Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Prediksi Meksiko vs Ekuador: El Tri Diunggulkan, Tapi Kejutan Sang Penakluk Jerman Mengintai

Niklaas Andries • Selasa, 30 Juni 2026 | 09:22 WIB
MISI TUAN RUMAH: Meksiko hadapi Ekuador dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026
MISI TUAN RUMAH: Meksiko hadapi Ekuador dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026

RADARBANYUWANGI.ID - Tim tuan rumah Meksiko datang ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan modal sempurna. Tiga kemenangan beruntun tanpa sekali pun kebobolan membuat pasukan Javier Aguirre menjadi salah satu tim paling impresif di fase grup.

Namun, ujian sesungguhnya menanti ketika mereka menghadapi Ekuador, tim yang baru saja menciptakan kejutan dengan menumbangkan Jerman. Duel Meksiko kontra Ekuador akan berlangsung di Mexico City Stadium, Rabu waktu setempat, dalam laga hidup-mati yang diprediksi berlangsung sengit.

Meksiko memang lebih difavoritkan berkat dukungan puluhan ribu suporter, tetapi Ekuador telah membuktikan mampu menjungkalkan lawan-lawan besar saat berada di bawah tekanan.

Meksiko Melaju Sempurna

Meksiko tampil nyaris tanpa cela sepanjang fase grup. El Tri menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan sekaligus mencatatkan tiga clean sheet untuk memuncaki Grup A dengan sembilan poin dan koleksi enam gol. Perjalanan mereka diawali kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan dalam pertandingan yang diwarnai tiga kartu merah. Gol dicetak Julian Quinones dan Raul Jimenez.

Pada laga kedua, Meksiko menundukkan Korea Selatan 1-0 sebelum menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Republik Ceko. Performa tersebut semakin mempertegas status Meksiko sebagai salah satu kandidat kuat melangkah jauh di turnamen ini.

Selain performa solid, faktor kandang menjadi senjata utama. Meksiko tercatat tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan Piala Dunia di stadion tersebut. Mereka juga hanya dua kali kalah di venue itu, dengan kekalahan terakhir terjadi saat laga kualifikasi melawan Honduras pada September 2013.

Atmosfer yang diciptakan lebih dari 80 ribu pendukung diyakini kembali menjadi pembeda bagi skuad Javier Aguirre.

Turnamen ini juga memiliki makna khusus bagi Aguirre. Ini merupakan periode ketiganya menangani Meksiko. Ia pernah tampil sebagai gelandang pada Piala Dunia 1986 dan membawa Meksiko lolos dari fase grup sebagai pelatih pada edisi 2002. Kini, pencapaian timnya bahkan melampaui rekor fase grup yang pernah ia ukir.

Ekuador Datang Membawa Kepercayaan Diri

Di sisi lain, perjalanan Ekuador jauh lebih berliku. Tim besutan Sebastian Beccacece mengawali turnamen dengan kekalahan dramatis 0-1 dari Pantai Gading setelah kebobolan pada menit ke-90.

Mereka kemudian hanya bermain imbang tanpa gol melawan Curacao meski melepaskan 27 tembakan, sehingga peluang lolos nyaris tertutup. Namun, Ekuador bangkit secara luar biasa pada laga terakhir.

Menghadapi juara Grup E, Jerman, mereka tertinggal lebih dulu melalui Leroy Sane pada menit-menit awal. Nilson Angulo menyamakan kedudukan sebelum Gonzalo Plata memastikan kemenangan 2-1 lewat gol pada menit ke-77. Kemenangan sensasional itu mengantarkan Ekuador lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Pencapaian tersebut juga menjadi kali kedua dalam sejarah Ekuador berhasil melewati fase grup Piala Dunia setelah edisi 2006 di Jerman. Saat itu mereka melaju hingga babak 16 besar sebelum disingkirkan Inggris melalui tendangan bebas David Beckham.

Rekor Pertemuan Berpihak kepada Meksiko

Secara statistik, Meksiko jauh lebih unggul. Dari 28 pertemuan sebelumnya, El Tri meraih 17 kemenangan, sedangkan Ekuador hanya menang empat kali. Tujuh pertandingan lainnya berakhir imbang. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada laga persahabatan Oktober 2025 yang berakhir 1-1.

Sementara satu-satunya duel mereka di Piala Dunia berlangsung pada fase grup edisi 2002, ketika Meksiko menang 2-1.

Kondisi Terkini Kedua Tim

Meksiko tidak memiliki masalah cedera menjelang pertandingan ini. Raul Jimenez diperkirakan kembali menjadi starter setelah diistirahatkan pada laga terakhir fase grup.

Raul Rangel diprediksi tetap mengawal gawang, sedangkan lini belakang yang dihuni Jorge Sanchez, Cesar Montes, Johan Vasquez, dan Jesus Gallardo diyakini tidak mengalami perubahan setelah tampil kokoh dengan tiga clean sheet beruntun.

Talenta berusia 17 tahun, Gilberto Mora, yang mencetak sejarah sebagai starter termuda Meksiko di Piala Dunia, kemungkinan kembali dimainkan dari bangku cadangan. Di kubu Ekuador, Sebastian Beccacece juga bisa menurunkan kekuatan terbaiknya karena seluruh pemain dalam kondisi bugar.

Lini belakang masih akan dipimpin Alan Franco, Joel Ordonez, Willian Pacho, dan bek Arsenal Piero Hincapie. Di sektor depan, Gonzalo Plata yang menjadi pahlawan kemenangan atas Jerman diprediksi kembali mendampingi Enner Valencia.

Valencia juga mengincar catatan istimewa. Penyerang berusia 36 tahun itu hanya membutuhkan satu gol lagi untuk mencapai 50 gol bersama tim nasional Ekuador.

Perkiraan Susunan Pemain

Meksiko (4-3-3): Rangel; Sanchez, Montes, Vasquez, Gallardo; Lira, Romo, Gutierrez; Alvarado, Jimenez, Quinones.

Ekuador (4-2-3-1): Galindez; Franco, Ordonez, Pacho, Hincapie; Yeboah, Caicedo, Vite, Angulo; Plata, Valencia.

Prediksi skor: Meksiko 2-1 Ekuador

Meksiko tampil sangat konsisten sepanjang fase grup. Kombinasi pertahanan yang solid, dukungan penuh publik sendiri, dan pengalaman Javier Aguirre membuat El Tri layak difavoritkan melangkah ke babak berikutnya.

Meski demikian, Ekuador telah menunjukkan karakter luar biasa ketika membalikkan keadaan melawan Jerman. Dengan kecepatan Gonzalo Plata dan ketajaman Enner Valencia, mereka tetap berpotensi merepotkan pertahanan tuan rumah. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#babak 32 besar piala dunia 2026 #meksiko ekuador #javier aguirre #erner valencia #piala dunia 2026