RADARBANYUWANGI.ID - Nama Erling Haaland kembali menjadi sorotan dunia setelah membawa Timnas Norwegia melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Ketajamannya di depan gawang, rekor demi rekor yang terus dipecahkan, hingga kiprahnya bersama Manchester City menjadikan penyerang berusia 25 tahun itu sebagai salah satu pesepak bola paling menakutkan di era modern. Siapa sebenarnya Erling Haaland dan bagaimana perjalanan kariernya hingga menjadi mesin gol kelas dunia?
Erling Braut Haaland lahir di Leeds, Inggris, pada 21 Juli 2000. Meski lahir di Negeri Ratu Elizabeth, Haaland memilih membela Timnas Norwegia, negara asal kedua orang tuanya.
Bakat sepak bola mengalir kuat dari keluarganya. Sang ayah, Alf-Inge Haaland, merupakan mantan pemain profesional yang pernah membela Leeds United, Nottingham Forest, dan Manchester City di Liga Inggris. Sementara ibunya, Gry Marita Braut, adalah mantan atlet heptathlon nasional Norwegia.
Dengan latar belakang keluarga atlet, Haaland tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan disiplin, kerja keras, dan semangat kompetisi sejak usia dini.
Karier sepak bolanya dimulai di klub Bryne FK, tempat bakatnya mulai terasah. Penampilannya yang impresif membuat Molde FK merekrutnya. Di bawah pembinaan pelatih Ole Gunnar Solskjaer, kemampuan Haaland berkembang pesat.
Perjalanan kariernya berlanjut ke Red Bull Salzburg di Austria. Di klub inilah namanya mulai dikenal dunia setelah tampil luar biasa di Liga Champions Eropa dengan torehan gol yang mengundang perhatian klub-klub elite.
Borussia Dortmund kemudian menjadi pelabuhan berikutnya. Bersama klub Jerman tersebut, Haaland menjelma sebagai salah satu striker paling tajam di Eropa berkat kombinasi kecepatan, kekuatan fisik, dan penyelesaian akhir yang mematikan.
Puncak kariernya datang ketika bergabung dengan Manchester City pada 2022. Bersama klub asuhan Pep Guardiola itu, Haaland langsung mencetak sejarah.
Ia menjadi pemain tercepat yang mencapai 50 gol di Liga Inggris, memecahkan berbagai rekor produktivitas, serta membawa Manchester City meraih gelar Liga Inggris, Piala FA, hingga Liga Champions Eropa dalam periode yang relatif singkat.
Tidak hanya di level klub, Haaland juga menjadi tumpuan utama Timnas Norwegia. Penyerang bertinggi 195 sentimeter itu sukses membawa negaranya kembali tampil di Piala Dunia setelah penantian panjang selama 28 tahun.
Pada Piala Dunia 2026, Haaland menunjukkan kelasnya sebagai penyerang elite. Ketajamannya membawa Norwegia mencetak sejarah baru dengan melaju ke babak perempat final.
Salah satu penampilan terbaiknya hadir saat menghadapi Brasil pada babak 16 besar. Dua gol yang dicetaknya memastikan kemenangan Norwegia sekaligus menghentikan langkah lima kali juara dunia tersebut.
Tambahan dua gol itu membuat koleksi gol Haaland di Piala Dunia 2026 mencapai tujuh. Catatan tersebut menempatkannya sejajar dengan para pencetak gol terbanyak turnamen dan memperkuat posisinya sebagai kandidat kuat peraih Sepatu Emas.
Di balik ketajamannya, Haaland dikenal memiliki gaya hidup yang sangat disiplin. Ia menjaga pola makan tinggi protein, memperhatikan kualitas tidur, dan menjalani program pemulihan fisik secara konsisten agar mampu tampil maksimal di setiap pertandingan.
Kombinasi fisik yang kuat, kecepatan di atas rata-rata, kemampuan membaca ruang, serta insting mencetak gol membuatnya dijuluki sebagai salah satu predator kotak penalti paling mematikan di dunia.
Meski baru berusia 25 tahun, koleksi prestasi Haaland sudah sangat lengkap. Ia telah memenangkan hampir seluruh trofi bergengsi di level klub bersama Manchester City dan kini mengincar pencapaian yang lebih besar bersama Timnas Norwegia.
Perjalanan Erling Haaland membuktikan bahwa bakat besar yang dipadukan dengan kerja keras, disiplin, dan konsistensi mampu melahirkan seorang pesepak bola kelas dunia. Dengan usia yang masih relatif muda, peluang Haaland untuk terus memecahkan rekor dan menambah koleksi gelarnya masih terbuka lebar, menjadikannya salah satu ikon sepak bola yang akan terus mewarnai panggung dunia dalam beberapa tahun ke depan. (*)
Editor : Ali Sodiqin