RADARBANYUWANGI.ID - Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, menghadapi keputusan penting menjelang duel babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Inggris di Estadio Azteca, Minggu (6/7). Pertanyaan terbesar adalah apakah ia kembali memberikan kepercayaan kepada wonderkid berusia 17 tahun, Gilberto Mora, sejak menit pertama.
Keputusan tersebut menjadi sorotan setelah Mora tampil sebagai starter saat Meksiko menundukkan Ekuador 2-0 pada fase 32 besar. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri penantian panjang El Tri yang baru kembali meraih kemenangan di fase gugur Piala Dunia setelah empat dekade.
Meski hanya bermain kurang dari satu jam, kontribusi Mora tidak bisa dipandang sebelah mata. Gelandang muda itu mencatatkan 51 tekanan kepada lawan serta 32 tekanan berintensitas tinggi, terbanyak dibandingkan seluruh pemain Meksiko pada pertandingan tersebut.
Catatan impresif itu juga membuat Mora menjadi starter termuda kedua sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya kalah muda dari legenda Brasil, Pelé. Statistik tersebut memperlihatkan bahwa usianya bukan hambatan untuk tampil efektif di level tertinggi sepak bola dunia.
Aguirre Dihadapkan Pilihan Pengalaman atau Energi Muda
Javier Aguirre sebenarnya memiliki opsi lebih berpengalaman dalam diri Brian Gutierrez. Namun, performa Mora membuat peluangnya mempertahankan tempat di lini tengah semakin besar.
Jika tidak ada perubahan strategi, Aguirre diperkirakan tetap mempertahankan komposisi yang sama seperti saat menghadapi Ekuador. Mora akan mengisi lini tengah bersama Luis Romo dan Erik Lira yang selama turnamen menunjukkan keseimbangan antara kreativitas dan disiplin bertahan.
Keputusan mempertahankan susunan pemain dinilai logis mengingat Meksiko tampil sangat solid sepanjang Piala Dunia 2026. Stabilitas permainan menjadi modal penting menghadapi Inggris yang memiliki kedalaman skuad lebih mumpuni.
Julian Quiñones Jadi Senjata Utama Lini Depan
Di sektor serangan, perhatian kembali tertuju kepada Julian Quinones. Penyerang yang sebelumnya pernah memperkuat tim kelompok usia Kolombia tersebut menjadi pemain paling produktif Meksiko sepanjang turnamen.
Quinones telah mengoleksi tiga gol dan satu assist. Jika kembali terlibat dalam terciptanya gol saat menghadapi Inggris, ia akan mencatat rekor baru sebagai pemain Meksiko dengan kontribusi gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.
Ia diperkirakan tetap menjadi andalan bersama Raúl Jiménez dan Roberto Alvarado di lini depan. Kombinasi ketiganya diharapkan mampu membongkar pertahanan Inggris yang diprediksi tampil lebih agresif sejak awal laga.
Lini Belakang Meksiko Masih Sulit Ditembus
Keunggulan terbesar Meksiko sepanjang turnamen terletak pada organisasi pertahanan. Hingga memasuki babak 16 besar, El Tri belum sekalipun kebobolan.
Penjaga gawang Raúl Rangel tampil konsisten di bawah mistar, didukung empat bek yang bermain disiplin, yakni Jorge Sánchez, César Montes, Johan Vásquez, dan Jesús Gallardo. Solidnya koordinasi lini belakang menjadi fondasi keberhasilan Meksiko melangkah ke fase gugur.
Menghadapi Inggris yang memiliki banyak pemain berkualitas di lini depan, pertahanan rapat Meksiko akan kembali diuji. Jika mampu mempertahankan rekor nirbobol, peluang El Tri menciptakan kejutan tetap terbuka.
Prediksi Susunan Pemain Meksiko
Formasi 4-3-3:
Penjaga Gawang: Raúl Rangel.
Bek: Jorge Sanchez, Cesar Montes, Johan Vasquez, Jesus Gallardo.
Gelandang: Luis Romo, Erik Lira, Gilberto Mora.
Penyerang: Roberto Alvarado, RaUl Jimenez, Julian Quinones.
Laga kontra Inggris diperkirakan menjadi ujian terbesar Meksiko di Piala Dunia 2026. Keberanian Javier Aguirre mempertahankan pemain muda seperti Gilberto Mora bisa menjadi faktor pembeda sekaligus simbol regenerasi sepak bola Meksiko di panggung dunia. (*)
Editor : Niklaas Andries