RADARBANYUWANGI.ID - Napoli akhirnya mengakhiri spekulasi mengenai kursi pelatih kepala. Klub peringkat kedua Serie A musim lalu itu resmi menunjuk Massimiliano Allegri sebagai nakhoda baru dengan kontrak berdurasi tiga tahun, menggantikan Antonio Conte yang hengkang pada akhir Mei.
Penunjukan Allegri sejatinya sudah diprediksi dalam beberapa pekan terakhir. Kepastian itu semakin menguat setelah Conte memastikan mengakhiri masa baktinya di Stadion Diego Armando Maradona, sementara Allegri berstatus tanpa klub usai dipecat AC Milan menyusul musim yang dinilai jauh dari ekspektasi.
Bagi Allegri, ini menjadi kesempatan untuk kembali membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pelatih paling sukses di Italia.
Pelatih berusia 58 tahun tersebut memiliki rekam jejak yang mengesankan. Ia pernah mengantar AC Milan meraih gelar Serie A pada 2010–2011, kemudian membangun era dominasi Juventus dengan mempersembahkan lima gelar Serie A secara beruntun serta lima trofi Coppa Italia. Namun, perjalanan terakhirnya bersama Milan tidak berjalan sesuai harapan.
Allegri kembali ke San Siro pada musim lalu dengan target mengembalikan Rossoneri ke Liga Champions setelah klub hanya finis di peringkat kedelapan Serie A pada musim sebelumnya.
Meski sempat lama bertengger di dua besar klasemen dan bersaing dalam perebutan gelar juara, performa Milan anjlok pada fase penentuan. Mereka hanya mampu meraih dua kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir sehingga harus puas finis di posisi kelima dan gagal mengamankan tiket Liga Champions.
Di sisi lain, Napoli justru menutup musim sebagai runner-up Serie A meskipun sepanjang kompetisi dihantam badai cedera yang mengganggu konsistensi tim.
Musim sebelumnya, Antonio Conte sukses membawa Partenopei meraih Scudetto pada tahun pertamanya menangani klub. Keberhasilan tersebut membuat reputasi Conte kembali melambung hingga kini menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menangani Tim Nasional Italia, yang akan menjadi periode keduanya bersama Gli Azzurri apabila resmi ditunjuk.
Tantangan Berat Allegri
Penunjukan Allegri menunjukkan bahwa manajemen Napoli memilih pengalaman dibandingkan eksperimen. Berbeda dengan Conte yang identik dengan intensitas tinggi dan pendekatan agresif, Allegri dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan keseimbangan taktik, organisasi pertahanan, serta kemampuan membaca jalannya pertandingan.
Tantangan utama Allegri bukan sekadar mempertahankan Napoli di papan atas Serie A. Ia juga dituntut mengembalikan klub sebagai pesaing utama Scudetto sekaligus meningkatkan daya saing di Liga Champions.
Keberhasilannya akan sangat bergantung pada aktivitas Napoli di bursa transfer musim panas. Kedalaman skuad menjadi aspek krusial mengingat musim lalu tim kehilangan banyak poin akibat krisis cedera pemain.
Dengan pengalaman mengoleksi enam gelar Serie A sepanjang karier kepelatihannya, Allegri diharapkan mampu menghadirkan stabilitas sekaligus mental juara bagi Napoli yang berambisi kembali menguasai sepak bola Italia. (*)
Editor : Niklaas Andries