RADARBANYUWANGI.ID – Timnas Norwegia memasuki laga hidup-mati melawan Brasil pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan membawa lebih dari sekadar ambisi lolos ke perempat final. Dipimpin kapten Erling Haaland, skuad berjuluk Løvene mengusung misi mengubah sejarah sekaligus menghapus kenangan pahit yang telah membekas selama lebih dari tiga dekade.
Pertandingan yang akan digelar di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada Minggu, 5 Juli 2026 pukul 03.00 WIB, menjadi salah satu duel paling menarik di fase gugur. Selain mempertemukan dua tim dengan kualitas berbeda, laga ini juga menghadirkan kisah emosional yang menghubungkan keluarga Haaland dengan sejarah sepak bola Norwegia.
Apabila mampu menumbangkan Brasil, Norwegia akan mencatat pencapaian terbaik sepanjang sejarah dengan menembus babak perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Stadion yang Menyimpan Luka Keluarga Haaland
Bagi publik Norwegia, stadion yang kini bernama New York New Jersey Stadium bukan sekadar venue pertandingan.
Arena tersebut dulunya dikenal sebagai Giants Stadium, tempat perjalanan Norwegia pada Piala Dunia 1994 berakhir secara menyakitkan.
Saat itu, ayah Erling Haaland, Alf-Inge Haaland, menjadi bagian dari skuad yang mengakhiri penantian 56 tahun negaranya untuk tampil kembali di putaran final Piala Dunia.
Alf-Inge tampil saat menghadapi Meksiko dan Italia pada fase grup. Namun perjuangan Norwegia harus terhenti meski berhasil mengalahkan Meksiko, kalah tipis 0-1 dari Italia, dan bermain imbang tanpa gol melawan Republik Irlandia.
Grup tersebut dikenang sebagai salah satu fase grup paling ketat dalam sejarah Piala Dunia. Keempat tim sama-sama mengoleksi empat poin sehingga penentuan klasemen dilakukan berdasarkan produktivitas gol.
Norwegia akhirnya gagal melaju ke babak gugur. Dua pertandingan terakhir di Giants Stadium menjadi penutup perjalanan sekaligus meninggalkan luka yang masih dikenang hingga kini.
Kini, lebih dari 30 tahun berselang, Erling Haaland kembali ke stadion yang sama sebagai kapten generasi emas Norwegia dengan kesempatan mengubah kisah pahit keluarganya menjadi sejarah baru.
Brasil Pernah Ditaklukkan Norwegia
Meski Brasil dikenal sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia, Norwegia memiliki kenangan manis saat menghadapi Selecao.
Pada Piala Dunia 1998, Norwegia menciptakan kejutan besar dengan menaklukkan Brasil 2-1 pada laga terakhir fase grup.
Kemenangan dramatis tersebut memastikan Norwegia lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Walau kemudian disingkirkan Italia, keberhasilan mengalahkan juara bertahan Brasil tetap menjadi salah satu momen paling bersejarah bagi sepak bola Norwegia.
Kini, memori itu kembali hidup ketika kedua negara dipertemukan di babak gugur Piala Dunia 2026.
Brasil yang kini ditangani Carlo Ancelotti tetap menjadi favorit. Namun kemenangan pada edisi 1998 menjadi bukti bahwa Norwegia pernah menjungkalkan raksasa Amerika Selatan itu di panggung terbesar sepak bola dunia.
Kesempatan Haaland Mengukir Rekor Baru
Generasi Norwegia saat ini datang dengan rasa percaya diri tinggi setelah menyingkirkan Pantai Gading untuk memastikan tempat di babak 16 besar.
Di bawah kepemimpinan Erling Haaland, Norwegia memiliki peluang menciptakan pencapaian yang belum pernah diraih sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Jika berhasil menyingkirkan Brasil, Norwegia akan melangkah ke perempat final untuk pertama kalinya sekaligus mengukuhkan generasi Haaland sebagai yang terbaik dalam sejarah sepak bola negaranya.
Lebih dari itu, kemenangan di stadion yang sama dengan lokasi kegagalan sang ayah pada 1994 akan menjadi kisah penebusan yang sarat makna.
Laga Brasil kontra Norwegia pun dipastikan bukan sekadar perebutan tiket ke delapan besar. Pertandingan ini menjadi pertarungan antara sejarah, warisan keluarga Haaland, dan ambisi Norwegia untuk membuka lembaran baru di panggung sepak bola dunia. (*)
Editor : Ali Sodiqin