Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gol Kilat Ismael Saibari Antar Maroko Dekati Tiket Fase Gugur

Ali Sodiqin • Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:08 WIB
Ismael Saibari merayakan gol cepat yang membawa Maroko mengalahkan Skotlandia 1-0 pada laga Grup C Piala Dunia 2026 di Gillette Stadium. (Instagram/@equipedumaroc)
Ismael Saibari merayakan gol cepat yang membawa Maroko mengalahkan Skotlandia 1-0 pada laga Grup C Piala Dunia 2026 di Gillette Stadium. (Instagram/@equipedumaroc)

RADARBANYUWANGI.ID – Timnas Maroko meraih kemenangan krusial dalam perburuan tiket fase gugur Piala Dunia 2026. Menghadapi Skotlandia pada laga kedua fase grup di Gillette Stadium, Sabtu (20/6) pagi WIB, Singa Atlas menang tipis 1-0 berkat gol cepat Ismael Saibari yang tercipta saat pertandingan baru berjalan sekitar satu menit.

Kemenangan tersebut membuat Maroko mengoleksi empat poin dari dua pertandingan dan berada dalam posisi sangat menguntungkan untuk melaju ke babak 32 besar. Sebaliknya, Skotlandia harus menghadapi tekanan besar menjelang laga terakhir grup jika ingin menjaga peluang mencatat sejarah lolos ke fase gugur turnamen besar untuk pertama kalinya.

Gol Cepat Saibari Ubah Jalannya Pertandingan

Maroko langsung mengejutkan Skotlandia sejak menit-menit awal. Baru sekitar 70 detik laga berjalan, Ismael Saibari sukses memecah kebuntuan setelah menerima umpan lambung akurat dari Brahim Díaz.

Saibari berhasil lolos dari pengawalan Grant Hanley sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper Angus Gunn. Gol kilat tersebut menjadi pukulan telak bagi Skotlandia yang tampak belum sepenuhnya siap menghadapi intensitas permainan lawan.

Unggul cepat membuat Maroko semakin percaya diri. Tim asuhan Walid Regragui mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Skotlandia sepanjang babak pertama.

Sebaliknya, pasukan Steve Clarke kesulitan membangun serangan. Aliran bola mereka kerap terputus di lini tengah dan hanya mampu menciptakan sedikit peluang berbahaya.

Kesempatan terbaik Skotlandia sebelum turun minum datang melalui John McGinn. Gelandang berpengalaman itu menyambut umpan silang Andy Robertson, tetapi penyelesaiannya masih melebar dari sasaran.

Maroko Dominan, Gunn Jadi Penyelamat Skotlandia

Dominasi Maroko sebenarnya bisa menghasilkan lebih banyak gol. Azzedine Ounahi beberapa kali menjadi motor serangan dan menciptakan peluang emas bagi rekan-rekannya.

Salah satu peluang terbaik lahir ketika Ounahi mengirim umpan matang ke depan gawang. Namun Brahim Díaz dan Saibari gagal memaksimalkan peluang tersebut menjadi gol kedua.

Di sisi lain, Angus Gunn tampil gemilang di bawah mistar Skotlandia. Penjaga gawang itu menggagalkan sejumlah peluang berbahaya, termasuk aksi Achraf Hakimi yang menusuk dari sisi kanan pertahanan.

Ounahi dan Bilal El Khannouss juga memperoleh kesempatan emas, tetapi penyelesaian akhir yang kurang sempurna membuat skor tetap bertahan 1-0 hingga jeda pertandingan.

Meski tertinggal, Skotlandia patut bersyukur tidak kebobolan lebih banyak gol pada babak pertama.

Skotlandia Bangkit, Maroko Tetap Kokoh

Memasuki babak kedua, Skotlandia menunjukkan respons positif. Mereka tampil lebih berani menyerang dan sempat meminta hadiah penalti setelah John McGinn terjatuh saat mendapat tekanan dari Neil El Aynaoui.

Namun wasit menilai tidak terjadi pelanggaran sehingga permainan tetap dilanjutkan.

Maroko nyaris menggandakan keunggulan melalui Saibari. Tembakannya sempat membentur Jack Hendry sebelum menghantam mistar gawang. Tak lama berselang, Angus Gunn kembali menjadi penyelamat dengan menepis sundulan berbahaya Bilal El Khannouss.

Situasi semakin sulit bagi Skotlandia setelah Kieran Tierney mengalami cedera pada menit ke-60. Steve Clarke kemudian memasukkan Ben Doak untuk meningkatkan daya gedor timnya.

Pergantian tersebut memberikan energi baru. Ryan Christie sempat mendapatkan peluang setelah menerima umpan Scott McTominay, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol penyeimbang.

Peluang Lolos Masih Terbuka

Pada menit-menit akhir, Skotlandia terus berupaya mencari gol penyama kedudukan. Mereka kembali mengajukan protes penalti setelah McTominay terjatuh dalam duel dengan El Aynaoui, tetapi wasit kembali bergeming.

Peluang terbaik datang lima menit sebelum laga usai ketika McTominay melepaskan tembakan yang berubah arah. Namun bola hanya menghasilkan sepak pojok.

Pada kesempatan terakhir melalui tendangan sudut, Skotlandia gagal memanfaatkan momentum. Pertahanan Maroko tampil disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan 1-0 ini menjadi modal penting bagi Maroko untuk mengamankan tiket babak 32 besar. Mereka hanya membutuhkan hasil positif saat menghadapi Haiti pada laga terakhir fase grup.

Sementara itu, Skotlandia masih memiliki peluang untuk menciptakan sejarah dengan lolos ke fase gugur. Namun tugas berat menanti karena mereka harus menghadapi Brasil dalam pertandingan penentuan yang diprediksi berlangsung sengit. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Grup F #Ismael Saibari #Piala Dunia #maroko #skotlandia