RADARBANYUWANGI.ID - Prancis berpeluang mengamankan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026 lebih cepat saat menghadapi Irak pada laga kedua Grup I yang berlangsung di Philadelphia, Senin malam waktu setempat. Setelah sama-sama menjalani pertandingan pembuka dengan hasil berbeda, kedua tim kini memasuki duel yang dapat menentukan nasib mereka di turnamen.
Les Bleus membuka kampanye mereka dengan kemenangan 3-1 atas Senegal. Meski sempat mendapat perlawanan sengit, skuad asuhan Didier Deschamps mampu menunjukkan kualitas mereka untuk mengamankan tiga poin penting.
Sebaliknya, Irak harus menerima kenyataan pahit setelah dihajar Norwegia dengan skor 1-4 pada laga pertama. Hasil tersebut membuat tim berjuluk Singa Mesopotamia berada di bawah tekanan besar menjelang pertandingan melawan salah satu kandidat juara dunia.
Mbappe Cetak Rekor Baru Bersama Prancis
Kemenangan atas Senegal tidak hanya penting bagi posisi Prancis di klasemen, tetapi juga menjadi panggung bersejarah bagi Kylian Mbappe. Penyerang berusia 27 tahun itu kembali menorehkan catatan emas dalam sejarah sepak bola Prancis.
Di antara gol Bradley Barcola dan balasan Ibrahim Mbaye untuk Senegal, Mbappe mencetak gol yang membuatnya resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional Prancis putra, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Olivier Giroud.
Tak berhenti di situ, kapten Prancis tersebut juga melewati rekor legenda Just Fontaine sebagai pemain Prancis dengan jumlah gol terbanyak di putaran final Piala Dunia.
Performa impresif Mbappe menjadi modal berharga bagi Prancis yang kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan tiket ke fase gugur lebih awal.
Meski menang pada laga pertama, Prancis masih menempati posisi kedua Grup I karena selisih gol kalah dari Norwegia yang menang lebih meyakinkan atas Irak.
Produktivitas Gol Jadi Senjata Utama Les Bleus
Satu catatan yang masih menjadi perhatian Didier Deschamps adalah rapuhnya lini pertahanan timnya. Gol hiburan Senegal pada pertandingan pertama membuat Prancis kini gagal mencatat clean sheet dalam enam pertandingan beruntun. Namun, kelemahan tersebut sejauh ini tertutupi oleh produktivitas luar biasa lini depan mereka.
Prancis tercatat selalu mencetak gol dalam 14 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Lebih impresif lagi, mereka mampu mencetak sedikitnya dua gol dalam 13 dari 14 laga tersebut.
Statistik itu menjadi sinyal bahaya bagi Irak yang baru saja kebobolan empat gol dari Norwegia pada pertandingan pembuka.
Irak Masih Menjaga Asa Kejutan
Meski kalah telak dari Norwegia, pelatih Graham Arnold tetap melihat sejumlah sisi positif dari performa timnya.
Mantan pelatih Australia itu menilai anak asuhnya mampu bersaing selama sekitar 70 menit pertandingan. Bahkan Irak sempat menyamakan kedudukan melalui gol Aymen Hussein sebelum sejumlah kesalahan individu membuat Norwegia menjauh.
Saat ini Irak berada di posisi keempat Grup I. Peluang lolos masih terbuka secara matematis, tetapi kekalahan dari Prancis disertai hasil imbang atau kemenangan Norwegia atas Senegal akan membuat peluang mereka finis di dua besar semakin tipis.
Dalam situasi tersebut, Irak kemungkinan hanya bisa berharap lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Meski demikian, ada sedikit modal positif bagi Singa Mesopotamia. Mereka mampu mencetak gol dalam sembilan dari 11 pertandingan terakhir di semua ajang. Namun menghadapi kekuatan Prancis yang berstatus juara dunia 2018 tentu menjadi tantangan yang jauh lebih berat.
Lebih jauh lagi, sejarah belum berpihak kepada Irak. Sejak tampil pertama kali di putaran final Piala Dunia pada 1986, mereka belum pernah meraih satu poin pun di ajang terbesar sepak bola dunia tersebut.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Prancis diperkirakan dapat menurunkan kekuatan terbaiknya. Empat pemain belakang, yakni William Saliba, Dayot Upamecano, Theo Hernandez, dan Malo Gusto, sebelumnya menjalani program pemulihan khusus, tetapi seluruhnya diperkirakan siap tampil.
Deschamps disebut akan melakukan beberapa perubahan susunan pemain. Lucas Digne berpeluang menggantikan Theo Hernandez di sektor kiri pertahanan, sementara Manu Kone diperkirakan mengisi lini tengah menggantikan Aurelien Tchouameni.
Bradley Barcola juga berpeluang menjadi starter setelah tampil impresif dan mencetak gol saat melawan Senegal. Pemain muda tersebut berpotensi menggantikan Desire Doue di sisi kiri serangan.
Di kubu Irak, Ali Jasim telah kembali berlatih penuh setelah mengalami benturan saat menghadapi Norwegia. Kiper Jalal Hassan juga sudah pulih dari masalah kebugaran ringan.
Meski demikian, performa kurang meyakinkan Hassan pada laga pembuka membuka peluang bagi Ahmed Basil untuk tampil sebagai starter di bawah mistar.
Sorotan lain tertuju kepada Aymen Hussein. Setelah sempat mencetak gol penyeimbang ke gawang Norwegia, sang penyerang juga membuat gol bunuh diri sehingga menjadi salah satu dari sedikit pemain dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol ke dua gawang berbeda dalam satu pertandingan.
Prediksi Susunan Pemain
Prancis (4-2-3-1): Maignan; Kounde, Saliba, Upamecano, Digne; Rabiot, Kone; Dembele, Olise, Barcola; Mbappe.
Irak (4-4-2): Basil; Ali, Tahseen, Hashem, Doski; Bayesh, Al-Ammari, Iqbal, Ali Jasim; Hussein, Al-Hamadi.
Prediksi Skor: Prancis 4-0 Irak
Prancis memang masih menunjukkan beberapa kelemahan di lini belakang, sesuatu yang kembali terlihat saat menghadapi Senegal. Namun kualitas individu, kedalaman skuad, dan daya ledak lini serang membuat mereka tetap berada beberapa level di atas Irak.
Di atas kertas, Irak kemungkinan akan bermain lebih bertahan dengan formasi 4-4-2 yang rapat sambil mengandalkan serangan balik melalui Aymen Hussein, Ali Al-Hamadi, dan Zidane Iqbal.
Masalahnya, intensitas tekanan dan kualitas serangan Prancis berpotensi membuat strategi tersebut sulit berjalan efektif. Jika Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise mampu menemukan ritme permainan sejak awal, Irak diprediksi akan kesulitan keluar dari tekanan.
Melihat perbedaan kualitas kedua tim, Prancis berpeluang besar meraih kemenangan meyakinkan sekaligus mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Niklaas Andries