Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Latih Manchester City, Enzo Maresca Janji Lanjutkan Filosofi Pep Guardiola

Niklaas Andries • Selasa, 7 Juli 2026 | 07:34 WIB
LANJUTKAN TRADISI: Enzo Maresca tetap gunakan filosofi Pep Guardiola di Manchester City (Manchester City)
LANJUTKAN TRADISI: Enzo Maresca tetap gunakan filosofi Pep Guardiola di Manchester City (Manchester City)

RADARBANYUWANGI.ID - Enzo Maresca menegaskan bahwa dirinya tidak datang ke Manchester City untuk melakukan revolusi. Pelatih asal Italia itu justru berjanji mempertahankan filosofi sepak bola yang telah dibangun Pep Guardiola selama satu dekade terakhir, sekaligus melanjutkan tradisi kemenangan yang menjadikan City sebagai kekuatan dominan di Inggris dan Eropa.

Maresca resmi diumumkan sebagai pelatih kepala baru Manchester City pada Senin (7/7) setelah klub mencapai kesepakatan kompensasi dengan Chelsea. Ia menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun untuk menggantikan Guardiola yang mengakhiri masa baktinya setelah musim 2025/2026.

Penunjukan Maresca sebenarnya bukan kejutan besar. Sebelum membangun karier sebagai pelatih kepala, ia pernah menjadi asisten Guardiola di Etihad Stadium dan menjadi bagian dari fondasi taktik yang membawa City meraih berbagai gelar bergengsi.

Pengalaman tersebut menjadi alasan utama manajemen mempercayakan tongkat estafet kepadanya.

"Dugaan saya, salah satu alasan saya berada di sini adalah karena klub ingin mempertahankan gaya bermain dan filosofi sepak bola yang sama. Kami akan berusaha melakukan hal terpenting dalam sepak bola, yakni memenangkan pertandingan dan meraih prestasi besar," ujar Maresca dalam wawancara perdananya bersama media internal Manchester City.

Pelatih berusia 46 tahun itu menyadari tantangan yang menantinya tidaklah ringan. Menggantikan sosok sekelas Guardiola berarti harus menjaga standar tinggi yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

"Setiap hari akan menentukan bagaimana saya bekerja. Ini tantangan yang sangat besar karena kesuksesan klub dalam 10 hingga 15 tahun terakhir. Namun, di saat yang sama, ini juga tantangan yang sangat menarik. Target kami adalah melanjutkan pencapaian luar biasa yang telah diraih dalam satu dekade terakhir," lanjutnya.

Dipilih Karena Memahami Filosofi Guardiola

Keputusan Manchester City menunjuk Maresca menunjukkan bahwa klub lebih mengutamakan kesinambungan dibanding perubahan drastis.

Selama satu dekade terakhir, Guardiola membentuk identitas permainan City dengan dominasi penguasaan bola, pressing tinggi, rotasi posisi, serta pembangunan serangan dari lini belakang. Filosofi tersebut menghasilkan era paling sukses dalam sejarah klub.

Karena pernah bekerja langsung di bawah Guardiola, Maresca dinilai memahami setiap detail metode latihan maupun konsep permainan yang diterapkan City.

Dengan demikian, proses transisi diharapkan berlangsung lebih mulus dibanding menunjuk pelatih dengan pendekatan taktik yang sama sekali berbeda.

Bayang-Bayang Chelsea Sempat Mencuat

Sebelum pengumuman resmi dilakukan, perjalanan Maresca bersama Chelsea kembali menjadi sorotan.

Hubungannya dengan klub London Barat itu berakhir kurang harmonis. Chelsea bahkan merilis pernyataan resmi yang menggambarkan kepergian sang pelatih secara mendadak dari sudut pandang mereka.

Meski demikian, Maresca memilih tidak membahas polemik tersebut. Dalam wawancara pertamanya sebagai pelatih Manchester City, fokusnya sepenuhnya tertuju pada masa depan dan ambisi bersama juara Inggris tersebut.

Mewarisi Warisan Besar Guardiola

Pep Guardiola meninggalkan Manchester City setelah menjalani 10 musim penuh prestasi. Selama periode tersebut, pelatih asal Spanyol itu mempersembahkan 20 trofi, termasuk gelar Piala FA pada musim terakhirnya.

Warisan terbesar Guardiola bukan hanya koleksi trofi, melainkan identitas permainan yang mengubah Manchester City menjadi salah satu klub paling disegani di dunia.

Kini, Maresca memikul tanggung jawab besar untuk memastikan identitas tersebut tetap hidup sekaligus menjaga City tetap kompetitif di semua ajang.

Rekam Jejak Maresca Jadi Modal

Karier kepelatihan Maresca juga menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Ia sukses membawa Leicester City menjuarai Championship pada musim pertamanya dan mengembalikan klub itu ke kasta tertinggi Liga Inggris.

Pada musim panas 2024, Maresca menerima pinangan Chelsea. Bersama The Blues, ia mempersembahkan gelar UEFA Conference League dan FIFA Club World Cup sebelum mengakhiri masa jabatannya pada 1 Januari 2026. Prestasi tersebut menjadi modal penting saat memasuki babak baru bersama Manchester City.

Kontinuitas Lebih Penting daripada Revolusi

Penunjukan Maresca mengirimkan pesan jelas bahwa Manchester City tidak ingin kehilangan identitas yang telah dibangun Guardiola.

Alih-alih mencari pelatih dengan pendekatan berbeda, City memilih figur yang memahami sistem dari dalam. Langkah ini diyakini dapat meminimalkan risiko penurunan performa sekaligus menjaga stabilitas ruang ganti.

Namun, mempertahankan filosofi Guardiola bukan berarti tugas Maresca akan lebih mudah. Ekspektasi publik Etihad tetap tinggi: memenangkan gelar Liga Inggris, bersaing di Liga Champions, serta mempertahankan status sebagai salah satu klub terbaik dunia.

Era Guardiola telah berakhir, tetapi filosofi sepak bola yang ia wariskan dipastikan masih akan menjadi fondasi utama Manchester City di bawah kepemimpinan Enzo Maresca. (*)

Editor : Niklaas Andries
#pelatih manchester city #Enzo Maresca #liga inggris #manchester city #pep guardiola