila pengadilan memenangkan Steven Zhang, Oaktree berpotensi diwajibkan membayar kompensasi dalam jumlah sangat besar.

Nilainya bahkan disebut-sebut dapat mencapai 450 juta euro atau sekitar Rp 8,5 triliun, menjadikannya salah satu sengketa finansial terbesar dalam sejarah sepak bola Italia.

Sengketa Berpotensi Menjadi Preseden Baru

Di luar besarnya nominal gugatan, perkara ini juga menarik perhatian karena dapat menjadi preseden penting dalam dunia bisnis olahraga.

Selama beberapa tahun terakhir, banyak klub elite Eropa memperoleh pendanaan melalui pinjaman dengan saham klub sebagai jaminan.

Kasus Inter Milan dapat menjadi rujukan baru mengenai bagaimana pengadilan menilai hak pemilik lama ketika aset yang diagunkan memiliki nilai pasar yang jauh melampaui besaran utang.

Bagi Oaktree, gugatan ini menjadi tantangan hukum yang tidak sederhana. Sementara bagi Steven Zhang, proses tersebut menjadi upaya terakhir untuk memperoleh kompensasi setelah kehilangan kendali atas klub yang dipimpinnya selama bertahun-tahun.

Kini, perhatian publik Italia tertuju pada hasil penilaian tim ahli dan keputusan pengadilan yang akan menentukan apakah mantan pemilik Inter Milan berhak memperoleh bagian dari nilai fantastis klub tersebut.

Jika gugatan dikabulkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Inter Milan, tetapi juga dapat mengubah cara lembaga keuangan dan investor menyusun skema pembiayaan klub sepak bola di masa depan. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#steven zhang #oaktree capital #gugatan inter milan #inter milan