Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kisah William Saliba Dahulukan Salat Jumat Sebelum Wawancara Televisi

Ali Sodiqin • Rabu, 1 Juli 2026 | 14:30 WIB
Wiliam Saliba bertahan di Arsenal (dok. Arsenal)
Wiliam Saliba bertahan di Arsenal (dok. Arsenal)

RADARBANYUWANGI.ID - Komitmen bek Arsenal William Saliba terhadap ibadah kembali menjadi sorotan publik. Pemain tim nasional Prancis itu memilih menunda sesi wawancara dengan beIN Sports hingga Salat Jumat selesai ditunaikan. Sikap tersebut mendapat apresiasi luas dari para penggemar sepak bola yang menilai Saliba tetap memprioritaskan kewajiban agamanya di tengah padatnya aktivitas sebagai pesepak bola profesional.

Momen itu diungkap oleh reporter senior beIN Sports, Ibrahim Khadara. Menurutnya, Saliba meminta agar proses wawancara dilakukan setelah ia menyelesaikan Salat Jumat.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa pemain berusia 25 tahun itu tetap menjaga komitmennya terhadap ibadah, meski harus menyesuaikan agenda media yang telah dijadwalkan.

Bukan kali pertama Saliba menjadi perhatian karena kedisiplinannya menjalankan ajaran agama. Ibrahim Khadara juga mengungkapkan bahwa bek Arsenal tersebut termasuk salah satu pemain Liga Inggris yang konsisten menjalankan ibadah puasa selama Ramadan.

Bahkan, Saliba tetap berpuasa meski harus menjalani pertandingan yang digelar pada siang hari. Hal itu dinilai sebagai bentuk konsistensi dalam menjalankan keyakinannya tanpa mengurangi profesionalisme di atas lapangan.

Sebagai salah satu pilar utama lini belakang Arsenal, Saliba dikenal memiliki peran penting dalam menjaga pertahanan The Gunners. Di tengah tuntutan fisik sepak bola level tertinggi, ia tetap mampu menunjukkan performa yang stabil sekaligus mempertahankan komitmen terhadap kehidupan spiritualnya.

Sikap Saliba pun mendapat respons positif dari banyak pendukung sepak bola di media sosial. Banyak yang menilai tindakannya mencerminkan keseimbangan antara profesionalisme sebagai atlet elite dan tanggung jawab menjalankan kewajiban agama.

Dalam dunia sepak bola modern yang dipenuhi jadwal padat, perjalanan, dan tuntutan komersial, keputusan Saliba menempatkan ibadah sebagai prioritas menjadi cerita yang menarik perhatian publik.

Kisah ini juga menambah daftar pesepak bola Muslim yang tetap berupaya menjalankan kewajiban agama di tengah kompetisi elite Eropa. Bagi banyak penggemar, tindakan sederhana tersebut menjadi inspirasi bahwa profesionalisme dan komitmen terhadap nilai-nilai pribadi dapat berjalan berdampingan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#beIN Sports #salat jumat #arsenal #William Saliba #ramadan