Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cara Penentuan Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Berapa Poin yang Dibutuhkan?

Niklaas Andries • Sabtu, 20 Juni 2026 | 02:03 WIB
POIN: Perhitungan poin peserta Piala Dunia 2026 ke babak 32 besar
POIN: Perhitungan poin peserta Piala Dunia 2026 ke babak 32 besar

RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi paling bersejarah dalam perjalanan turnamen sepak bola terbesar di dunia. Untuk pertama kalinya, kompetisi ini diikuti oleh 48 negara peserta dan menghadirkan format baru yang memungkinkan lebih banyak tim melaju ke fase gugur.

Sebanyak 32 tim akan mendapatkan tiket ke babak knockout yang dimulai dari Babak 32 Besar pada 28 Juni 2026. Dengan sistem baru tersebut, persaingan di fase grup dipastikan semakin ketat karena tidak hanya dua tim teratas yang berhak lolos, tetapi juga delapan tim peringkat ketiga terbaik dari seluruh grup.

Lalu, bagaimana cara FIFA menentukan tim yang lolos jika beberapa negara mengakhiri fase grup dengan jumlah poin yang sama? Berikut penjelasan lengkapnya.

Format Kelolosan dari Fase Grup

Piala Dunia 2026 dibagi ke dalam 12 grup. Setiap grup terdiri atas empat tim yang saling bertanding untuk memperebutkan tiket ke fase gugur.

Sebanyak 24 slot pertama akan diberikan kepada dua tim teratas dari masing-masing grup. Delapan tempat tersisa akan diperebutkan oleh tim-tim yang finis di posisi ketiga dengan catatan terbaik.

Dengan format tersebut, peluang lolos ke fase gugur menjadi lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya yang hanya diikuti 32 peserta.

Kriteria Penentuan Peringkat Jika Poin Sama

Apabila dua atau lebih tim dalam satu grup mengoleksi jumlah poin yang sama, FIFA akan menggunakan sejumlah indikator untuk menentukan urutan klasemen.

Urutan pertama yang diperhitungkan adalah hasil pertemuan langsung antar tim yang memiliki poin sama. Jika masih belum bisa memisahkan posisi mereka, FIFA akan melihat selisih gol dan jumlah gol yang dicetak dalam laga-laga pertemuan langsung tersebut.

Kriteria penentuan peringkat adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah poin dalam pertandingan head-to-head.
  2. Selisih gol dalam pertandingan head-to-head.
  3. Jumlah gol yang dicetak dalam pertandingan head-to-head.

Apabila setelah tiga kriteria tersebut masih terdapat tim yang memiliki catatan identik, aturan yang sama akan kembali diterapkan hanya kepada tim-tim yang masih terikat.

Jika hasilnya tetap tidak menghasilkan perbedaan, FIFA akan menggunakan kriteria tambahan berikut:

  1. Selisih gol keseluruhan di fase grup.
  2. Jumlah gol yang dicetak sepanjang fase grup.
  3. Peringkat fair play.
  4. Peringkat FIFA.

Sistem ini dirancang untuk memastikan penentuan posisi klasemen berlangsung seadil mungkin berdasarkan performa tim selama turnamen.

Cara Menentukan Delapan Tim Peringkat Ketiga Terbaik

Persaingan tidak hanya terjadi di papan atas klasemen grup. Tim yang finis di posisi ketiga juga masih memiliki peluang besar untuk lolos ke Babak 32 Besar.

FIFA akan membandingkan seluruh tim peringkat ketiga dari 12 grup untuk menentukan delapan tim terbaik.

Penilaiannya dilakukan berdasarkan urutan berikut:

1.       Jumlah poin yang diperoleh di fase grup.

  1. Selisih gol.
  2. Jumlah gol yang dicetak.
  3. Peringkat fair play.
  4. Peringkat FIFA.

Artinya, setiap gol dan setiap kartu yang diterima pemain bisa menjadi faktor penentu nasib sebuah negara di akhir fase grup.

Berapa Poin yang Dibutuhkan untuk Lolos?

Berbagai simulasi statistik dan pengalaman dari turnamen internasional dengan format serupa memberikan gambaran mengenai jumlah poin minimum yang dibutuhkan untuk menembus Babak 32 Besar.

Lima poin hampir dipastikan cukup untuk mengamankan tiket ke fase gugur, baik sebagai dua tim teratas grup maupun melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Sementara itu, empat poin masih memberikan peluang sangat besar untuk lolos. Namun, jumlah tersebut belum sepenuhnya aman. Dalam sejarah turnamen besar, terdapat sejumlah kasus tim gagal melaju meski mengoleksi empat poin.

Norwegia menjadi salah satu contoh paling terkenal saat tersingkir dari Piala Dunia 1994 meskipun mengumpulkan empat poin. Situasi serupa juga dialami Ukraina pada Euro 2024.

Berdasarkan simulasi yang dilakukan terhadap format kompetisi serupa, tim dengan tiga poin masih memiliki peluang lolos sekitar 65 persen. Sebaliknya, peluang melaju dengan hanya dua poin sangat kecil dan diperkirakan berada di kisaran lima persen.

Karena itu, target realistis bagi setiap peserta adalah mengumpulkan minimal empat hingga lima poin untuk menjaga peluang lolos tetap terbuka.

Format Baru Bikin Persaingan Semakin Ketat

Perubahan format menjadi 48 peserta membuat fase grup Piala Dunia 2026 menghadirkan dinamika yang berbeda dibandingkan edisi sebelumnya.

Tidak hanya kemenangan yang menjadi faktor penting, tetapi juga selisih gol, produktivitas mencetak gol, hingga catatan disiplin pemain dapat menentukan nasib sebuah tim. Dalam situasi tertentu, bahkan peringkat FIFA bisa menjadi pembeda terakhir ketika seluruh indikator lainnya identik.

Dengan banyaknya jalur menuju fase gugur, persaingan diprediksi berlangsung hingga pertandingan terakhir di setiap grup, menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai salah satu turnamen paling kompetitif dalam sejarah sepak bola. (*)

Editor : Niklaas Andries
#babak 32 besar piala dunia 2026 #aturan lolos fase grup piala dunia 2026 #tim peringkat ketiga terbaik #format piala dunia 48 tim #piala dunia 2026