RADARBANYUWANGI.ID - Kylian Mbappe kembali menjadi sorotan utama menjelang laga kedua Prancis di fase grup Piala Dunia 2026. Setelah tampil gemilang pada pertandingan pembuka, kapten Les Bleus kini berada di jalur yang tepat untuk menantang rekor Lionel Messi sebagai salah satu pencetak gol terbanyak dalam sejarah turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.
Prancis akan menghadapi Irak dengan status unggulan kuat. Selain mengincar tiket ke babak berikutnya, laga ini juga menjadi kesempatan bagi Mbappe untuk terus memperbaiki catatan golnya di Piala Dunia.
Mbappe Dekati Rekor Messi
Penampilan Prancis saat mengalahkan Senegal menjadi bukti mengapa mereka kembali ditempatkan sebagai kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026. Lini serang yang dihuni sejumlah pemain bertalenta tampil eksplosif dan mampu menunjukkan kualitasnya sejak pertandingan pertama.
Mbappe mencetak dua gol yang tidak hanya membantu tim meraih kemenangan, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional Prancis putra. Meski demikian, secara keseluruhan rekor gol tim nasional Prancis masih dipegang oleh Eugénie Le Sommer yang telah mencetak 94 gol untuk tim nasional wanita Prancis.
Dalam kategori pemain putra, Mbappe kini telah menempatkan dirinya di level tertinggi. Dengan total 14 gol di Piala Dunia, penyerang Real Madrid tersebut hanya berjarak dua gol dari Lionel Messi dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.
Banyak pengamat bahkan menilai Mbappe memiliki peluang besar untuk melampaui capaian Messi. Faktor usia menjadi keuntungan besar karena sang penyerang masih berpotensi tampil di setidaknya satu edisi Piala Dunia lagi setelah turnamen 2026.
Lini Serang Prancis Jadi Ancaman Besar
Kekuatan utama Prancis terletak pada variasi serangan yang mereka miliki. Selain Mbappe, sejumlah pemain kreatif tampil menonjol pada laga pembuka.
Ousmane Dembele mendapat peran yang menarik sebagai gelandang serang atau nomor 10. Posisi tersebut relatif jarang ia mainkan sepanjang kariernya, baik di level klub maupun tim nasional. Namun, eksperimen tersebut memberikan dimensi baru bagi permainan Prancis.
Di sisi lain, Michael Olise kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kreator serangan terbaik Eropa. Pemain yang dikenal memiliki kemampuan improvisasi tinggi itu mencatatkan 28 assist untuk klub dan tim nasional sepanjang musim, jumlah yang disebut sebagai yang tertinggi dibanding pemain lain di lima liga top Eropa.
Kehadiran Olise membuat serangan Prancis semakin sulit diprediksi. Ketika diberikan kebebasan bergerak, pemain tersebut mampu menciptakan peluang dari berbagai situasi dan menjadi motor kreativitas tim.
Persaingan di lini depan juga semakin ketat. Ryan Cherki diperkirakan masih harus menunggu kesempatan karena Dembele, Désiré Doué, dan Olise sedang berada dalam kondisi terbaik.
Sementara itu, Bradley Barcola memberikan dampak instan ketika masuk dari bangku cadangan. Gol yang dicetaknya pada laga pembuka memperlihatkan kedalaman skuad luar biasa yang dimiliki Prancis. Bahkan, ia menjadi pemain Prancis termuda yang mencetak gol pada debut Piala Dunia sejak Thierry Henry.
Didier Deschamps Punya Banyak Opsi
Meski tampil impresif, Prancis masih memiliki beberapa pekerjaan rumah di sektor pertahanan. Namun, kekuatan ofensif mereka sejauh ini mampu menutupi kekurangan tersebut.
Pelatih Didier Deschamps juga dikenal piawai melakukan penyesuaian taktik selama pertandingan berlangsung. Pengalaman membawa Prancis ke dua final turnamen besar menjadi salah satu alasan mengapa banyak pihak tetap menempatkan Les Bleus sebagai favorit utama juara.
Menghadapi Irak, Deschamps diperkirakan akan melakukan beberapa rotasi tanpa mengurangi kekuatan tim secara signifikan. Kedalaman skuad memungkinkan dirinya menjaga kebugaran pemain inti sekaligus mempertahankan kualitas permainan.
Michael Olise menjadi salah satu pemain yang berpotensi mendapat waktu istirahat lebih banyak setelah bermain penuh selama 90 menit pada laga sebelumnya. Sebaliknya, Dembele dan Doué telah ditarik keluar lebih awal sehingga kemungkinan besar tetap menjadi bagian penting dalam susunan pemain.
Irak Tak Bisa Diremehkan
Meski Prancis jauh lebih diunggulkan, Irak tidak sepenuhnya bisa dipandang sebelah mata. Pada pertandingan pertama, mereka memang kalah 1-4 dari Norwegia, tetapi mampu memberikan perlawanan yang cukup sengit sepanjang laga.
Hasil-hasil awal Piala Dunia 2026 juga menjadi pengingat bahwa tidak ada tim yang boleh merasa aman. Sejumlah negara besar seperti Spanyol, Portugal, dan Belgia sudah kehilangan poin pada fase grup.
Karena itu, Prancis tetap membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisi puncak klasemen grup. Menjadi juara grup berpotensi memberikan jalur yang lebih ringan menuju fase gugur dan meningkatkan peluang melangkah jauh di turnamen.
Prancis Favorit, Mbappe Berburu Gol Lagi
Secara kualitas individu maupun kedalaman skuad, Prancis berada beberapa tingkat di atas Irak. Dengan Mbappe yang sedang dalam performa terbaik, dukungan kreativitas Olise, serta banyaknya opsi serangan yang dimiliki Deschamps, Les Bleus diprediksi mampu mengontrol jalannya pertandingan.
Laga ini juga menjadi peluang ideal bagi Mbappe untuk menambah pundi-pundi golnya. Penyerang berusia 27 tahun itu diyakini akan menjadikan pertandingan melawan Irak sebagai momentum untuk semakin mendekati catatan Lionel Messi di papan atas daftar pencetak gol sepanjang sejarah Piala Dunia.
Jika mampu mempertahankan produktivitasnya sepanjang turnamen, bukan tidak mungkin Mbappe akan mengakhiri kariernya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia, sebuah pencapaian yang semakin realistis melihat usia dan konsistensinya di level tertinggi sepak bola dunia. (*)
Editor : Niklaas Andries