RADARBANYUWANGI.ID - Argentina memasuki fase gugur Piala Dunia 2026 dengan modal sempurna. Tiga kemenangan dari tiga pertandingan fase grup menegaskan status La Albiceleste sebagai salah satu kandidat terkuat juara dunia.
Namun, lawan yang menunggu di Hard Rock Stadium, Miami, Jumat (3/7) waktu setempat, bukanlah tim yang bisa dipandang sebelah mata. Debutan Tanjung Verde datang membawa reputasi sebagai salah satu pertahanan paling disiplin sepanjang fase grup.
Meski belum pernah mencicipi atmosfer fase gugur Piala Dunia sebelumnya, Blue Sharks telah membuktikan mampu membuat lawan frustrasi.
Argentina Datang dengan Rekor Nyaris Sempurna
Sulit mencari kelemahan Argentina dalam beberapa tahun terakhir. Kekalahan terakhir mereka di babak gugur sebuah turnamen terjadi tujuh tahun lalu ketika takluk 0-2 dari Brasil pada semifinal Copa America 2019 di Belo Horizonte. Sejak saat itu, pelatih Lionel Scaloni membawa Argentina memasuki era keemasan.
Mereka menjuarai Copa America 2021, mempertahankan gelar pada edisi 2023, lalu mencapai puncak dunia dengan mengangkat trofi Piala Dunia 2022 di Qatar. Dominasi tersebut berlanjut di Piala Dunia 2026.
Argentina menjadi satu dari hanya tiga negara yang menyapu bersih seluruh laga fase grup bersama Meksiko dan Prancis. Lebih impresif lagi, mereka kini mengoleksi 10 kemenangan beruntun di pertandingan kompetitif yang mencakup Copa America dan Piala Dunia.
Lionel Messi Masih Jadi Pembeda
Usia 39 tahun belum mengurangi kualitas Lionel Messi. Kapten Argentina tersebut tampil luar biasa sepanjang turnamen. Penyerang Inter Miami itu telah mengemas enam gol, atau sekitar 75 persen dari total delapan gol Argentina sejauh ini.
Produktivitas tersebut membuat Messi bersaing di papan atas daftar pencetak gol terbanyak bersama Kylian Mbappé, meski bintang Prancis itu telah memainkan satu pertandingan lebih banyak. Meski demikian, Argentina tetap membutuhkan kontribusi pemain lain.
Ketajaman Lautaro Martínez, kecepatan Julián Álvarez, serta kemampuan lini kedua yang dimiliki Enzo Fernández akan menjadi faktor penting ketika tekanan pertandingan fase gugur semakin meningkat.
Tanjung Verde, Debutan yang Sulit Ditembus
Banyak yang memprediksi Tanjung Verde hanya menjadi pelengkap di Piala Dunia 2026.
Faktanya justru sebaliknya. Dari empat negara debutan, Curacao, Yordania, Uzbekistan, dan Tanjung Verde, hanya Blue Sharks yang berhasil lolos ke fase gugur.
Prestasi tersebut lahir berkat organisasi pertahanan yang sangat disiplin.
Tanjung Verde sukses menahan Spanyol tanpa gol pada laga pembuka, kemudian bermain imbang dramatis 2-2 melawan Uruguay setelah sempat unggul dan tertinggal, sebelum kembali mencatat hasil imbang tanpa gol melawan Arab Saudi.
Meski menjadi tim dengan produktivitas gol paling rendah di antara peserta babak 32 besar, kekuatan utama mereka terletak pada pertahanan yang solid.
Strategi bertahan rapat dan menunggu peluang serangan balik diperkirakan kembali diterapkan pelatih Bubista saat menghadapi sang juara bertahan.
Kabar Tim Argentina
Messi diprediksi kembali menjadi starter setelah diistirahatkan pada laga terakhir fase grup melawan Yordania. Gelandang Alexis Mac Allister serta Rodrigo De Paul juga diperkirakan kembali mengisi sebelas pemain utama.
Sementara itu, bek tengah Cristian Romero dilaporkan telah pulih dari masalah lutut sehingga berpeluang kembali menggeser Nicolás Otamendi di jantung pertahanan.
Kondisi Tanjung Verde
Tanjung Verde sempat diterpa kekhawatiran setelah Telmo Arcanjo, Jamiro Monteiro, dan Kevin Lenini mengalami masalah kebugaran menjelang pertandingan terakhir fase grup.
Namun, hanya Arcanjo yang masih harus menjalani pemulihan cedera otot. Monteiro dan Lenini dipastikan siap bermain menghadapi Argentina.
Di lini depan, Dailon Rocha Livramento memang belum mencetak gol di Piala Dunia meski sebelumnya menjadi mesin gol Tanjung Verde pada babak kualifikasi.
Harapan mencetak sejarah kini juga bertumpu pada pengalaman kapten Ryan Mendes, pencetak 22 gol bersama tim nasional.
Perkiraan Susunan Pemain
Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Facundo Medina; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Thiago Almada; Lionel Messi, Lautaro Martinez.
Tanjung Verde (4-2-3-1): Vozinha; Moreira, Pico, Diney, Stopira Cabral; Kevin Lenini; Ryan Mendes, Duarte, Jamiro Monteiro, Jovane Cabral; Dailon Livramento.
Rekor Performa
Argentina (Piala Dunia 2026): Menang-Menang-Menang.
Argentina (Semua Kompetisi): Menang-Menang-Menang-Menang-Menang-Menang.
Tanjung Verde (Piala Dunia 2026): Imbang-Imbang-Imbang.
Tanjung Verde (Semua Kompetisi): Menang-Menang-Menang-Imbang-Imbang-Imbang.
Analisis Pertandingan
Secara kualitas individu, kedalaman skuad, hingga pengalaman bermain di fase gugur, Argentina unggul mutlak atas Tanjung Verde.
Namun, laga ini kemungkinan tidak akan berjalan mudah. Tanjung Verde telah menunjukkan kemampuan bertahan yang luar biasa dengan dua kali mencatat clean sheet dan sukses meredam serangan Spanyol.
Masalahnya, Argentina memiliki sosok yang belum dimiliki lawan-lawan Tanjung Verde sebelumnya: Lionel Messi. Kemampuan Messi membaca ruang, menciptakan peluang, dan menyelesaikan pertandingan dalam satu momen sering kali menjadi pembeda ketika kebuntuan terjadi.
Jika Tanjung Verde mampu mempertahankan organisasi pertahanannya hingga menit-menit akhir, peluang memberi kejutan tetap terbuka. Namun, kualitas individu Argentina diperkirakan cukup untuk memecah kebuntuan dan mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Prediksi Skor: Argentina 2-0 Tanjung Verde.
Argentina diperkirakan tetap melaju ke babak berikutnya, tetapi harus bekerja keras menghadapi pertahanan disiplin Tanjung Verde yang berpotensi membuat laga berlangsung ketat. (*)
Editor : Niklaas Andries