RADARBANYUWANGI.ID – Timnas Spanyol datang sebagai favorit saat menghadapi Belgia pada laga perempat final Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, California, Sabtu (11/7) pukul 02.00 WIB. Berbekal performa konsisten, rekor pertemuan yang superior, serta kedalaman skuad yang merata, La Roja diprediksi selangkah lebih dekat menuju semifinal.
Pertandingan ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Belgia yang mulai menemukan performa terbaiknya setelah sempat terseok pada fase grup. Namun, menghadapi Spanyol yang belum terkalahkan dalam waktu normal selama 35 pertandingan jelas bukan pekerjaan mudah.
La Roja menembus delapan besar setelah menyingkirkan Portugal lewat gol dramatis Mikel Merino pada masa injury time babak 16 besar. Kemenangan tersebut memperpanjang dominasi Spanyol yang belum tersentuh kekalahan dalam 90 menit sejak takluk dari Kolombia pada laga uji coba tahun 2024.
Status sebagai juara Eropa semakin mengukuhkan posisi tim asuhan Luis de la Fuente sebagai salah satu kandidat terkuat peraih gelar Piala Dunia 2026. Permainan kolektif, penguasaan bola yang matang, serta kedalaman pemain di setiap lini menjadi kekuatan utama Spanyol sepanjang turnamen.
Di kubu seberang, Belgia menunjukkan grafik performa yang terus meningkat. Setelah dua laga awal fase grup hanya berakhir imbang, The Red Devils bangkit dengan penampilan meyakinkan, termasuk kemenangan telak 4-1 atas tuan rumah Amerika Serikat pada babak 16 besar.
Hasil tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Belgia menjadi 18 pertandingan di semua kompetisi. Meski demikian, konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah karena tiga dari lima laga terakhir mereka berakhir imbang dalam waktu normal.
Secara historis, statistik juga berpihak kepada Spanyol. La Roja memenangi lima pertemuan terakhir atas Belgia dan tidak pernah kalah dalam delapan pertemuan beruntun. Catatan itu menjadi modal psikologis penting menjelang duel hidup-mati di California.
Di lini depan, Spanyol diperkirakan kembali mengandalkan kreativitas Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Alex Baena untuk menopang Mikel Oyarzabal sebagai ujung tombak. Variasi serangan yang dimiliki La Roja menjadi salah satu alasan mereka lebih difavoritkan.
Sementara itu, Belgia berharap pada ketajaman Charles De Ketelaere. Penyerang Atalanta tersebut tampil tajam dengan mencetak dua gol saat menyingkirkan Amerika Serikat dan diprediksi kembali menjadi tumpuan serangan The Red Devils.
Dari sisi statistik turnamen, Belgia cukup produktif dengan torehan 13 gol dalam lima pertandingan. Namun, mereka akan menghadapi ujian berat karena Spanyol datang dengan catatan lima clean sheet secara beruntun, menjadikan lini pertahanan La Roja sebagai salah satu yang paling solid di Piala Dunia 2026.
Bursa taruhan internasional juga menempatkan Spanyol sebagai unggulan untuk memenangkan pertandingan. Salah satu pilihan yang banyak diprediksi adalah kedua tim sama-sama mencetak gol (Both Teams to Score/BTTS), mengingat produktivitas Belgia dan kualitas lini depan Spanyol.
Faktor Penentu
Duel diperkirakan berlangsung terbuka dengan intensitas tinggi. Belgia memiliki kemampuan melakukan transisi cepat dan memanfaatkan ruang melalui Charles De Ketelaere, sedangkan Spanyol mengandalkan penguasaan bola, kesabaran membangun serangan, dan kreativitas pemain mudanya.
Jika mampu mempertahankan disiplin bertahan seperti pada lima laga sebelumnya, peluang La Roja melangkah ke semifinal akan semakin besar. Sebaliknya, Belgia harus tampil jauh lebih efektif dalam memanfaatkan setiap peluang untuk mematahkan dominasi Spanyol.
Prediksi Skor
Melihat performa sepanjang turnamen, kualitas individu, serta rekor pertemuan yang sangat berpihak kepada La Roja, Spanyol masih layak diunggulkan. Meski Belgia diprediksi mampu memberikan perlawanan sengit, pengalaman dan konsistensi permainan Spanyol diyakini menjadi pembeda.
Prediksi skor: Spanyol 2-1 Belgia.
Editor : Ali Sodiqin