RADARBANYUWANGI.ID - Matheus Cunha tak hanya mencuri perhatian lewat ketajamannya di depan gawang, tetapi juga melalui selebrasi gol yang kini menjadi ciri khasnya. Gaya "berselancar" yang kerap diperagakan penyerang asal Brasil itu ternyata memiliki kisah emosional yang berakar dari hobinya di luar lapangan.
Selebrasi tersebut pertama kali diperkenalkan Cunha saat masih membela Wolverhampton Wanderers. Setiap kali mencetak gol, ia akan merendahkan tubuh, membentangkan kedua tangan, lalu berpose seolah sedang menaklukkan ombak di atas papan selancar.
Tak jarang, Cunha membuat aksinya semakin dramatis. Ia menjatuhkan tubuh ke tanah layaknya melompat ke atas papan selancar, mengayuh dengan kedua tangan seperti seorang peselancar, kemudian kembali berdiri untuk melanjutkan gerakan "meluncur" di atas ombak imajiner. Aksi unik itu kini menjadi identitas sang penyerang Brasil setiap kali merayakan gol.
Di balik selebrasi tersebut, tersimpan kecintaan Cunha terhadap olahraga selancar. Hobi itu berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir hingga menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Kecintaan Cunha terhadap dunia selancar juga semakin kuat karena persahabatannya dengan sesama atlet Brasil, Italo Ferreira, peraih medali emas Olimpiade pertama dalam cabang olahraga selancar pada Olimpiade Tokyo 2020.
Menurut Cunha, selancar memberikan kebahagiaan yang sama besarnya dengan sepak bola. Karena itulah, ia memilih membawa kecintaannya terhadap ombak ke dalam setiap perayaan gol yang ia ciptakan di lapangan hijau.
"Selancar telah menjadi bagian besar dalam hidup saya. Saya ingin membawa kecintaan itu ke sepak bola dan menunjukkan kepada semua orang betapa bahagianya saya bisa bermain sepak bola sekaligus menikmati selancar," ujar Cunha.
Kini, selebrasi selancar bukan sekadar gaya unik setelah mencetak gol. Gerakan tersebut telah menjadi simbol kebebasan, kegembiraan, sekaligus representasi kehidupan pribadi Matheus Cunha di luar sepak bola. (*)
Editor : Niklaas Andries