Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wajah Baru Serie A 2026-2027: Chivu Jadi Standar Baru, Amorim hingga Sarri Ramaikan Revolusi Pelatih Italia

Niklaas Andries • Selasa, 7 Juli 2026 | 06:59 WIB
JADI IKON: Sukses Christian Chivu di Inter Milan jadi contoh bagi tim lainnya untuk gunakan pelatih muda di kompetisi Serie A (Inter Milan)
JADI IKON: Sukses Christian Chivu di Inter Milan jadi contoh bagi tim lainnya untuk gunakan pelatih muda di kompetisi Serie A (Inter Milan)

RADARBANYUWANGI.ID - Serie A Italia musim 2026-2027 tidak hanya menghadirkan persaingan antarklub yang semakin ketat, tetapi juga menandai dimulainya era baru di bangku kepelatihan.

Kompetisi kasta tertinggi Negeri Pizza itu memasuki musim dengan komposisi pelatih yang lebih muda, lebih beragam, dan sarat pendekatan taktik modern.

Sebanyak sembilan klub berganti pelatih dibanding musim lalu, sementara empat nama benar-benar baru akan merasakan atmosfer Serie A untuk pertama kalinya.

Pergeseran ini mencerminkan perubahan besar dalam cara klub-klub Italia membangun proyek jangka panjang, tidak lagi sekadar mengandalkan nama besar, melainkan pelatih dengan identitas permainan yang kuat dan kemampuan mengembangkan pemain.

Sorotan utama tentu mengarah kepada Cristian Chivu, sosok yang sukses membawa Inter Milan meraih Scudetto musim lalu. Pelatih asal Rumania tersebut bukan hanya mempersembahkan gelar liga, tetapi juga mengubah paradigma sepak bola Italia.

Keberhasilannya menjadi pelatih asing pertama yang memenangkan Serie A sejak Jose Mourinho membuktikan bahwa inovasi, keberanian memberi kesempatan kepada pelatih muda, serta filosofi permainan yang jelas mampu menjadi keunggulan kompetitif.

Prestasi tersebut juga mengantarkan Chivu meraih penghargaan Philadelphia Coach of the Season, sekaligus menjadikannya tolok ukur baru bagi generasi pelatih Serie A.

Serie A Semakin Muda

Komposisi pelatih musim ini menunjukkan perubahan signifikan. Sebanyak 11 dari 20 pelatih berusia di bawah 50 tahun, bahkan tiga di antaranya belum genap 40 tahun. Sementara hanya tiga pelatih yang telah melewati usia 60 tahun.

Dari sisi kebangsaan, Italia masih mendominasi dengan 14 pelatih lokal. Namun, pengaruh internasional semakin terasa berkat hadirnya enam pelatih asing, termasuk dua pelatih asal Spanyol.

Keberagaman ini menjadi indikasi bahwa Serie A mulai membuka diri terhadap ide-ide baru yang berkembang di sepak bola Eropa.

Empat Wajah Baru Meramaikan Serie A

Empat nama baru akan menjalani debut sebagai pelatih di Serie A musim ini, yakni:

Domenico Tedesco-Bologna

Ruben Amorim-Milan

Alberto Aquilani-Sassuolo

Ignazio Abate-Torino

Keempatnya datang dengan filosofi berbeda, tetapi memiliki kesamaan: mengutamakan sepak bola progresif dan pembangunan tim dalam jangka panjang.

Sebelas Pelatih Dipertahankan

Di tengah gelombang perubahan, sebelas klub memilih mempertahankan pelatih musim lalu sebagai bentuk kesinambungan proyek.

Mereka adalah Fabio Pisacane-Cagliari, Cesc Fabregas-Como, Daniele De Rossi-Genoa, Cristian Chivu-Inter, Luciano Spalletti-Juventus, Eusebio Di Francesco-Lecce, Carlos Cuesta-Parma, Gian Piero Gasperini-Roma-, Kosta Runjaic-Udinese, serta pelatih klub promosi Frosinone dan Venezia.

Keputusan mempertahankan pelatih menunjukkan semakin pentingnya stabilitas dibanding pergantian cepat yang dahulu menjadi ciri khas sepak bola Italia.

Frosinone dan Venezia Berjuang Bertahan

Klub promosi Frosinone kembali mempercayai Massimiliano Alvini, pelatih yang sukses membawa mereka promosi dengan permainan terorganisasi.

Targetnya sederhana tetapi berat: bertahan di Serie A, sesuatu yang belum pernah dicapai Frosinone dalam tiga penampilan sebelumnya di kasta tertinggi.

Sementara itu, Venezia bersama Giovanni Stroppa berharap mampu memutus kutukan degradasi setelah dua kali langsung turun kasta pada dua kesempatan terakhir tampil di Serie A.

Stroppa dikenal sebagai spesialis promosi dari Serie B dengan empat keberhasilan membawa klub naik kasta.

