RADARBANYUWANGI.ID - Nama Jarell Quansah semakin mencuri perhatian sebagai salah satu bek muda terbaik yang dimiliki Inggris. Di balik penampilannya yang tenang dan tangguh di lapangan, tersimpan kisah menarik tentang identitas, warisan keluarga, dan pilihan kewarganegaraan yang membentuk perjalanan kariernya.
Bek yang lahir di Warrington, Inggris, itu ternyata memiliki darah keturunan Ghana dari garis ayahnya. Bahkan, sepak bola sudah mengalir dalam keluarganya sejak beberapa dekade lalu karena sang kakek, Samuel Quansah, merupakan mantan pemain internasional Timnas Ghana pada era 1950-an.
Meski memiliki akar Afrika yang kuat, Jarell Quansah akhirnya memilih membela Timnas Inggris, negara tempat ia lahir dan berkembang sebagai pesepak bola profesional.
Lahir di Inggris, Tumbuh Bersama Sistem Sepak Bola Modern
Jarell Amorin Quansah lahir pada 29 Januari 2003 di Warrington, Cheshire, Inggris.
Sejak usia muda, bakatnya sudah terlihat hingga akhirnya bergabung dengan akademi Liverpool. Di sana, ia berkembang menjadi bek tengah modern yang memiliki postur ideal, kemampuan membaca permainan, distribusi bola yang baik, dan ketenangan saat menguasai bola.
Perkembangannya membuat Quansah menjadi salah satu lulusan akademi yang berhasil menembus level tertinggi sepak bola Inggris.
Darah Ghana Mengalir dari Garis Ayah
Meski lahir dan besar di Inggris, Quansah tidak pernah lepas dari akar keluarganya.
Ayahnya berasal dari keluarga berdarah Ghana. Hubungan itu semakin istimewa karena sang kakek dari pihak ayah, Samuel Quansah, pernah menjadi pemain Tim Nasional Ghana pada era 1950-an.
Warisan tersebut menjadikan sepak bola bukan sekadar profesi, tetapi juga bagian dari sejarah keluarga yang telah berlangsung lintas generasi.
Bagi banyak penggemar sepak bola Ghana, fakta tersebut sempat memunculkan harapan agar Quansah suatu hari memilih mengenakan seragam The Black Stars.
Bisa Membela Empat Negara
Keunikan latar belakang keluarga membuat Quansah memenuhi syarat membela lebih dari satu negara di level internasional.
Selain Inggris, ia memiliki peluang memperkuat Ghana melalui garis keturunan ayahnya.
Tak hanya itu, latar belakang keluarganya juga membuatnya memenuhi syarat membela Skotlandia dan Barbados sesuai ketentuan kelayakan internasional dalam sepak bola.
Situasi seperti ini bukan hal yang langka di era sepak bola modern. Banyak pemain muda memiliki lebih dari satu opsi negara akibat perpindahan keluarga lintas generasi.
Mengapa Memilih Timnas Inggris?
Meski memiliki beberapa pilihan, Quansah akhirnya menetapkan hati untuk memperkuat Timnas Inggris.
Keputusan tersebut dipengaruhi oleh perjalanan kariernya yang sejak kecil berada dalam sistem pembinaan sepak bola Inggris.
Ia mengikuti berbagai kelompok umur Timnas Inggris sebelum akhirnya dipercaya naik ke level yang lebih tinggi.
Bagi Quansah, membela Inggris merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah dijalaninya sejak usia belia.
Warisan Keluarga Tetap Menjadi Kebanggaan
Memilih Inggris bukan berarti Quansah meninggalkan identitas keluarganya.
Sebaliknya, akar Ghana tetap menjadi bagian penting dari kisah hidupnya. Nama keluarga Quansah memiliki sejarah tersendiri dalam sepak bola Afrika berkat kiprah sang kakek bersama Timnas Ghana.
Hal itu menjadikan Quansah sebagai simbol generasi baru pesepak bola multikultural yang mampu membawa lebih dari satu identitas budaya dalam perjalanan kariernya.
Wajah Baru Bek Masa Depan Inggris
Dengan usia yang masih muda, kemampuan membaca permainan yang matang, serta pengalaman bermain di level elite, Quansah dipandang sebagai salah satu calon pilar pertahanan Inggris pada masa depan.
Di sisi lain, kisah keluarganya menunjukkan bagaimana sepak bola modern semakin dipenuhi pemain dengan latar belakang multikultural.
Jarell Quansah bukan hanya dikenal sebagai bek berbakat, tetapi juga sebagai representasi generasi baru yang menghubungkan sejarah sepak bola Ghana, Inggris, Skotlandia, dan Barbados dalam satu perjalanan karier yang unik. (*)
Editor : Ali Sodiqin