Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Prediksi Spanyol vs Belgia, Saling Jegal La Roja dan Setan Merah Demi Tiket Semifinal Piala Dunia 2026

Niklaas Andries • Jumat, 10 Juli 2026 | 06:50 WIB
LAWAN BERAT: Belgia akan hadapi Spanyol di babak 8 besar Piala Dunia 2026
LAWAN BERAT: Belgia akan hadapi Spanyol di babak 8 besar Piala Dunia 2026

RADARBANYUWANGI.ID – Aroma big match langsung terasa pada perempat final Piala Dunia 2026. Dua kekuatan sepak bola Eropa, Spanyol dan Belgia, akan saling berhadapan di Los Angeles, Jumat (11/7), demi satu tiket menuju semifinal menghadapi pemenang laga Prancis kontra Maroko.

Bagi Spanyol, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk semakin mendekati gelar juara dunia kedua setelah keberhasilan bersejarah pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Sementara itu, Belgia datang dengan misi menghapus label sebagai generasi emas yang gagal memenuhi ekspektasi.

Spanyol Tampil Nyaris Sempurna

Hampir 16 tahun setelah mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya, La Roja kembali menunjukkan kualitas sebagai salah satu kandidat utama juara.

Pasukan Luis de la Fuente melaju mulus dengan menjadi juara Grup H sebelum menyingkirkan Austria dan mengalahkan Portugal pada babak 16 besar.

Kemenangan atas Portugal terasa begitu spesial. Selain membalas kekalahan pada final UEFA Nations League tahun lalu, gol telat Mikel Merino memastikan Spanyol melaju ketika tekanan mencapai titik tertinggi.

Keberhasilan itu membawa Spanyol menembus perempat final Piala Dunia untuk keenam kalinya. Menariknya, setelah gagal melewati empat perempat final pertama sepanjang sejarah, mereka sukses menyingkirkan Paraguay pada edisi 2010 sebelum akhirnya menjadi juara dunia.

Namun kekuatan terbesar Spanyol kali ini bukan hanya kualitas individu. Pertahanan mereka benar-benar menjadi tembok yang sulit ditembus.

La Roja menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan satu gol pun sepanjang turnamen. Bahkan mereka telah mencatat enam clean sheet beruntun di Piala Dunia, sebuah rekor yang setara lebih dari 10 jam pertandingan tanpa kebobolan.

Dominasi penguasaan bola tetap menjadi identitas utama tim asuhan De la Fuente. Lawan dipaksa terus bertahan, kehilangan ritme permainan, hingga akhirnya menyerah oleh tekanan yang konsisten.

Tak hanya itu, sejak ditangani De la Fuente, Spanyol selalu memenangkan enam pertandingan fase gugur pada turnamen besar yang mereka jalani.

Rekor Pertemuan Berpihak kepada La Roja

Faktor sejarah juga menguntungkan Spanyol. Sejak kalah di Euro 1980, La Roja berhasil memenangkan sembilan dari sebelas pertemuan terakhir melawan Belgia.

Meski demikian, kedua negara terakhir kali bertemu hampir satu dekade lalu sehingga statistik tersebut belum tentu menjadi jaminan. Dalam sejarah Piala Dunia sendiri, keduanya sudah dua kali berhadapan dan sama-sama mengoleksi satu kemenangan.

Belgia Bangkit dari Bayang-Bayang Generasi Emas

Belgia datang ke Amerika Serikat membawa cerita berbeda. Kegagalan lolos dari fase grup Piala Dunia Qatar 2022 sempat dianggap sebagai penanda berakhirnya era generasi emas yang dihuni Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, hingga Thibaut Courtois.

Namun kenyataannya justru berbanding terbalik. Di bawah pelatih Rudi Garcia, Setan Merah bangkit luar biasa. Belgia menjuarai Grup G sebelum menang dramatis 3-2 atas Senegal melalui gol kapten Youri Tielemans pada masa injury time, yang tercatat sebagai gol paling telat dalam sejarah Piala Dunia.

Momentum itu berlanjut ketika mereka menghancurkan tuan rumah Amerika Serikat dengan skor telak 4-1.

Keputusan Garcia mencadangkan Kevin De Bruyne, Jeremy Doku, dan Romelu Lukaku sempat menuai kritik. Namun perjudian itu berbuah manis.

Charles De Ketelaere mencetak dua gol, Hans Vanaken ikut menyumbang satu gol, sedangkan Lukaku masuk dari bangku cadangan untuk mencetak gol ketiganya secara beruntun sebagai pemain pengganti.

Kini Belgia telah mencatat 18 pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi dan kembali bermimpi mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Kondisi Terkini Kedua Tim

Spanyol diperkirakan tidak melakukan banyak perubahan. Luis de la Fuente masih mempercayai kerangka tim yang tampil konsisten sepanjang turnamen. Perdebatan hanya terjadi pada siapa yang akan mengisi lini tengah antara Marcos Llorente, Fabian Ruiz, atau Mikel Merino yang menjadi pahlawan kemenangan atas Portugal.

Nico Williams masih belum mencapai kondisi terbaik setelah cedera otot adductor sehingga kemungkinan kembali mengawali laga dari bangku cadangan. Sebaliknya, sensasi muda Lamine Yamal dipastikan mengisi sisi kanan serangan.

Di lini depan, Mikel Oyarzabal sedang berada dalam performa luar biasa dengan terlibat dalam 23 gol dari 17 penampilan terakhirnya sebagai starter bersama tim nasional.

Di kubu Belgia, Charles De Ketelaere diperkirakan tetap dipercaya sebagai false nine. Romelu Lukaku kembali disiapkan sebagai supersub meski baru saja mencetak gol internasional ke-93.

Kevin De Bruyne berpeluang kembali menjadi starter setelah hanya menjadi pemain cadangan ketika menghadapi Amerika Serikat. Namun Belgia kehilangan Amadou Onana yang mengalami cedera ACL sehingga lini tengah harus mengalami perubahan.

Perkiraan Susunan Pemain

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.

Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois; Timothy Castagne, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, Maxim De Cuyper; Hans Vanaken, Youri Tielemans; Dodi Lukebakio, Kevin De Bruyne, Leandro Trossard; Charles De Ketelaere.

Prediksi Skor: Spanyol 1-0 Belgia

Laga ini diperkirakan berlangsung ketat dan minim gol. Spanyol kemungkinan kembali menguasai penguasaan bola sambil menekan Belgia secara perlahan. Filosofi permainan De la Fuente yang mengutamakan kontrol tempo membuat lawan sering kehilangan ruang untuk membangun serangan.

Di sisi lain, Belgia memiliki kualitas individu yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam satu momen, terutama melalui kreativitas Kevin De Bruyne maupun ketajaman Charles De Ketelaere yang sedang percaya diri.

Meski demikian, disiplin organisasi permainan Spanyol, kestabilan lini belakang, serta efektivitas mereka dalam memanfaatkan peluang membuat La Roja sedikit lebih difavoritkan melangkah ke semifinal.

Spanyol diprediksi menang tipis melalui pertandingan yang berlangsung tak banyak menghasilkan peluang. Solidnya pertahanan La Roja dan dominasi penguasaan bola diyakini menjadi pembeda dalam duel sesama raksasa Eropa ini. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#spanyol vs belgia #prediksi spanyol vs belgia #piala dunia 2026 #La Roja #belgia