RADARBANYUWANGI.ID - Duel sarat gengsi bakal tersaji pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 saat Swiss menghadapi Kolombia di BC Place, Vancouver, Selasa (8/7). Kedua tim datang dengan modal impresif, tetapi konsistensi permainan Kolombia membuat wakil Amerika Selatan itu sedikit lebih diunggulkan untuk melangkah ke perempat final.
Swiss tampil semakin matang sejak fase grup, sedangkan Kolombia menunjukkan keseimbangan luar biasa antara efektivitas lini serang dan soliditas pertahanan. Pertandingan diprediksi berlangsung ketat dengan intensitas tinggi sejak menit pertama.
Swiss Terus Menanjak Setelah Start Kurang Meyakinkan
Pasukan Murat Yakin mengawali kiprah di Piala Dunia 2026 dengan hasil mengecewakan setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Qatar. Namun, performa Swiss meningkat drastis pada laga-laga berikutnya.
Mereka menghancurkan Bosnia-Herzegovina 4-1 dalam pertandingan yang berubah dramatis pada menit-menit akhir. Seluruh lima gol tercipta mulai menit ke-74, dengan dua pemain pengganti, Johan Manzambi dan Ruben Vargas, menjadi pembeda.
Penampilan gemilang tersebut membuat Yakin langsung mempercayakan keduanya sebagai starter saat Swiss mengalahkan tuan rumah Kanada 2-1 pada laga terakhir Grup B. Hasil itu mengantar Swiss lolos sebagai juara grup.
Momentum positif berlanjut di babak 32 besar ketika Swiss menumbangkan Aljazair 2-0. Johan Manzambi kembali menjadi sorotan setelah memberikan assist kepada Breel Embolo yang membuka keunggulan hanya 10 menit setelah kick-off. Kini Swiss memburu kemenangan keempat secara beruntun sekaligus tiket menuju delapan besar.
Kolombia Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Jika Swiss sedang menanjak, Kolombia justru datang dengan performa yang lebih stabil sepanjang turnamen. Tim besutan Nestor Lorenzo belum terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir dengan catatan lima kemenangan dan satu hasil imbang.
Satu-satunya hasil seri terjadi saat bermain tanpa gol melawan Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo pada laga terakhir fase grup. Bahkan Kolombia nyaris menang andaikan gol Davinson Sanchez pada masa injury time tidak dianulir karena offside. Sebagai juara Grup K, Los Cafeteros kemudian mengalahkan Ghana 1-0 pada babak 32 besar.
Kemenangan tersebut terasa spesial mengingat Ghana sebelumnya mampu menahan Inggris tanpa gol di fase grup. Keberhasilan Kolombia membongkar pertahanan Ghana menjadi modal psikologis penting menghadapi Swiss.
Yang lebih mengesankan, Kolombia mencatat tiga clean sheet beruntun. Hingga babak 16 besar, mereka baru sekali kebobolan sepanjang turnamen, yakni saat menang 3-1 atas Uzbekistan pada laga pembuka.
Krisis Cedera Menghantui Kedua Tim
Swiss masih memantau kondisi gelandang Michel Aebischer yang belum sepenuhnya pulih dari cedera otot. Bek tengah Luca Jaquez juga diragukan tampil karena mengalami masalah serupa.
Apabila keduanya belum siap, Murat Yakin diperkirakan tetap mengandalkan duet Granit Xhaka dan Remo Freuler sebagai jangkar lini tengah. Johan Manzambi akan beroperasi sebagai gelandang serang di belakang Breel Embolo.
Di kubu Kolombia, striker Jhon Cordoba dipastikan mengakhiri turnamen lebih cepat akibat cedera hamstring yang dialaminya saat menghadapi Ghana.
Sebagai pengganti, Luis Suarez tampil cukup menjanjikan setelah masuk dari bangku cadangan dan langsung menyumbang assist untuk gol kemenangan. Penyerang Sporting Lisbon itu berpeluang besar menjadi starter.
Prediksi Susunan Pemain
Swiss (4-2-3-1): Kobel; Zakaria, Elvedi, Akanji, Rodriguez; Xhaka, Freuler; Ndoye, Manzambi, Vargas; Embolo.
Kolombia (4-3-3): Vargas; Munoz, Sanchez, Lucumi, Mojica; Lerma, Arias, Puerta; James Rodriguez, Luis Suarez, Luis Diaz.
Performa Terbaru
Swiss
Piala Dunia 2026: Imbang-Menang-Menang-Menang
Semua Kompetisi: Menang-Imbang-Imbang-Menang-Menang-Menang
Kolombia
Piala Dunia 2026: Menang-Menang-Imbang-Menang
Semua Kompetisi: Menang-Menang-Menang-Menang-Imbang-Menang
Analisis Pertandingan
Swiss memang menunjukkan perkembangan signifikan sejak laga pertama. Organisasi permainan semakin rapi, sementara kehadiran Johan Manzambi memberi dimensi baru dalam serangan.
Namun, ujian sesungguhnya baru datang di babak 16 besar. Kolombia memiliki lini depan yang jauh lebih eksplosif dibanding lawan-lawan Swiss sebelumnya.
Pergerakan Luis Diaz di sisi kiri menjadi ancaman utama. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta kreativitasnya berpotensi merepotkan pertahanan Swiss yang kehilangan kedalaman apabila Luca Jaquez tidak dapat dimainkan.
Selain itu, lini tengah Kolombia yang dihuni Jefferson Lerma dan Jhon Arias mampu menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang sehingga memberi keleluasaan bagi James Rodriguez untuk menjadi kreator serangan.
Jika Swiss gagal membatasi ruang gerak Luis Diaz, Kolombia berpeluang mengontrol jalannya pertandingan dan mengamankan tiket ke perempat final meski dengan selisih tipis.
Prediksi Skor: Swiss 1-2 Kolombia
Kolombia memiliki kualitas individu yang lebih baik di sektor penyerangan serta pertahanan yang lebih konsisten sepanjang turnamen. Swiss diperkirakan mampu memberikan perlawanan sengit, tetapi efektivitas Los Cafeteros di sepertiga akhir lapangan diyakini menjadi pembeda dalam duel ini. (*)
Editor : Niklaas Andries