Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ulasan Australia vs Mesir: Salah Jadi Penentu, The Pharaohs Dibayangi Kutukan 92 Tahun di Fase Gugur Piala Dunia 2026

Niklaas Andries • Jumat, 3 Juli 2026 | 12:11 WIB
WAKIL ASIA: Australia akan hadapi Mesir di babak 32 besar Piala Dunia 2026
WAKIL ASIA: Australia akan hadapi Mesir di babak 32 besar Piala Dunia 2026

RADARBANYUWANGI.ID - Pertarungan hidup-mati akan tersaji di AT&T Stadium, Arlington, Jumat (4/7), ketika Australia dan Mesir berebut satu tiket menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026. Duel ini mempertemukan dua tim yang sama-sama lolos sebagai runner-up grup, namun datang dengan modal dan sejarah yang sangat berbeda.

Australia berhasil mengamankan posisi kedua Grup D, sedangkan Mesir finis sebagai runner-up Grup G di bawah Belgia. Pemenang laga ini akan menghadapi Argentina atau Tanjung Verde pada fase berikutnya.

Bagi Australia, ini merupakan kesempatan untuk kembali mengukir cerita manis di fase gugur Piala Dunia. Sementara bagi Mesir, laga ini bisa menjadi momentum mematahkan penantian panjang yang telah berlangsung hampir satu abad.

Australia Ingin Ulang Kisah 2006 dan 2022

Perjalanan Australia di Piala Dunia 2026 sejauh ini berlangsung naik-turun. Tim asuhan Tony Popovic membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Turki sebelum tumbang 0-2 dari tuan rumah Amerika Serikat.

Hasil imbang tanpa gol melawan Paraguay pada laga terakhir grup cukup untuk mengamankan posisi kedua Grup D dengan empat poin, terpaut dua angka dari Amerika Serikat yang keluar sebagai juara grup.

Australia bukan pendatang baru di fase gugur. Socceroos pernah mencapai babak 16 besar pada edisi 2006 dan 2022. Namun, pada penampilan terakhir mereka di fase tersebut, langkah Australia dihentikan Argentina yang kemudian menjadi juara dunia.

Secara historis, Australia juga memiliki catatan kurang baik saat menghadapi Mesir. Satu-satunya pertemuan kedua negara terjadi dalam laga persahabatan pada November 2010 dan berakhir dengan kemenangan telak Mesir 3-0.

Mesir Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Di sisi lain, Mesir tampil cukup impresif sepanjang fase grup. Tim besutan Hossam Hassan mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan.

The Pharaohs memulai turnamen dengan hasil imbang 1-1 melawan Belgia sebelum menaklukkan Selandia Baru 3-1. Mereka kemudian kembali bermain imbang 1-1 menghadapi Iran pada laga terakhir grup.

Mesir sebenarnya memiliki poin yang sama dengan Belgia. Namun, mereka harus puas berada di posisi kedua akibat kalah selisih gol.

Pencapaian ini sudah menjadi perkembangan signifikan bagi Mesir. Pada Piala Dunia 2018, mereka kalah dalam seluruh pertandingan fase grup. Kini, peluang untuk menembus 16 besar terbuka lebar.

RAJA MESIR: Piala Dunia 2026 menjadi panggung Mohamed Salah saat Mesir kontra Australia
RAJA MESIR: Piala Dunia 2026 menjadi panggung Mohamed Salah saat Mesir kontra Australia

 

Fakta menariknya, Mesir belum pernah lagi mencapai babak 16 besar sejak Piala Dunia 1934. Dengan kata lain, mereka berusaha mengakhiri penantian selama 92 tahun untuk kembali mencatat sejarah di fase gugur.

Irankunda Andalan Australia, Salah Jadi Harapan Mesir

Australia dipastikan kehilangan Jacob Italiano yang mengalami cedera pangkal paha serta Mathew Leckie akibat cedera hamstring.

Meski demikian, Popovic masih memiliki skuad yang relatif lengkap. Bek muda Lucas Herrington diperkirakan kembali menjadi andalan di jantung pertahanan setelah tampil solid saat menghadapi Paraguay.

Sorotan utama Australia tetap tertuju kepada Nestory Irankunda. Penyerang berusia 20 tahun itu telah mencetak enam gol dari 18 penampilan bersama tim nasional dan sudah membuka rekening golnya di Piala Dunia 2026.

Sementara itu, Mesir menghadapi persoalan kebugaran yang lebih rumit. Kapten sekaligus bintang utama Mohamed Salah masih dibayangi cedera hamstring yang dialaminya saat menghadapi Iran.

Selain Salah, sejumlah pemain seperti Hamdy Fathy, Hossam Abdelmaguid, Mohamed Abdelmonem, dan Ahmed El Fotouh juga belum berada dalam kondisi terbaik.

Kabar baiknya, tim medis Mesir optimistis Salah dapat dimainkan sejak menit pertama. Kehadirannya akan menjadi faktor pembeda dalam laga yang diprediksi berlangsung ketat tersebut.

Namun Mesir dipastikan kehilangan Mohanad Lasheen yang harus menjalani sanksi akibat akumulasi kartu kuning.

Prediksi Susunan Pemain

Australia (3-4-2-1): Beach; Circati, Souttar, Herrington; Bos, O'Neill, Irvine, Behich; Volpato, Irankunda, Metcalfe.

Mesir (4-2-3-1): Shobeir; Hany, Ibrahim, Rabia, Hafez; Ateya, Saber; Ziko, Salah, Ashour; Marmoush.

Analisis Pertandingan

Pertandingan ini berpotensi menjadi salah satu duel paling seimbang di babak 32 besar. Australia memiliki organisasi permainan yang solid dan disiplin bertahan, tetapi kerap kesulitan menciptakan peluang dari situasi terbuka.

Sebaliknya, Mesir tampil lebih berani dalam menyerang dan memiliki kualitas individu yang lebih tinggi, terutama jika Mohamed Salah benar-benar fit.

Pengalaman Salah di level tertinggi Eropa diprediksi menjadi pembeda dalam pertandingan yang kemungkinan berlangsung ketat hingga menit-menit akhir. Jika mampu memanfaatkan celah di lini belakang Australia, Mesir berpeluang besar mengakhiri penantian panjang mereka menuju babak 16 besar.

Prediksi Skor: Australia 1-2 Mesir

Mesir diprediksi mampu melewati perlawanan Australia dalam laga yang berlangsung sengit. Faktor kualitas individu dan kreativitas serangan menjadi alasan utama The Pharaohs lebih diunggulkan untuk melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#babak 32 besar piala dunia 2026 #Australia vs Mesir #ulasan australia vs mesir #piala dunia 2026 #mohamed salah