RADARBANYUWANGI.ID - Pertandingan antara Turki dan Paraguay pada lanjutan Grup D Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung sengit dan penuh tekanan. Kedua tim sama-sama memulai turnamen dengan hasil mengecewakan sehingga tidak memiliki banyak ruang untuk melakukan kesalahan saat bertemu pada Jumat waktu setempat.
Kekalahan di laga perdana membuat Turki dan Paraguay tertinggal dari Amerika Serikat serta Australia dalam persaingan memperebutkan tiket ke babak 16 besar. Dengan situasi klasemen yang semakin ketat, hasil negatif kembali berpotensi mengakhiri peluang salah satu tim lebih cepat dari yang diharapkan.
Turki Dituntut Bangkit Setelah Gagal Maksimalkan Dominasi
Turki datang ke pertandingan ini dengan beban besar setelah kalah 0-2 dari Australia. Hasil tersebut terasa mengejutkan mengingat pasukan Vincenzo Montella tampil dominan sepanjang pertandingan.
Statistik menunjukkan Turki menguasai jalannya laga dan melepaskan hingga 30 tembakan ke arah gawang lawan. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat mereka gagal mencetak gol dan harus menerima kekalahan yang mengurangi status mereka sebagai salah satu kuda hitam potensial di turnamen ini.
Sebelum tumbang dari Australia, performa Turki sebenarnya cukup meyakinkan. Sejak dihancurkan Spanyol 0-6 pada kualifikasi UEFA September tahun lalu, mereka mencatatkan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang.
Keberhasilan mencapai perempat final Euro 2024 juga sempat meningkatkan optimisme publik. Namun, kekalahan dari Australia memperpanjang catatan negatif mereka di turnamen besar. Turki kini telah menelan sembilan kekalahan dalam 13 pertandingan terakhir di kompetisi internasional utama.
Bagi Turki, situasi semakin mendesak karena pada laga terakhir grup mereka masih harus menghadapi tuan rumah bersama, Amerika Serikat, yang kini menjadi favorit untuk finis sebagai juara Grup D. Oleh karena itu, tiga poin saat menghadapi Paraguay menjadi target mutlak.
Paraguay Berusaha Menebus Awal Buruk
Jika Turki gagal memanfaatkan peluang, Paraguay justru mengalami malam yang sangat berat saat menghadapi Amerika Serikat.
Tim asuhan Gustavo Alfaro tertinggal 0-3 pada babak pertama di Los Angeles dan kesulitan mengimbangi agresivitas lawan. Meski menunjukkan peningkatan performa setelah turun minum, Paraguay tetap harus mengakui keunggulan Amerika Serikat dengan skor 1-4.
Satu-satunya gol Paraguay lahir melalui kerja sama apik Julio Enciso dan Mauricio. Enciso memberikan umpan matang yang diselesaikan dengan baik oleh winger Palmeiras tersebut.
Kekalahan itu sekaligus memperpanjang rekor buruk Paraguay pada laga pembuka Piala Dunia. Dari sembilan partisipasi terakhir, La Albirroja hanya mampu meraih satu kemenangan pada pertandingan pertama mereka.
Padahal sebelum memasuki turnamen, Paraguay dikenal sebagai tim yang solid dalam bertahan. Mereka juga membukukan tiga kemenangan dari empat pertandingan terakhir sehingga kekalahan telak dari Amerika Serikat menjadi hasil yang cukup mengejutkan.
Gustavo Alfaro, pelatih asal Argentina yang sukses mengakhiri penantian 14 tahun Paraguay untuk kembali tampil di Piala Dunia, kini menghadapi tantangan besar. Jika kembali gagal meraih poin, peluang Paraguay untuk melaju ke fase gugur akan semakin menipis.
Kondisi Skuad dan Kabar Pemain
Turki masih memantau kondisi bintang mudanya, Kenan Yildiz. Pemain yang mengalami masalah kebugaran pada akhir musim lalu tersebut tidak menjadi starter saat menghadapi Australia karena cedera betis.
Setelah hanya tampil pada babak kedua di laga sebelumnya, Yildiz diperkirakan kembali memulai pertandingan dari bangku cadangan. Tanggung jawab lini serang kemungkinan akan berada di pundak Arda Guler, Baris Alper Yilmaz, dan Orkun Kokcu.
Di lini depan, Kerem Akturkoglu berpeluang besar menjadi pilihan utama, meski Deniz Gul juga masih memiliki kesempatan untuk mengisi posisi penyerang tengah.
Kapten Hakan Calhanoglu tetap menjadi motor permainan di lini tengah sekaligus eksekutor bola mati utama. Sementara itu, Ferdi Kadioglu yang menciptakan lima peluang saat melawan Australia akan kembali mengisi sektor kiri pertahanan.
Di kubu Paraguay, Gustavo Caballero masih diragukan tampil akibat masalah otot, sedangkan Ramon Sosa belum sepenuhnya pulih dari cedera pergelangan kaki.
Penampilan kurang meyakinkan pada laga sebelumnya membuka peluang Alexandro Maidana menggantikan Junior Alonso di posisi bek kiri. Namun, duet bek tengah yang terdiri atas kapten Gustavo Gomez dan Omar Alderete diperkirakan tetap dipertahankan.
Mauricio, yang mencetak gol sebagai pemain pengganti saat melawan Amerika Serikat, juga berpeluang mendapatkan menit bermain lebih banyak. Kendati demikian, Julio Enciso, Miguel Almiron, dan Diego Gomez masih menjadi pilihan utama untuk mendukung striker tunggal Tonny Sanabria, pencetak empat gol Paraguay sepanjang babak kualifikasi.
Prediksi Susunan Pemain
Turki (4-2-3-1): Cakir; Celik, Demiral, Bardakci, Kadioglu; Calhanoglu, Yuksek; Guler, Kokcu, Yilmaz; Akturkoglu.
Paraguay (4-2-3-1): Gill; Caceres, Gustavo Gomez, Alderete, Maidana; Bobadilla, Cubas; Diego Gomez, Enciso, Almiron; Sanabria.
Prediksi Skor: Turki 2-1 Paraguay
Baik Turki maupun Paraguay gagal memenuhi ekspektasi pada pertandingan pembuka Grup D. Namun, secara keseluruhan Turki masih menunjukkan performa yang lebih menjanjikan meski kalah dari Australia.
Produktivitas peluang yang tinggi menunjukkan tim asuhan Vincenzo Montella mampu menciptakan ancaman secara konsisten. Jika mampu memperbaiki efektivitas penyelesaian akhir, Turki memiliki kualitas yang cukup untuk mengamankan kemenangan.
Di sisi lain, Paraguay masih harus membenahi organisasi pertahanan yang terlihat rapuh saat menghadapi Amerika Serikat. Meskipun memiliki sejumlah pemain kreatif seperti Enciso dan Almiron, mereka masih kesulitan menjaga keseimbangan permainan ketika berada di bawah tekanan.
Kedalaman skuad serta variasi opsi serangan membuat Turki sedikit lebih diunggulkan untuk meraih tiga poin penting di San Francisco. (*)
Editor : Niklaas Andries