RADARBANYUWANGI.ID - Timnas Swiss membidik tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 saat menghadapi Aljazair pada fase 32 besar di BC Place, Vancouver, Jumat (3/7) pagi. Berbekal performa impresif sepanjang fase grup dan pengalaman di turnamen besar, pasukan Murat Yakin lebih difavoritkan untuk menghentikan langkah wakil Afrika tersebut.
Swiss datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah keluar sebagai juara Grup B. Mereka mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan, termasuk kemenangan penting 2-1 atas salah satu tuan rumah, Kanada, pada 24 Juni lalu.
Meski Kanada sempat membuang sejumlah peluang emas pada penghujung pertandingan, Swiss tampil dominan dalam sebagian besar laga dan layak mengamankan posisi puncak grup.
Produktivitas mereka juga meningkat dibandingkan edisi sebelumnya. Tim berjuluk Devils Rouges itu mencetak tujuh gol dan hanya kebobolan tiga kali selama fase grup. Sebagai perbandingan, pada Piala Dunia 2022 mereka hanya mampu mengemas empat gol dengan jumlah kebobolan yang sama.
Jika mampu menyingkirkan Aljazair, pelatih Murat Yakin akan membawa Swiss lolos ke babak 16 besar untuk keempat kalinya secara beruntun dalam ajang Piala Dunia.
Pemenang pertandingan ini selanjutnya akan menghadapi Kolombia atau Ghana di babak berikutnya. Kedua lawan tentu tidak mudah, namun peluang menembus perempat final terbuka cukup lebar karena Swiss maupun Aljazair baru berpotensi menghadapi tim penghuni 10 besar ranking FIFA apabila berhasil mencapai delapan besar.
Rekor Swiss Semakin Meyakinkan
Swiss juga memiliki modal statistik yang sangat solid. Mereka tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan kompetitif terakhir dengan catatan enam kemenangan. Satu-satunya kekalahan dalam 10 laga kompetitif terakhir terjadi saat menyerah 2-3 dari juara Euro 2024, Spanyol, di ajang UEFA Nations League pada November 2024.
Lebih impresif lagi, Swiss hanya kebobolan lebih dari satu gol sekali dalam 14 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Pengalaman para pemain senior seperti Granit Xhaka, Manuel Akanji, hingga Breel Embolo menjadi nilai tambah yang membuat Swiss layak diunggulkan pada duel ini.
Aljazair Lolos Dramatis
Di sisi lain, Aljazair memastikan tiket ke fase gugur setelah bermain imbang dramatis 3-3 melawan Austria pada 28 Juni.
Hasil tersebut sempat mengingatkan banyak pihak pada tragedi "Disgrace of Gijon" di Piala Dunia 1982. Saat itu Austria kalah 0-1 dari Jerman Barat, hasil yang membuat Aljazair tersingkir karena kalah selisih gol.
Namun kali ini cerita berbeda. Desert Warriors akhirnya berhasil lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah. Sebelumnya mereka hanya pernah mencapai babak 16 besar pada Piala Dunia 2014 sebelum disingkirkan Jerman dengan skor 1-2.
Pelatih Vladimir Petkovic juga sedang menikmati performa yang cukup stabil. Dalam tujuh pertandingan terakhir, ia hanya sekali menelan kekalahan, yakni saat dibantai Argentina 0-3 pada 17 Juni.
Jika mampu mengalahkan Swiss, Petkovic akan membukukan kemenangan kelima dalam delapan pertandingan terakhirnya.
Namun sejarah pertemuan tidak berpihak kepada Aljazair. Dari dua laga persahabatan sebelumnya menghadapi Swiss, mereka selalu kalah, yakni 1-2 pada November 1983 dan 0-2 pada Mei 1986.
Kabar Tim Swiss
Swiss hanya memiliki satu kekhawatiran terkait kondisi bek kanan Silvan Widmer yang mengalami gangguan pada pinggul sehingga absen dalam sesi latihan.
Meski demikian, Widmer belum dipastikan absen. Apabila belum pulih sepenuhnya, Luca Jaquez diperkirakan akan kembali dipercaya mengisi posisi bek kanan setelah tampil impresif melawan Kanada.
Duet Manuel Akanji dan Nico Elvedi hampir pasti kembali mengawal jantung pertahanan. Di lini tengah, Granit Xhaka tetap menjadi pilihan utama bersama Remo Freuler.
Sementara Johan Manzambi diprediksi mengisi peran gelandang serang di belakang Breel Embolo berkat kemampuan teknik dan agresivitasnya.
Kabar Tim Aljazair
Aljazair berpotensi kehilangan salah satu penyerang andalannya, Mohamed El Amine Amoura, yang masih dibekap cedera.
Meski masih memiliki peluang pulih, waktu pemulihannya sangat mepet sehingga kemungkinan besar belum cukup fit untuk menjadi starter. Jika Amoura absen, lini depan Aljazair diperkirakan dihuni Riyad Mahrez, Ibrahim Maza, Fares Chaibi, dan Amine Gouiri.
Di sektor tengah, Nabil Bentaleb akan bertugas menjaga keseimbangan permainan sekaligus melindungi duet bek tengah Aissa Mandi dan Ramy Bensebaini.
Prediksi Susunan Pemain
Swiss (4-2-3-1): Kobel; Jaquez, Elvedi, Akanji, Rodriguez; Freuler, Xhaka; Sow, Manzambi, Vargas; Embolo.
Aljazair (4-2-3-1): Zidane; Belghali, Mandi, Bensebaini, Ait-Nouri; Boudaoui, Bentaleb; Mahrez, Maza, Chaibi; Gouiri.
Prediksi skor: Swiss 2-1 Aljazair
Babak 32 besar Piala Dunia 2026 sejauh ini berlangsung sangat ketat. Sejumlah pertandingan bahkan harus ditentukan lewat adu penalti atau hanya dipisahkan satu gol.
Aljazair dipastikan memberikan perlawanan sengit, namun pengalaman Swiss di level internasional diyakini menjadi pembeda.
Ketenangan Granit Xhaka dalam mengatur tempo permainan serta efektivitas Breel Embolo di lini depan diprediksi membawa Swiss melangkah ke babak 16 besar. (*)
Editor : Niklaas Andries