Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ekuador Wajib Bangkit, Curacao Jadi Target Pelampiasan di Grup E

Ali Sodiqin • Sabtu, 20 Juni 2026 | 22:00 WIB
Tertekan usai kalah, Ekuador bidik kemenangan perdana atas Curacao. (ChatGPT)
Tertekan usai kalah, Ekuador bidik kemenangan perdana atas Curacao. (ChatGPT)

RADARBANYUWANGI.ID – Ekuador tidak memiliki banyak pilihan saat menghadapi Curacao pada matchday kedua Grup E Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Minggu (21/6) pukul 07.00 WIB. Setelah gagal meraih poin pada laga pembuka, La Tri kini dituntut bangkit demi menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.

Kekalahan 0-1 dari Pantai Gading menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Sebastian Beccacece. Bukan hanya kehilangan tiga poin, hasil tersebut juga mengakhiri catatan luar biasa Ekuador yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam 19 pertandingan selama hampir dua tahun.

Gol telat Amad Diallo pada matchday pertama membuat situasi Grup E berubah menjadi lebih rumit bagi wakil Amerika Selatan tersebut. Jika kembali gagal menang, langkah Ekuador menuju fase gugur bisa berada di ujung tanduk.

Namun, ada secercah harapan. Pada saat bersamaan, dua pesaing utama di Grup E, Jerman dan Pantai Gading, saling berhadapan. Kemenangan atas Curacao akan membuka kembali peluang Ekuador untuk bersaing memperebutkan tiket lolos.

Misi Kebangkitan La Tri

Secara kualitas skuad dan pengalaman internasional, Ekuador masih berada di atas Curacao. Tim yang diperkuat Enner Valencia, Moises Caicedo, dan Piero Hincapie itu memiliki fondasi permainan yang jauh lebih matang.

Sebelum kalah dari Pantai Gading, Ekuador tampil konsisten dengan hasil positif melawan sejumlah tim kuat. Mereka mampu menahan Belanda dan Maroko, serta meraih kemenangan atas Arab Saudi dan Guatemala dalam laga persiapan menuju Piala Dunia.

Kekalahan pada laga pertama diyakini tidak akan mengubah pendekatan Beccacece secara drastis. Sang pelatih diperkirakan tetap mengandalkan struktur permainan yang disiplin dengan transisi cepat melalui sektor sayap.

Satu hal yang masih menjadi perhatian adalah efektivitas penyelesaian akhir. Saat menghadapi Pantai Gading, Ekuador mampu menciptakan sejumlah peluang, tetapi gagal mengubahnya menjadi gol.

Curacao Tak Ingin Sekadar Menjadi Pelengkap

Di atas kertas, Curacao memang menjadi tim yang paling tidak diunggulkan di Grup E. Kekalahan telak 1-7 dari Jerman pada laga pembuka semakin menguatkan anggapan tersebut.

Namun, jika melihat jalannya pertandingan, Curacao sebenarnya sempat memberikan perlawanan yang cukup merepotkan. Tim asuhan Dick Advocaat bahkan mampu menyamakan kedudukan sebelum akhirnya kualitas Jerman berbicara pada babak kedua.

Performa tersebut menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan diri menjelang duel melawan Ekuador.

Curacao memiliki sejumlah pemain berpengalaman seperti Leandro Bacuna, Juninho Bacuna, hingga Jurgen Locadia yang mampu menghadirkan ancaman melalui serangan balik cepat.

Masalah utama mereka adalah menjaga konsistensi permainan selama 90 menit. Ketika intensitas pertandingan meningkat, Curacao kerap kehilangan organisasi permainan dan mudah ditembus lawan.

Duel Pengalaman di Lini Depan

Sorotan utama pertandingan diprediksi mengarah kepada Enner Valencia.

Meski sudah berusia 36 tahun, Valencia tetap menjadi tumpuan utama lini serang Ekuador. Ketergantungan La Tri terhadap sang kapten masih sangat besar karena belum ada pemain lain yang memiliki produktivitas setara di level internasional.

Di kubu Curacao, Jurgen Locadia menjadi salah satu pemain yang diharapkan mampu memanfaatkan setiap peluang yang muncul. Pengalaman bermain di kompetisi Eropa membuatnya menjadi salah satu ancaman terbesar bagi pertahanan Ekuador.

Belum Pernah Bertemu di Ajang Kompetitif

Pertandingan ini akan menjadi pertemuan perdana kedua negara dalam laga kompetitif.

Minimnya sejarah pertemuan membuat kedua tim relatif sulit diprediksi. Namun dari segi pengalaman tampil di level elite dan kualitas individu pemain, Ekuador tetap memiliki keunggulan yang cukup signifikan.

Prediksi Susunan Pemain

Ekuador (4-4-2):
Hernan Galindez; Angelo Preciado Franco, Willian Pacho, Joel Ordonez, Piero Hincapie; John Yeboah, Moises Caicedo, Pedro Vite, Kendry Paez Angulo; Enner Valencia, Gonzalo Plata.

Pelatih: Sebastian Beccacece.

Curacao (4-3-1-2):
Eloy Room; Sherel Floranus, Riechedly Bazoer, Justin Obispo, Fonville; Livano Comenencia, Leandro Bacuna, Juninho Bacuna; Tahith Chong; Jurgen Locadia, Hansen.

Pelatih: Dick Advocaat.

Kualitas Ekuador Diprediksi Jadi Pembeda

Curacao telah menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan ketika lawan lengah. Namun, pertandingan selama 90 menit membutuhkan kedalaman skuad dan pengalaman yang lebih matang.

Ekuador memiliki keunggulan dalam hampir semua aspek, mulai dari kualitas individu, organisasi permainan, hingga pengalaman menghadapi tekanan turnamen besar.

Jika mampu mencetak gol lebih dulu, La Tri berpeluang besar mengendalikan jalannya pertandingan dan mengamankan tiga poin yang sangat dibutuhkan.

Prediksi Skor: Ekuador 2-0 Curacao.

Jadwal Pertandingan

Editor : Ali Sodiqin
#Grup E #enner valencia #Ekuador vs Curacao #Sebastian Beccacece #piala dunia 2026