RADARBANYUWANGI.ID - Tottenham Hotspur resmi mengumumkan perekrutan gelandang muda Mateus Fernandes dari West Ham United dalam kesepakatan senilai 85 juta poundsterling atau sekitar Rp1,9 triliun. Transfer ini bukan hanya memecahkan rekor pembelian termahal Tottenham, tetapi juga menjadi sinyal kuat ambisi besar Roberto De Zerbi membangun ulang skuad Spurs musim ini.
Menurut sumber ESPN, Tottenham berhasil mengalahkan persaingan Manchester United untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 21 tahun tersebut. Nilai transfer Fernandes melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Dominic Solanke, yang dibeli Spurs dari Bournemouth seharga 65 juta poundsterling pada 2024.
Menariknya, Tottenham berpotensi kembali memecahkan rekor transfer mereka sendiri dalam waktu dekat. Sumber yang sama menyebut Spurs telah mencapai kesepakatan hingga 100 juta poundsterling untuk mendatangkan gelandang Newcastle United, Sandro Tonali.
West Ham Turun Kasta, Tapi Tidak Mau Murah
Meski West Ham terdegradasi ke Championship, klub asal London Timur itu tetap teguh mempertahankan valuasi tinggi untuk Fernandes.
Tottenham akhirnya bersedia memenuhi harga yang diminta, sebuah langkah yang memperlihatkan dukungan penuh manajemen kepada proyek Roberto De Zerbi di bursa transfer musim panas ini.
"Saya sangat antusias dengan langkah baru ini. Spurs adalah klub besar dan pelatih kepala menjadi salah satu alasan utama saya memutuskan bergabung," kata Fernandes dalam pernyataan resmi klub.
"Ketika kami berbicara, rasanya sangat spesial. Kami memandang sepak bola dengan cara yang sama: turun ke lapangan sebagai tim yang kuat, penuh semangat dan energi, untuk mencoba memenangkan setiap pertandingan. Saya tidak sabar untuk memulai, bertemu para suporter, bertemu semua orang, dan memberikan segalanya untuk klub."
De Zerbi Bangun Ulang Tottenham
Tottenham menjalani musim 2025-2026 dengan tekanan besar setelah dua musim beruntun finis di posisi ke-17 Liga Inggris. Untuk menghindari ancaman degradasi lagi, De Zerbi melakukan perombakan besar-besaran skuad.
Sebelum Fernandes, Spurs sudah mendatangkan beberapa nama berpengalaman seperti Andy Robertson, Marcos Senesi, Jan Paul van Hecke, dan Martin Dúbravka
Kini, kedatangan Fernandes menambah dimensi baru di lini tengah Tottenham. Gelandang asal Portugal itu dikenal memiliki mobilitas tinggi, kemampuan membawa bola, serta agresivitas dalam duel, karakter yang sangat cocok dengan filosofi permainan intens ala De Zerbi.
Southampton Ikut Tersenyum
Fernandes baru bergabung dengan West Ham musim panas lalu setelah Southampton terdegradasi. Saat itu, West Ham membelinya dengan biaya awal 38 juta poundsterling.
Dalam kontrak transfer tersebut terdapat klausul yang memberi Southampton 15 persen dari keuntungan penjualan di masa depan. Dengan transfer Fernandes ke Tottenham, Southampton diperkirakan menerima sekitar 570 ribu poundsterling sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.
Tonali Jadi Target Berikutnya
Langkah Tottenham tampaknya belum berhenti. Setelah sukses mengamankan Fernandes, Spurs disebut semakin dekat mendapatkan Sandro Tonali dari Newcastle United.
Sebelumnya, tawaran awal Tottenham senilai 75 juta poundsterling sempat ditolak Newcastle. Namun negosiasi terus berlanjut dan Spurs akhirnya mengajukan proposal baru yang memenuhi valuasi klub asal Tyneside tersebut.
Jika transfer Tonali benar-benar rampung dengan nilai hingga 100 juta poundsterling, maka Tottenham akan mencatat dua transfer termahal dalam sejarah klub hanya dalam satu jendela transfer.
Analisis: Tottenham Berubah dari Bertahan Menjadi Menyerang
Kedatangan Mateus Fernandes menunjukkan perubahan arah Tottenham di bawah Roberto De Zerbi. Selama beberapa musim terakhir, Spurs lebih sering mencari pemain dengan harga moderat dan fokus pada keseimbangan finansial. Namun musim panas ini, strategi tersebut berubah drastis.
Fernandes bukan sekadar investasi masa depan. Dengan nilai transfer mencapai 85 juta poundsterling, Tottenham jelas mengharapkan dampak instan dari sang gelandang. Usianya yang masih 21 tahun membuat Spurs mendapatkan kombinasi ideal antara kualitas saat ini dan potensi jangka panjang.
Jika Tonali juga bergabung, Tottenham akan memiliki salah satu lini tengah paling mahal dan paling dinamis di Premier League. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Spurs bisa bertahan di liga, melainkan apakah mereka mampu kembali bersaing di papan atas Inggris dan Eropa dalam beberapa musim ke depan. (*)
Editor : Niklaas Andries