RADARBANYUWANGI.ID – Chelsea kembali bergerak agresif di bursa transfer musim panas. Kali ini, gelandang muda Crystal Palace, Adam Wharton, menjadi target utama The Blues setelah peluang merekrut sang pemain dinilai semakin terbuka menyusul mundurnya Liverpool dari persaingan.
Manajemen Chelsea dilaporkan telah menjalin komunikasi dengan perwakilan Wharton untuk membahas kemungkinan transfer. Meski demikian, negosiasi diperkirakan tidak akan berjalan mudah karena Crystal Palace masih bersikeras mempertahankan salah satu aset berharganya tersebut.
Situasi ini muncul di tengah perubahan komposisi lini tengah Chelsea. Klub asal London Barat itu dikabarkan telah menyepakati penjualan Andrey Santos ke Manchester United dengan nilai transfer mencapai £50 juta atau sekitar Rp1,1 triliun. Selain itu, masa depan Enzo Fernandez juga masih menjadi tanda tanya sehingga Chelsea mulai menyiapkan opsi pengganti sejak dini.
Chelsea Sudah Lama Mengagumi Adam Wharton
Ketertarikan Chelsea terhadap Adam Wharton bukanlah cerita baru. Klub yang kini terus membangun skuad muda tersebut telah memantau perkembangan gelandang Timnas Inggris itu sejak beberapa musim terakhir.
Menurut laporan CaughtOffside, Chelsea tetap menjaga komunikasi dengan agen Wharton untuk mengetahui syarat-syarat yang memungkinkan transfer dapat direalisasikan pada musim panas ini.
Namun, Crystal Palace masih berada di posisi yang kuat. Klub berjuluk The Eagles itu semakin yakin dapat mempertahankan Wharton hingga musim depan karena belum ada tawaran yang benar-benar memenuhi valuasi mereka.
Wharton sendiri bergabung dengan Crystal Palace dari Blackburn Rovers pada bursa transfer Januari 2024. Sejak saat itu, perkembangan kariernya melesat pesat.
Gelandang berusia muda tersebut telah mencatat 96 penampilan di seluruh kompetisi, menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh di lini tengah Palace.
Liverpool Mulai Mengalihkan Fokus
Adam Wharton sempat menjadi incaran sejumlah klub elite Premier League. Namun, persaingan kini mulai berubah.
Tottenham Hotspur sebelumnya menunjukkan minat serius. Akan tetapi, Spurs diyakini tidak lagi mengejar Wharton setelah menginvestasikan sekitar £185 juta atau lebih dari Rp4 triliun untuk mendatangkan Mateus Fernandes dan Sandro Tonali.
Manchester United juga sempat dikaitkan dengan sang gelandang. Namun, Setan Merah kini lebih fokus menyelesaikan transfer Andrey Santos dari Chelsea, sekaligus mempertimbangkan target lini tengah lainnya setelah negosiasi untuk Ederson diperkirakan gagal terealisasi.
Liverpool pun sempat berada di posisi terdepan. Bahkan, The Reds dikabarkan siap mengajukan tawaran melebihi £70 juta atau sekitar Rp1,55 triliun pada pertengahan Juni lalu.
Namun, prioritas Liverpool kini berubah. Manajemen lebih memilih memperkuat sektor penyerangan sehingga minat terhadap Wharton mulai mereda.
Meski demikian, peluang Liverpool kembali masuk dalam perburuan belum sepenuhnya tertutup. Situasi itu bisa berubah apabila Curtis Jones atau Alexis Mac Allister meninggalkan Anfield sebelum jendela transfer ditutup.
Chelsea Berpeluang Memimpin Perburuan
Mundurnya beberapa pesaing utama memberikan keuntungan tersendiri bagi Chelsea. The Blues kini menjadi salah satu klub yang paling aktif menjajaki peluang merekrut Wharton. Meski demikian, tantangan terbesar bukan datang dari klub pesaing, melainkan dari sikap Crystal Palace yang belum memiliki keinginan melepas pemain andalannya.
Palace memahami nilai strategis Wharton sebagai fondasi proyek jangka panjang mereka. Karena itu, klub London Selatan tersebut diperkirakan hanya akan membuka pintu negosiasi apabila menerima tawaran yang benar-benar sesuai dengan harga yang mereka tetapkan.
Bagi Chelsea, transfer ini bukan sekadar mencari pengganti apabila Enzo Fernandez hengkang atau setelah Andrey Santos dilepas. Kehadiran Wharton juga sejalan dengan strategi klub yang terus mengumpulkan pemain muda bertalenta untuk membangun fondasi tim dalam jangka panjang.
Apabila Liverpool benar-benar mengakhiri ketertarikannya dan Manchester United memilih fokus pada target lain, Chelsea memiliki peluang paling besar untuk memimpin perburuan. Namun, hingga saat ini, kesepakatan masih bergantung pada kesediaan Crystal Palace menurunkan tuntutan harga yang dinilai sangat tinggi. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi