Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Amerika Serikat vs Bosnia-Herzegovina: Misi Bersejarah The Yanks Tembus Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Niklaas Andries • Rabu, 1 Juli 2026 | 00:32 WIB
KUDA HITAM: Bosnia siap jegal misi Amerika Serikat cetak sejarah di babak 32 besar Piala Dunia 2026
KUDA HITAM: Bosnia siap jegal misi Amerika Serikat cetak sejarah di babak 32 besar Piala Dunia 2026

RADARBANYUWANGI.ID - Amerika Serikat berpeluang mencatat sejarah baru ketika menghadapi Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (2/7) waktu setempat. Bermain di San Francisco, skuad berjulukan The Yanks memburu kemenangan perdana atas wakil Eropa di fase gugur sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di ajang Piala Dunia.

Amerika Serikat melaju ke fase knockout sebagai juara Grup D dengan koleksi enam poin, meski pada laga terakhir harus menyerah 2-3 dari Turki. Di sisi lain, Bosnia-Herzegovina lolos sebagai peringkat ketiga Grup B setelah menundukkan Qatar dengan skor meyakinkan 3-1.

Pertemuan ini menjadi salah satu duel paling menarik di babak 32 besar karena kedua tim sama-sama membawa ambisi menciptakan sejarah.

Bosnia Nikmati Momen Bersejarah

Bagi Bosnia-Herzegovina, pencapaian lolos ke fase gugur merupakan tonggak baru dalam sejarah sepak bola mereka. Ini adalah kali pertama negara Balkan tersebut berhasil menembus babak knockout Piala Dunia.

Pada laga terakhir fase grup, pasukan Sergej Barbarez tampil impresif dengan mencetak tiga gol ke gawang Qatar. Jumlah itu menjadi torehan gol terbanyak mereka dalam satu pertandingan sejak mengalahkan Rumania 3-1 pada babak kualifikasi Piala Dunia, November tahun lalu.

Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri tren negatif Bosnia yang sebelumnya hanya mampu mencetak maksimal satu gol dalam tujuh pertandingan internasional secara beruntun.

Amerika Serikat Kejar Rekor Baru

Berbeda dengan lawannya, Amerika Serikat sudah cukup akrab dengan atmosfer fase gugur Piala Dunia. Laga kontra Bosnia menjadi penampilan kelima mereka di babak knockout sejak tahun 2000.

Namun, catatan mereka belum terlalu mengesankan. Dalam rentang tersebut, Amerika Serikat hanya sekali memenangi pertandingan fase gugur, yakni saat menaklukkan Meksiko 2-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2002.

Kini kesempatan emas datang untuk menghapus rekor buruk lainnya. Sepanjang sejarah Piala Dunia, Amerika Serikat belum pernah menyingkirkan negara anggota UEFA di fase knockout.

Mereka disingkirkan Belgia lewat perpanjangan waktu pada edisi 2014, lalu kalah dari Belanda di babak 16 besar Piala Dunia 2022.

Jika mampu mengalahkan Bosnia, Mauricio Pochettino juga akan mencatat sejarah sebagai pelatih tersukses Amerika Serikat di Piala Dunia. Saat ini mantan pelatih Tottenham Hotspur tersebut sejajar dengan Bruce Arena dan Robert Millar dengan koleksi dua kemenangan.

Esmir Bajraktarevic, Putra Amerika yang Membela Bosnia

Laga ini juga menghadirkan kisah menarik dari sosok Esmir Bajraktarevic. Pemain sayap Bosnia tersebut sebenarnya lahir di Appleton, Wisconsin, Amerika Serikat. Ia mengawali karier sepak bolanya bersama akademi Chicago Fire dan New England Revolution sebelum hijrah ke Eropa.

Kini Bajraktarevic menjadi rekan setim Sergino Dest dan Ricardo Pepi di PSV Eindhoven.

Ia bahkan sempat memperkuat Amerika Serikat dalam laga nonresmi melawan Slovenia pada 2024. Namun, FIFA kemudian mengabulkan permohonan perpindahan asosiasi sehingga ia resmi membela Bosnia-Herzegovina.

Adu Mental di Laga Penentuan

Kedua tim datang dengan modal kuat ketika pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. Bosnia-Herzegovina lolos ke putaran final Piala Dunia setelah menyingkirkan Wales dan Italia melalui drama adu penalti. Hebatnya, mereka bangkit dari ketertinggalan pada kedua pertandingan tersebut.

Amerika Serikat juga memiliki pengalaman serupa ketika menyingkirkan Kosta Rika lewat adu penalti pada perempat final Piala Emas CONCACAF 2025. Pahlawan kemenangan saat itu adalah penjaga gawang Matt Freese yang menggagalkan tiga eksekusi penalti lawan.

Penampilan gemilang Freese bukan kebetulan. Kiper New York City FC tersebut juga tampil luar biasa bersama klubnya, termasuk saat menyelamatkan sejumlah penalti pada babak playoff MLS Cup 2024.

Freese bahkan pernah mengatakan bahwa penalti adalah "keahliannya", dan performanya sejauh ini membuktikan ucapan tersebut.

Christian Pulisic Siap Jadi Pembeda

Amerika Serikat juga berharap banyak kepada kapten tim Christian Pulisic. Meski menit bermainnya terbatas pada fase grup akibat cedera, pengalaman Pulisic dalam pertandingan besar menjadi modal berharga.

Ia pernah mencetak gol kemenangan atas Iran pada fase grup Piala Dunia 2022 yang membawa Amerika Serikat lolos ke babak 16 besar.

Pulisic juga menjadi penentu kemenangan atas Meksiko pada final CONCACAF Nations League 2021 lewat gol pada menit ke-114.

Selain itu, hattrick-nya ke gawang Panama memastikan tiket Amerika Serikat ke Piala Dunia 2022, sementara dua golnya ke gawang Meksiko mengantar timnya lolos ke final Nations League 2023. Nama lain yang layak diperhatikan adalah Folarin Balogun.

Striker AS Monaco tersebut tampil tajam sepanjang fase grup dengan mencetak dua gol. Sebelumnya, Balogun juga telah membuktikan kualitasnya di Copa America serta mencetak gol pada final Nations League 2023.

Edin Dzeko Tetap Menjadi Ancaman

Di kubu Bosnia, perhatian utama tertuju kepada Edin Dzeko. Meski usianya tak lagi muda, Dzeko tetap menjadi mesin gol sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Bosnia-Herzegovina.

Ia mencetak gol pada kemenangan pertama Bosnia di Piala Dunia 2014 dan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak pada kualifikasi zona Eropa menuju turnamen tersebut.

Pengalaman serta insting tajamnya membuat Dzeko tetap menjadi ancaman serius bagi lini belakang Amerika Serikat.

Duel Kiper Bisa Jadi Penentu

Selain duel para penyerang, pertandingan ini juga diprediksi ditentukan oleh performa kedua penjaga gawang. Di kubu Bosnia terdapat Nikola Vasilj yang memiliki reputasi luar biasa dalam adu penalti.

Bersama St. Pauli pada Bundesliga musim 2024-2025, Vasilj menggagalkan empat dari lima penalti yang dihadapinya. Musim berikutnya, ia kembali mencatat dua penyelamatan penalti dari tiga kesempatan.

Meski hanya melakukan satu penyelamatan saat Bosnia menyingkirkan Wales dan Italia, reputasinya membuat para algojo lawan kehilangan kepercayaan diri hingga beberapa tendangan melenceng dari sasaran.

Amerika Serikat pun memiliki pengalaman pahit jika laga berlanjut hingga perpanjangan waktu. Mereka dua kali tersingkir di fase knockout setelah extra time, termasuk pada Piala Dunia 2014 ketika Tim Howard mencatat rekor 16 penyelamatan dalam satu pertandingan.

Dengan kualitas Matt Freese dan Nikola Vasilj di bawah mistar, peluang pertandingan berlanjut hingga adu penalti terbuka lebar. Siapa yang mampu menjaga ketenangan pada momen-momen krusial diperkirakan akan menjadi penentu langkah menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#prediksi Piala Dunia 2026 #Edin Dzeko #babak 32 besar piala dunia 2026 #amerika serikat vs bosnia herzegovina #christian pulisic