Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pep Guardiola ke Timnas Italia? Maldini dan Leonardo Siapkan Proyek Revolusi Gli Azzurri

Niklaas Andries • Senin, 13 Juli 2026 | 07:44 WIB
JOB BARU: Pep Guardiola dikaitkan latih timnas Italia
JOB BARU: Pep Guardiola dikaitkan latih timnas Italia

RADARBANYUWANGI.ID - Nama Pep Guardiola kembali menjadi perbincangan hangat di sepak bola Eropa. Kali ini bukan karena kiprahnya bersama Manchester City, melainkan munculnya wacana mengejutkan yang mengaitkan pelatih asal Spanyol itu dengan kursi pelatih timnas Italia.

Ide yang awalnya sekadar spekulasi kini mulai dipandang sebagai kemungkinan nyata apabila Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mampu membangun proyek olahraga yang cukup menarik bagi Guardiola.

Berbeda dengan pelatih lain yang lebih mengutamakan nilai kontrak, Guardiola diyakini lebih tertarik pada tantangan besar. Itulah yang membuat peluang melatih Gli Azzurri dinilai tidak sepenuhnya mustahil, meski secara finansial Italia sulit menandingi penghasilannya di Manchester City.

Dari Sebuah Wacana Menjadi Proyek Besar

Gagasan menghadirkan Guardiola ke bangku pelatih Timnas Italia berkembang dari sekadar spekulasi menjadi ide yang mulai diperhitungkan.

Dalam skenario tersebut, dua legenda sepak bola dunia, Paolo Maldini dan Leonardo, disebut-sebut akan memegang peran penting dalam merancang arah baru sepak bola Italia. Keduanya dinilai memiliki pengalaman, jaringan internasional, serta pemahaman teknis yang mumpuni untuk membangun kembali kekuatan Gli Azzurri.

Italia dinilai membutuhkan revolusi setelah mengalami berbagai periode yang tidak konsisten di level internasional. Karena itu, Guardiola dianggap sebagai sosok yang tepat untuk memimpin perubahan.

Pelatih berusia 55 tahun tersebut telah membangun reputasi sebagai ahli dalam melakukan transformasi tim, mulai dari Barcelona, Bayern Munchen, hingga Manchester City.

Tantangan Lebih Penting daripada Uang

Pertanyaan terbesar tentu menyangkut faktor ekonomi. Pada musim terakhirnya di Manchester City, Guardiola menerima gaji sekitar 24,8 juta euro bruto per tahun, angka yang jelas berada jauh di luar kemampuan finansial FIGC.

Meski klub-klub Serie A dikabarkan siap membantu pendanaan untuk mendatangkan pelatih baru Timnas Italia, kontribusi tersebut diyakini tidak akan cukup untuk menyamai penghasilan Guardiola di Inggris. Namun, dalam kasus Guardiola, uang bukan selalu menjadi faktor utama.

Pelatih asal Catalonia itu sejak lama tidak pernah menyembunyikan keinginannya untuk suatu saat menangani sebuah tim nasional. Bahkan, kesempatan tersebut disebut hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. Bagi Guardiola, proyek sepak bola yang menarik sering kali lebih penting dibandingkan besarnya nilai kontrak.

Guardiola Selalu Tertarik Melatih Tim Nasional

Selama bertahun-tahun Guardiola beberapa kali mengisyaratkan ketertarikannya melatih tim nasional pada fase tertentu dalam kariernya.

Jika selama ini kesempatan tersebut belum datang, kondisi Timnas Italia yang tengah mencari identitas baru bisa menjadi momentum yang tepat. Melatih negara dengan sejarah empat gelar Piala Dunia tentu menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan menangani klub.

Mengembalikan Italia ke jajaran elite sepak bola dunia akan menjadi proyek prestisius yang sejalan dengan karakter Guardiola, yang dikenal selalu tertarik membangun kembali tim dan menciptakan filosofi permainan baru.

Peran Maldini dan Leonardo Bisa Menjadi Pembeda

Faktor lain yang dianggap dapat membuka peluang adalah hubungan personal. Dalam dunia sepak bola, komunikasi antartokoh sering kali mampu mengubah situasi yang sebelumnya tampak mustahil. Paolo Maldini, Leonardo, dan Guardiola sama-sama memiliki reputasi besar di level internasional.

Dialog antara figur-figur yang memiliki visi sepak bola serupa diyakini dapat menjadi modal penting untuk meyakinkan Guardiola menerima tantangan baru.

Alih-alih hanya membahas besarnya kontrak, pembicaraan diperkirakan akan lebih berfokus pada proyek jangka panjang, filosofi permainan, hingga upaya membangun kembali kejayaan Timnas Italia.

Misi Besar yang Lebih Realistis daripada Sekadar Nominal Gaji

Secara ekonomi, peluang Italia merekrut Guardiola memang sangat kecil apabila hanya mengandalkan kekuatan finansial federasi.

Namun sejarah menunjukkan Guardiola bukan sosok yang semata-mata mengejar kontrak terbesar. Ia memilih proyek yang memberikan ruang untuk membangun identitas permainan dan meninggalkan warisan sepak bola.

Jika FIGC benar-benar membentuk struktur teknis yang kuat dengan melibatkan figur seperti Maldini dan Leonardo, peluang tersebut setidaknya berubah dari sekadar mimpi menjadi opsi yang layak dipertimbangkan.

Bagi Italia, kehadiran Guardiola bukan hanya soal mengganti pelatih, melainkan memulai revolusi sepak bola nasional. Sementara bagi Guardiola sendiri, membawa Gli Azzurri kembali menjadi kekuatan dunia bisa menjadi tantangan terbesar dalam kariernya setelah era panjang yang penuh kesuksesan di level klub. (*)

Editor : Niklaas Andries
#paolo maldini #timnas italia #manchester city #pep guardiola