RADARBANYUWANGI.ID - Miami akan menjadi saksi salah satu laga paling menarik di babak perempat final Piala Dunia 2026. Norwegia yang sedang menikmati pencapaian terbaik sepanjang sejarahnya akan menantang Inggris di Hard Rock Stadium, Sabtu (12/7) malam waktu setempat.
Pertarungan ini bukan sekadar duel dua negara Eropa, tetapi juga adu tajam dua mesin gol dunia, Erling Haaland dan Harry Kane, demi satu tempat di semifinal menghadapi Argentina atau Swiss.
Inggris datang ke Florida dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan tuan rumah bersama Meksiko melalui kemenangan dramatis 3-2 pada babak 16 besar.
Skuad asuhan Thomas Tuchel berhasil melewati berbagai tekanan, mulai dari atmosfer Stadion Azteca, krisis bek kanan, hingga jadwal pertandingan yang dinilai kurang menguntungkan.
Meski hanya menguasai bola 33,2 persen, catatan terendah Inggris sepanjang sejarah penampilan mereka di Piala Dunia, The Three Lions tampil sangat efektif melalui serangan balik cepat.
Jude Bellingham mencetak dua gol, Harry Kane kembali menunjukkan ketenangannya dari titik penalti, sedangkan Dan Burn tampil kokoh di lini belakang. Inggris pun melangkah ke perempat final Piala Dunia untuk ke-11 kalinya.
Statistik tersebut menunjukkan perubahan identitas permainan Inggris di bawah Tuchel. Mereka tak lagi memaksakan dominasi penguasaan bola, melainkan lebih pragmatis dan efisien ketika menyerang.
Kini Inggris membawa modal tiga kemenangan beruntun dengan selalu mencetak sedikitnya dua gol di setiap pertandingan. Dalam tujuh laga terakhir di semua ajang, mereka mengemas enam kemenangan dan hanya sekali bermain imbang tanpa gol melawan Ghana. Meski demikian, ada satu catatan yang masih menghantui Inggris.
Lima dari enam kegagalan terakhir mereka di fase gugur Piala Dunia selalu datang ketika menghadapi sesama negara Eropa. Statistik itu menjadi peringatan bahwa menghadapi Norwegia tidak akan semudah saat menaklukkan Meksiko.
Norwegia Ukir Sejarah Bersama Haaland
Di sisi lain, Norwegia sedang menikmati era emas mereka. Tim besutan Stale Solbakken sukses menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah setelah mengalahkan Brasil 2-1.
Erling Haaland kembali menjadi pembeda. Striker Manchester City itu mencetak dua gol, termasuk penyelesaian klinis yang membuat Brasil tak mampu bangkit. Penalti Neymar pada menit ke-100 hanya menjadi hiburan bagi juara dunia lima kali tersebut.
Kemenangan itu sekaligus mempertahankan rekor unik Norwegia yang belum pernah kalah dari Brasil di level senior putra.
Sepanjang turnamen, Norwegia tampil sangat agresif. Mereka sudah mencetak 12 gol, tetapi juga kebobolan sembilan kali dalam lima pertandingan.
Karakter permainan menyerang itu membuat setiap laga Norwegia selalu berlangsung terbuka. Namun, sejarah belum berpihak kepada mereka saat menghadapi sesama wakil Eropa di Piala Dunia.
Satu-satunya kekalahan Norwegia pada turnamen ini justru terjadi ketika dihajar Prancis 1-4. Selain itu, mereka belum pernah mengalahkan negara Eropa di putaran final Piala Dunia.
Duel Haaland vs Kane Jadi Sorotan
Laga ini juga menghadirkan pertarungan dua predator kotak penalti terbaik dunia. Haaland tampil luar biasa dengan koleksi tujuh gol. Ketajamannya semakin terlihat dari efektivitas penyelesaian akhir mencapai 39 persen dari total tembakan, menjadi yang terbaik bagi pemain dengan minimal 15 percobaan di Piala Dunia sejak Gary Lineker pada edisi 1986.
Sementara itu, Harry Kane tetap menjadi tumpuan utama Inggris dalam mencetak gol sekaligus membuka ruang bagi rekan-rekannya. Pertemuan kedua striker elite tersebut diprediksi menjadi faktor penentu hasil pertandingan.
Rekor Pertemuan Masih Milik Inggris
Secara historis, Inggris jauh lebih dominan. The Three Lions memenangkan tujuh dari sembilan pertemuan melawan Norwegia, sementara tim Skandinavia hanya dua kali menang. Bahkan, Norwegia gagal mencetak gol dalam empat pertemuan terakhir melawan Inggris.
Pertemuan terakhir kedua negara terjadi pada laga persahabatan tahun 2014 yang dimenangkan Inggris 1-0 berkat gol penalti Wayne Rooney. Meski demikian, performa Norwegia saat ini jauh berbeda dibanding satu dekade lalu.
Dengan kreativitas Martin Odegaard, keseimbangan Sander Berge, serta ketajaman Haaland, mereka memiliki kualitas untuk merepotkan pertahanan Inggris.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Inggris dipastikan kehilangan Jarell Quansah setelah bek Bayer Leverkusen tersebut menerima kartu merah langsung saat menghadapi Meksiko.
Jordan Henderson juga harus mengakhiri turnamen lebih cepat akibat cedera pergelangan tangan yang memerlukan operasi.
Reece James masih diragukan karena masalah hamstring sehingga Djed Spence berpeluang menjadi starter di sektor kanan. Sementara Marc Guehi dan Declan Rice sudah kembali berlatih sehingga diperkirakan siap tampil.
Di kubu Norwegia, David Moller Wolfe yang sempat mengalami cedera saat melawan Brasil telah kembali menjalani latihan penuh.
Pelatih Stale Solbakken bahkan memiliki kemewahan dalam menentukan susunan pemain karena seluruh skuad berada dalam kondisi fit.
Oscar Bobb dan Andreas Schjelderup berpeluang masuk sebelas pertama setelah tampil impresif dari bangku cadangan pada laga sebelumnya.
Prediksi Susunan Pemain
Norwegia (4-2-3-1): Nyland; Ryerson, Ajer, Heggem, Wolfe; Berg, Berge; Bobb, Odegaard, Schjelderup; Haaland.
Inggris (4-2-3-1): Pickford; Spence, Konsa, Guehi, O'Reilly; Rice, Anderson; Saka, Bellingham, Gordon; Kane.
Prediksi Skor: Norwegia 2-2 Inggris (Inggris menang melalui adu penalti).
Secara kualitas skuad dan pengalaman bermain di turnamen besar, Inggris masih sedikit lebih unggul. Namun, Norwegia memiliki senjata mematikan berupa Haaland yang mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dengan satu peluang.
Pertandingan diperkirakan berlangsung terbuka karena kedua tim sama-sama memiliki lini depan tajam. Inggris kemungkinan akan Prediksi Skor: Norwegia 2-2 Inggris (Inggris menang melalui adu penalti).
Norwegia menguasai bola sebelum melancarkan serangan balik cepat melalui Bukayo Saka, Anthony Gordon, dan Jude Bellingham.
Sebaliknya, Norwegia akan mengandalkan kreativitas Odegaard untuk memasok bola kepada Haaland yang terus menunjukkan efektivitas luar biasa sepanjang turnamen.
Jika laga berjalan hingga babak adu penalti, pengalaman Inggris dalam menghadapi tekanan di turnamen besar bisa menjadi pembeda. (*)
Editor : Niklaas Andries