RADARBANYUWANGI.ID - Portugal menghadapi ujian sesungguhnya dalam upaya memburu gelar juara Piala Dunia pertama sepanjang sejarah. Selecao akan menantang Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di BMO Field, Toronto, Jumat (3/7) dini hari. Meski sama-sama lolos sebagai runner-up grup, Portugal datang dengan modal rekor pertemuan yang jauh lebih meyakinkan.
Tim asuhan Roberto Martinez melaju ke fase gugur sebagai peringkat kedua Grup K dengan koleksi lima poin, terpaut dua angka dari Kolombia yang menjadi juara grup. Sementara itu, Kroasia finis sebagai runner-up Grup L, hanya terpaut satu poin dari Inggris.
Portugal Dihadang Jalur Berat Menuju Final
Gagal menjadi juara grup membuat Portugal harus menempuh jalur yang jauh lebih sulit menuju partai final. Jika mampu melewati Kroasia, Cristiano Ronaldo dan kolega berpotensi langsung bertemu juara Euro 2024, Spanyol, pada babak 16 besar.
Rintangan berikutnya pun tak kalah berat. Amerika Serikat, Belgia, atau Senegal bisa menjadi lawan di perempat final, sedangkan Prancis maupun Maroko berpeluang menunggu di semifinal.
Perjalanan Portugal pada fase grup juga belum sepenuhnya meyakinkan. Mereka mengawali turnamen dengan hasil imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo dalam laga yang minim kreativitas. Portugal hanya membukukan nilai expected goals (xG) sebesar 0,65, lebih rendah dibanding lawannya yang mencapai 0,87.
Namun, performa Selecao meningkat drastis pada pertandingan kedua. Uzbekistan dihajar lima gol tanpa balas dengan Cristiano Ronaldo mencetak dua gol.
Pada laga terakhir Grup K, Portugal bermain imbang tanpa gol melawan Kolombia. Meski menciptakan 13 tembakan, mereka justru lebih banyak ditekan setelah menghadapi 24 percobaan tembakan dari lawan.
Meski demikian, kepercayaan diri Portugal tetap tinggi. Mereka belum terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir di semua ajang, dengan catatan lima kemenangan dan tiga hasil imbang. Selama periode tersebut, Portugal hanya kebobolan empat gol dan mencatat empat clean sheet.
Sejarah juga berpihak kepada Portugal. Pada Euro 2016, mereka pernah menyingkirkan Kroasia di babak gugur pertama sebelum akhirnya keluar sebagai juara Eropa meski tampil kurang meyakinkan pada fase grup.
Kroasia Kembali Andalkan Mental Turnamen
Di sisi lain, Kroasia tetap menjadi salah satu tim yang paling konsisten di ajang Piala Dunia dalam satu dekade terakhir. Mereka sukses menjadi runner-up Piala Dunia 2018 dan finis peringkat ketiga pada edisi 2022 di Qatar.
Namun, perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 diawali hasil kurang memuaskan setelah kalah 2-4 dari Inggris. Pasukan Zlatko Dalic kemudian bangkit lewat kemenangan tipis 1-0 atas Panama sebelum mengalahkan Ghana 2-1 pada laga terakhir fase grup.
Dalam pertandingan tersebut, Luka Modric kembali mencatat sejarah. Gelandang veteran itu menjadi pemain tertua yang berhasil menciptakan assist di Piala Dunia setelah memberikan umpan matang kepada Nikola Vlasic yang mencetak gol kemenangan pada menit ke-83.
Secara keseluruhan, Kroasia memenangkan 11 dari 16 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Namun, empat kekalahan mereka seluruhnya terjadi saat menghadapi negara-negara yang memiliki peringkat FIFA lebih tinggi. Statistik itu menjadi sinyal bahwa Kroasia masih kesulitan ketika menghadapi tim elite dunia.
Catatan pertemuan juga tidak menguntungkan Vatreni. Dari 10 pertemuan terakhir, Kroasia menelan tujuh kekalahan dari Portugal. Dalam enam laga kompetitif terakhir, mereka bahkan kalah lima kali. Satu-satunya hasil positif adalah bermain imbang 1-1 pada UEFA Nations League 2024.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Portugal tidak memiliki tambahan pemain yang mengalami cedera usai menghadapi Kolombia. Roberto Martinez diperkirakan kembali menurunkan kekuatan terbaik setelah melakukan rotasi selama fase grup.
Joao Neves berpeluang kembali menjadi starter bersama Vitinha di lini tengah. Bruno Fernandes akan berperan sebagai gelandang serang di belakang Cristiano Ronaldo yang kembali menjadi ujung tombak.
Ronaldo sendiri mengincar rekor tambahan setelah menjadi pesepak bola pertama yang mampu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia secara beruntun. Di lini belakang, Diogo Costa diperkirakan dikawal Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Veiga, dan Nuno Mendes.
Kroasia juga tidak memiliki masalah cedera baru. Zlatko Dalic kemungkinan melakukan penyegaran komposisi pemain. Josko Gvardiol diprediksi kembali mengisi posisi bek kiri sehingga Ivan Perisic dapat bermain lebih ofensif di sektor sayap.
Luka Modric akan kembali berduet dengan Mateo Kovacic di lini tengah. Petar Sucic berpeluang mempertahankan tempatnya setelah mencetak gol ke gawang Ghana, sedangkan Nikola Vlasic juga memiliki kans tampil sejak menit awal berkat gol penentunya pada laga terakhir.
Perkiraan Susunan Pemain
Portugal (4-2-3-1): Diogo Costa; Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes; Vitinha, Joao Neves; Pedro Neto, Bruno Fernandes, Joao Felix; Cristiano Ronaldo.
Kroasia (4-3-3): Dominik Livakovic; Josip Stanisic, Josko Sutalo, Marin Pongracic, Josko Gvardiol; Petar Sucic, Luka Modric, Mateo Kovacic; Martin Baturina, Ante Budimir, Ivan Perisic.
Prediksi skor: Portugal 2-1 Kroasia
Di atas kertas, kualitas kedua tim relatif berimbang dan sama-sama memiliki pengalaman besar di turnamen internasional. Namun, Portugal sedikit lebih diunggulkan berkat dominasi rekor pertemuan serta kedalaman skuad yang lebih merata.
Kroasia memang beberapa kali membuktikan mampu menjegal tim-tim unggulan, termasuk ketika menyingkirkan Brasil pada Piala Dunia 2022. Akan tetapi, tren kekalahan mereka setiap kali menghadapi negara dengan peringkat FIFA lebih tinggi membuat peluang Portugal untuk melaju ke babak 16 besar terlihat lebih besar. (*)
Editor : Niklaas Andries