RADARBANYUWANGI.ID - Penyiar publik Turki, TRT, mengambil langkah tegas dengan mencoret salah satu komentatornya dari tim peliputan Piala Dunia setelah terjadi kesalahan serius saat siaran langsung pertandingan fase grup.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa malam waktu setempat, TRT mengumumkan bahwa komentator yang diidentifikasi media Turki sebagai Murat Ekrem Cimen telah ditarik dari tugasnya untuk sementara selama proses investigasi berlangsung.
Stasiun televisi tersebut juga memastikan bahwa yang bersangkutan tidak akan melanjutkan tugas sebagai komentator selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat.
Keputusan tersebut diambil menyusul insiden yang terjadi saat pertandingan Grup G antara Iran dan Selandia Baru pada Senin malam. Laga yang berakhir imbang 2-2 itu justru menjadi sorotan bukan hanya karena hasil pertandingan, melainkan akibat kekeliruan yang terjadi dalam siaran langsung.
Berdasarkan laporan sejumlah media Turki, Çimen melakukan kesalahan pada menit-menit awal pertandingan dengan tertukar menyebut identitas kedua tim. Dalam komentarnya, ia mengaitkan serangan yang dilakukan Iran sebagai aksi Selandia Baru, sementara sejumlah pergerakan pemain Selandia Baru justru disebut sebagai milik Iran.
Kesalahan tersebut segera menjadi perhatian publik dan memicu reaksi di media sosial. Mengingat pertandingan berlangsung dalam ajang internasional yang disaksikan khalayak luas, kekeliruan itu dinilai mencoreng standar profesionalisme penyiaran olahraga.
TRT menegaskan bahwa kesalahan tersebut tidak dapat ditoleransi dan bertentangan dengan standar penyiaran yang selama ini diterapkan oleh lembaga tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada para pemirsa dan masyarakat atas kesalahan ini,” demikian bunyi pernyataan resmi TRT.
Lembaga penyiaran milik negara itu juga menyatakan keheranannya karena kesalahan tersebut dilakukan oleh sosok yang telah memiliki pengalaman panjang di dunia komentator olahraga.
“Tidak dapat diterima bagi TRT apabila seseorang yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam penyiaran olahraga melakukan kesalahan seperti ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa akurasi dan konsentrasi merupakan aspek penting dalam dunia siaran olahraga, terutama pada ajang sebesar Piala Dunia yang mendapat perhatian jutaan penonton dari berbagai negara. Sementara proses penyelidikan internal masih berlangsung, TRT memilih mengambil langkah preventif dengan menonaktifkan sementara sang komentator dari seluruh tugas peliputan turnamen. (*)
Editor : Niklaas Andries