RADARBANYUWANGI.ID - Amerika Serikat berpeluang mencatat sejarah baru ketika menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Lumen Field, Seattle, Senin waktu setempat. Tim asuhan Mauricio Pochettino memburu tiket ke perempat final untuk pertama kalinya sejak edisi 2002, tetapi mereka harus melewati salah satu kekuatan tradisional Eropa yang memiliki rekor sangat dominan atas The Stars and Stripes.
Laga ini diprediksi berlangsung ketat. Amerika Serikat membawa modal sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 dan sedang menikmati tren positif, sedangkan Belgia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah melakukan comeback dramatis pada pertandingan sebelumnya.
Amerika Serikat Berburu Sejarah Baru
Prestasi terbaik Amerika Serikat di Piala Dunia sejatinya terjadi pada edisi perdana 1930 ketika finis di posisi ketiga. Namun, sejak itu mereka belum pernah melangkah lebih jauh dari perempat final.
Pencapaian terakhir menembus delapan besar terjadi pada Piala Dunia 2002. Setelah itu, perjalanan mereka selalu terhenti di babak 16 besar pada edisi 2010, 2014, dan 2022.
Amerika Serikat lolos sebagai juara Grup D dengan koleksi enam poin sebelum mengalahkan Bosnia-Herzegovina 2-0 pada fase 32 besar. Kemenangan tersebut memperlihatkan keseimbangan permainan mereka, baik dalam bertahan maupun menyerang.
Jika mampu menyingkirkan Belgia, Amerika Serikat akan menghadapi pemenang duel Portugal kontra Spanyol di babak perempat final.
Rekor Pertemuan Memihak Belgia
Meski berstatus tuan rumah, sejarah menunjukkan Belgia jauh lebih unggul. Dari tujuh pertemuan terakhir, Belgia memenangi enam pertandingan. Satu-satunya kemenangan Amerika Serikat terjadi pada Piala Dunia 1930.
Pertemuan terbaru berlangsung pada Maret 2026 dan Belgia tampil dominan dengan kemenangan telak 5-2. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang rentetan kemenangan Belgia atas Amerika Serikat menjadi enam laga berturut-turut. Statistik itu menjadi modal psikologis penting bagi skuad berjuluk Red Devils.
Belgia Bangkit Lewat Comeback Spektakuler
Belgia melaju ke fase gugur sebagai juara Grup G dengan koleksi lima poin. Pada babak 32 besar, tim besutan Rudi Garcia nyaris tersingkir saat tertinggal 0-2 dari Senegal hingga lima menit terakhir waktu normal. Namun pengalaman para pemain senior berbicara.
Romelu Lukaku dan Youri Tielemans mencetak dua gol cepat untuk memaksakan laga berlanjut hingga babak tambahan. Puncaknya, Tielemans mencetak gol penalti pada menit ke-120 yang memastikan kemenangan dramatis 3-2.
Comeback tersebut menunjukkan mental bertanding Belgia tetap menjadi salah satu yang terbaik di turnamen.
Meski gagal total pada Piala Dunia 2022 setelah tersingkir di fase grup, Belgia masih memiliki kualitas individu yang mampu menjadi pembeda dalam pertandingan besar.
Kabar Tim Amerika Serikat
Amerika Serikat dipastikan kehilangan penyerang andalan Folarin Balogun yang harus menjalani hukuman akumulasi kartu merah setelah diusir keluar lapangan saat menghadapi Bosnia-Herzegovina.
Absennya Balogun menjadi kerugian besar mengingat ia telah mencetak tiga gol sepanjang Piala Dunia 2026. Posisinya diperkirakan akan digantikan Ricardo Pepi yang telah mengoleksi 13 gol dari 41 penampilan bersama tim nasional.
Sementara itu, Mark McKenzie masih dipantau akibat cedera kaki, sedangkan Cristian Roldan belum sepenuhnya pulih dari masalah otot. Mauricio Pochettino diyakini tetap mengandalkan Sergino Dest, Christian Pulisic, Tyler Adams, Weston McKennie, dan Malik Tillman sebagai tulang punggung permainan.
Kabar Tim Belgia
Belgia masih menunggu perkembangan kondisi bek muda Zeno Debast yang belum pulih dari cedera kaki dan belum sekali pun tampil sepanjang turnamen.
Romelu Lukaku, meski sudah mencetak dua gol di Piala Dunia kali ini, diperkirakan kembali memulai pertandingan dari bangku cadangan sebagai senjata rahasia pada babak kedua. Di lini depan, Leandro Trossard dinyatakan fit meski sempat mengalami gangguan kebugaran.
Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku tetap menjadi motor kreativitas serangan Belgia, sedangkan Charles De Ketelaere diprediksi kembali dipercaya sebagai ujung tombak sejak menit pertama.
Prediksi Susunan Pemain
Amerika Serikat (4-3-3): Freese; Freeman, Richards, Ream, Robinson; Tillman, Adams, McKennie; Dest, Pepi, Pulisic.
Belgia (4-2-3-1): Courtois; Castagne, Theate, Mechele, De Cuyper; Vanaken, Tielemans; Trossard, De Bruyne, Doku; De Ketelaere.
Analisis Pertandingan
Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan karakter berbeda. Amerika Serikat mengandalkan intensitas tinggi, tekanan agresif, serta kecepatan transisi yang menjadi ciri khas racikan Mauricio Pochettino. Dukungan puluhan ribu suporter di Seattle juga berpotensi menjadi faktor penting yang mengangkat performa Christian Pulisic dan kolega.
Sebaliknya, Belgia memiliki pengalaman bermain di laga-laga besar. Kreativitas Kevin De Bruyne dipadukan dengan kecepatan Jeremy Doku mampu menciptakan ancaman dari berbagai sisi lapangan. Namun, lini belakang Belgia beberapa kali terlihat rapuh, terutama ketika menghadapi serangan balik cepat.
Absennya Balogun memang mengurangi daya gedor Amerika Serikat, tetapi Pepi memiliki kemampuan memanfaatkan ruang kosong di area pertahanan lawan. Jika Pulisic mampu mengeksploitasi sisi sayap dan Adams memenangkan duel di lini tengah, peluang tuan rumah untuk menciptakan kejutan terbuka lebar.
Sebaliknya, Belgia akan sangat bergantung pada kualitas individu para pemain senior mereka. Bila De Bruyne berhasil menguasai ritme pertandingan, Red Devils berpeluang mengendalikan jalannya laga.
Prediksi skor: Amerika Serikat 2-1 Belgia.
Pertandingan diperkirakan berlangsung sengit dengan tempo tinggi dan peluang yang relatif seimbang. Belgia unggul dari sisi pengalaman serta rekor pertemuan, tetapi Amerika Serikat memiliki keuntungan bermain di kandang sendiri serta momentum positif sepanjang turnamen. (*)
Editor : Niklaas Andries