RADARBANYUWANGI.ID – Inggris langsung mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya di Piala Dunia 2026. Dalam laga pembuka Grup L yang berlangsung di Dallas Stadium, Rabu (17/6) waktu setempat, The Three Lions menumbangkan Kroasia dengan skor meyakinkan 4-2.
Harry Kane menjadi bintang kemenangan lewat dua golnya. Sementara Jude Bellingham dan Marcus Rashford melengkapi pesta gol Inggris. Di sisi lain, Kroasia sempat memberi perlawanan sengit melalui Martin Baturina dan Petar Musa, tetapi akhirnya harus mengakui ketangguhan lawannya.
Kemenangan ini terasa spesial bagi Inggris. Selain menjadi start sempurna di Grup L, hasil tersebut sekaligus menjadi ajang pembalasan atas luka lama saat disingkirkan Kroasia pada semifinal Piala Dunia 2018. Delapan tahun berselang, Inggris datang dengan generasi baru dan membuktikan bahwa mereka kini jauh lebih matang.
Laga yang digelar di Dallas Stadium itu berjalan panas sejak menit awal. Inggris langsung mengambil inisiatif serangan dan menuai hasil pada menit ke-12. Harry Kane mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa tim asuhan Thomas Tuchel unggul lebih dulu.
Namun, Kroasia yang diperkuat pemain-pemain berpengalaman seperti Luka Modric tidak menyerah begitu saja. Martin Baturina berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-36. Saat laga tampak akan berakhir imbang pada babak pertama, Petar Musa kembali mencetak gol sehingga Kroasia sempat memberi tekanan besar kepada Inggris.
Meski demikian, Inggris menunjukkan mental yang berbeda dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya.
Baru dua menit babak kedua berjalan, Jude Bellingham tampil sebagai pembeda. Gelandang muda yang menjadi andalan lini tengah itu mencetak gol indah untuk mengembalikan keunggulan Inggris menjadi 3-2. Gol tersebut mengubah arah pertandingan sekaligus membakar semangat timnya.
Setelah unggul, Inggris terus menggempur pertahanan Kroasia. Kecepatan di sisi sayap dan kreativitas lini tengah membuat Kroasia kesulitan keluar dari tekanan.
Puncaknya terjadi pada menit ke-85. Marcus Rashford yang masuk sebagai pemain pengganti sukses mencetak gol penutup. Skor berubah menjadi 4-2 dan bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Harry Kane kembali membuktikan statusnya sebagai mesin gol utama Inggris. Dua gol yang dicetaknya membuat sang kapten menyamai rekor gol Inggris di putaran final Piala Dunia yang sebelumnya dipegang Gary Lineker. Catatan itu semakin mengukuhkan perannya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di turnamen kali ini.
Meski menang, bukan berarti Inggris tanpa cela. Pertahanan mereka masih terlihat rapuh setelah dua kali gagal mengantisipasi serangan Kroasia. Bahkan, pelatih Thomas Tuchel sempat menunjukkan ekspresi kecewa ketika timnya kebobolan. Aspek inilah yang diperkirakan akan menjadi pekerjaan rumah utama sebelum menghadapi laga berikutnya.
Di sisi lain, Kroasia juga mendapat sorotan positif. Kiper Dominik Livakovic tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting yang membuat kekalahan timnya tidak semakin besar. Banyak pengamat menilai skor bisa saja lebih telak andai Livakovic tidak tampil luar biasa di bawah mistar gawang.
Kemenangan 4-2 ini membuat Inggris memimpin klasemen sementara Grup L dan memperkuat status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Bagi Kroasia, kekalahan ini menjadi alarm dini agar segera bangkit jika ingin menjaga asa lolos ke fase gugur.
Yang jelas, duel Inggris kontra Kroasia telah menghadirkan salah satu pertandingan terbaik sejak Piala Dunia 2026 dimulai. Enam gol tercipta, tempo permainan tinggi, dan drama berlangsung hingga menit akhir.
Jika ini adalah penampilan awal Inggris, maka para rival patut mulai waspada. (*)
Editor : Ali Sodiqin