Atalanta Percayakan Proyek kepada Maurizio Sarri

Salah satu perpindahan terbesar musim panas terjadi di Bergamo. Setelah berpisah dengan Raffaele Palladino, Atalanta menunjuk Maurizio Sarri sebagai pelatih baru.

Pelatih berusia 67 tahun itu telah mengumpulkan lebih dari 600 poin di Serie A dan pernah mempersembahkan satu Scudetto sepanjang kariernya.

Pengalaman bersama Empoli, Napoli, Juventus, dan Lazio diharapkan mampu membawa Atalanta kembali menjadi kekuatan utama dalam perebutan tiket Liga Champions.

Bologna dan Milan Mengusung Aroma Internasional

Bologna mengambil langkah berani dengan menunjuk Domenico Tedesco menggantikan Vincenzo Italiano. Pelatih berusia 40 tahun tersebut memiliki pengalaman melatih Schalke 04, Spartak Moskow, RB Leipzig, Fenerbahce, hingga tim nasional Belgia.

Meski baru pertama kali menangani klub Serie A, Tedesco diyakini memahami kultur sepak bola Italia karena berasal dari keluarga Italia yang menetap di Jerman.

Sementara itu, AC Milan mempercayakan proyek barunya kepada Ruben Amorim. Pelatih Portugal berusia 41 tahun tersebut telah membangun reputasi sebagai salah satu pelatih muda terbaik Eropa setelah sukses bersama Sporting CP dan Manchester United.

Penunjukan Amorim mempertegas ambisi Rossoneri membangun fondasi jangka panjang dengan pelatih yang memiliki identitas permainan modern.

Gattuso dan Juric Mencari Kebangkitan

Lazio membuka babak baru dengan menunjuk Gennaro Gattuso sebagai pengganti Maurizio Sarri. Legenda Italia itu kembali ke Serie A setelah lima tahun berkelana ke Valencia, Marseille, dan Hajduk Split.

Sementara Monza menunjuk Ivan Juric untuk menghadirkan stabilitas setelah promosi ke Serie A. Juric dikenal sukses membangun identitas permainan bersama Verona dan Torino sebelum mengalami periode sulit di Roma, Southampton, serta Atalanta.

Grosso dan Allegri Memulai Tantangan Baru

Kesuksesan Fabio Grosso membawa Sassuolo promosi sekaligus bertahan nyaman di Serie A membuat Fiorentina merekrut mantan bek timnas Italia tersebut. Viola berharap Grosso mampu mengembalikan klub ke persaingan papan atas dan kompetisi Eropa.

Di sisi lain, Massimiliano Allegri resmi menerima pinangan Napoli. Setelah mengakhiri periode keduanya bersama AC Milan, Allegri kembali menangani salah satu klub paling ambisius di Italia.

Napoli menjadi klub kelima yang ditanganinya sepanjang karier kepelatihan sekaligus klub kedua yang pernah ia bela sebagai pemain setelah Cagliari.

Aquilani dan Abate, Simbol Generasi Baru

Sassuolo memilih Alberto Aquilani untuk memulai proyek baru. Mantan gelandang AS Roma dan Fiorentina itu datang setelah menunjukkan perkembangan positif di Serie B bersama Catanzaro. Aquilani dikenal fleksibel dalam menerapkan berbagai skema permainan dan memiliki pengalaman panjang membina pemain muda.

Sementara Torino memberikan kepercayaan kepada Ignazio Abate, pelatih berusia 39 tahun yang menjadi salah satu sosok paling menjanjikan di Italia.

Setelah sukses membangun tim muda AC Milan dan membawa Juve Stabia menembus babak playoff Serie B, Abate kini mendapat tantangan terbesar dalam kariernya: mengangkat kembali ambisi Torino bersaing di papan atas.

Musim 2026-2027 menjadi momentum perubahan besar bagi Serie A. Jika selama bertahun-tahun liga ini identik dengan pelatih senior berpengalaman, kini klub-klub mulai berani memberikan ruang kepada generasi baru yang mengedepankan fleksibilitas taktik, pengembangan pemain muda, dan filosofi permainan yang jelas.

Keberhasilan Cristian Chivu bersama Inter menjadi bukti bahwa usia muda bukan lagi penghalang untuk meraih prestasi. Tren tersebut kini diikuti banyak klub, mulai dari Milan dengan Ruben Amorim, Bologna bersama Domenico Tedesco, hingga Torino yang mempercayakan proyeknya kepada Ignazio Abate.

Dengan perpaduan pengalaman figur seperti Maurizio Sarri dan Massimiliano Allegri serta keberanian klub mengangkat pelatih muda, Serie A berpotensi menghadirkan salah satu musim paling menarik dalam satu dekade terakhir, bukan hanya dari persaingan perebutan Scudetto, tetapi juga pertarungan ide dan inovasi di pinggir lapangan. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#Serie a 2026-2027 #maurizio sarri #pelatih serie A #Ruben Amorim #Christian Chivu