RADARBANYUWANGI.ID - Nottingham Forest resmi membuka babak baru dengan menunjuk Oliver Glasner sebagai pelatih kepala. Juru taktik asal Austria itu datang ke City Ground dengan reputasi sebagai salah satu pelatih paling sukses di Eropa dalam beberapa tahun terakhir setelah mempersembahkan sejumlah trofi bergengsi di Inggris maupun kompetisi antarklub Eropa.
Keputusan Forest merekrut Glasner bukan sekadar pergantian pelatih. Klub berjuluk The Reds itu juga mencatat sejarah karena untuk pertama kalinya dipimpin oleh pelatih berkebangsaan Austria.
Pelatih berusia 51 tahun tersebut membawa pengalaman luar biasa dengan lebih dari 500 pertandingan sebagai pelatih kepala sejak memulai karier kepelatihannya pada 2014. Rekam jejaknya menunjukkan peningkatan konsisten di setiap klub yang ditanganinya, mulai dari Austria, Jerman, hingga akhirnya sukses di Premier League.
Karier Glasner sebagai pelatih dimulai bersama SV Ried, klub tempat ia mengakhiri karier bermainnya. Sebelum dipercaya sebagai pelatih utama, ia lebih dahulu menjabat asisten manajer dan asisten pelatih selama dua musim.
Kesempatan memimpin Ried datang pada musim 2014-2015 setelah kepergian Roger Schmidt ke Bayer Leverkusen. Pada musim pertamanya, Glasner mampu membawa Ried finis di posisi keenam Liga Austria.
Prestasi tersebut membuat LASK tertarik merekrutnya sebagai pelatih sekaligus direktur olahraga pada musim berikutnya. Di sinilah reputasinya mulai melesat.
Pada musim keduanya bersama LASK, Glasner berhasil mengantar klub promosi ke Bundesliga Austria. Tidak berhenti di situ, LASK finis di posisi keempat musim 2017-2018 sehingga kembali tampil di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak tahun 2000.
Musim berikutnya menjadi titik loncatan yang lebih besar. Glasner membawa LASK finis sebagai runner-up Liga Austria sekaligus lolos ke Liga Champions UEFA. Kesuksesan itu menarik perhatian klub Bundesliga Jerman, VfL Wolfsburg, yang kemudian merekrutnya pada 2019.
Sukses di Bundesliga Jerman
Bersama Wolfsburg, Glasner langsung menunjukkan kualitasnya. Setelah membawa tim finis di posisi ketujuh Bundesliga musim 2019-2020 serta mencapai babak 16 besar Liga Europa UEFA, performa Wolfsburg meningkat drastis pada musim berikutnya.
Ia sukses mengantar Die Wölfe finis di peringkat keempat Bundesliga sehingga kembali tampil di Liga Champions UEFA. Kesuksesan tersebut menjadi tiket menuju salah satu fase terbaik dalam kariernya ketika menangani Eintracht Frankfurt.
Di Frankfurt, Glasner mencatat sejarah dengan membawa klub meraih kemenangan tandang atas Bayern München untuk pertama kalinya dalam 21 tahun.
Namun pencapaian terbesar datang pada musim 2021/2022 saat Frankfurt menjuarai Liga Europa UEFA. Dalam perjalanan menuju final, mereka menyingkirkan Barcelona dan West Ham United sebelum mengalahkan Rangers melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.
Gelar tersebut menjadi trofi Eropa kedua sepanjang sejarah Frankfurt sekaligus mengantar klub kembali ke Liga Champions.
Pada musim berikutnya, Frankfurt lolos hingga babak 16 besar Liga Champions setelah bersaing dengan Tottenham Hotspur, Olympique Marseille, dan Sporting CP di fase grup. Langkah mereka kemudian dihentikan Napoli yang akhirnya menjadi juara Serie A Italia.
Glasner juga membawa Frankfurt mencapai final DFB-Pokal, meski harus mengakui keunggulan RB Leipzig dengan skor 0-2.
Menaklukkan Inggris
Februari 2024 menjadi awal petualangan Glasner di Premier League. Kariernya di Inggris berkembang sangat cepat. Ia sukses mempersembahkan gelar Piala FA setelah timnya mengalahkan Manchester City 1-0 pada final 2025.
Beberapa bulan kemudian, ia kembali menambah koleksi trofi melalui kemenangan adu penalti atas Liverpool pada ajang FA Community Shield.
Prestasi Glasner semakin lengkap pada musim 2025/2026 ketika membawa timnya menjadi juara UEFA Conference League usai menundukkan Rayo Vallecano 1-0 di partai final. Gelar tersebut menjadi trofi Eropa kedua dalam karier kepelatihannya.
Tantangan Baru di Nottingham Forest
Kini Glasner memulai tantangan baru bersama Nottingham Forest. Manajemen Forest berharap pengalaman panjang pelatih asal Austria itu mampu mengangkat daya saing klub di Premier League sekaligus membawa The Reds kembali bersaing memperebutkan tiket kompetisi Eropa.
Dengan koleksi trofi di Inggris dan Eropa, pengalaman menangani lebih dari 500 pertandingan, serta rekam jejak membangun klub dari level domestik hingga kompetisi elite, Glasner datang ke City Ground bukan sekadar sebagai pelatih baru, tetapi sebagai simbol ambisi baru Nottingham Forest.
Penunjukannya juga menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya klub tersebut dipimpin oleh seorang pelatih berkebangsaan Austria. Ekspektasi besar pun kini mengiringi perjalanan Glasner untuk mengembalikan Forest sebagai kekuatan yang diperhitungkan di sepak bola Inggris. (*)
Editor : Niklaas Andries